Ketika ‘Nyambek’ Alias Biawak Diangkat Derajatnya

0
281
Harvey Lienardo bercengkrama bersama 'Kocchi', biawak yang menjadi maskot NLI Project dalam even Earth Day Festival bertempat di Surabaya Intercultural School, Minggu (14/04).

Suaramandiri .com (Surabaya) – Bagi mayoritas penduduk pulau Jawa, khususnya Jawa Timur, satwa bernama ‘nyambek’ atau biawak tak ubahnya hanya dianggap sebagai satwa buruan yang dieksploitasi bagian daging dan kulitnya demi mendapat keuntungan secara ekonomis. Namun di tangan Harvey Lienardo, biawak dirawat dengan baik dan dijadikan sahabat manusia. Bahkan pemuda berusia 26 tahun asal Surabaya ini berupaya menangkar biawak secara modern dan profesional bertempat di perumahan Puri Safira Menganti Gresik.

“Awal mula berangkat dari hobi memelihara reptil. Saya punya kebiasaan mencoba mempelajari satwa yang dipelihara semaksimal mungkin. Kemudian saya tertariknya sama biawak, khususnya biawak air (Varanus Salvador) atau nyambek dalam bahasa Jawa mulai tahun 2010. Karena ukurannya bisa besar dan motif warna variatif dari berbagai macam lokaliti,” ucapnya membuka perbincangan dengan awak media ini, Minggu (14/04) tentang awal mula ketertarikannya dengan biawak.

Pemuda yang juga berprofesi sebagai dosen tersebut menceritakan momentum keseriusannya memelihara biawak sewaktu berhasil mengawinkan biawak di tahun 2015 sehingga muncul brand NLI Project singkatan dari Nyambek Lokal Indonesia. Ia tak patah semangat meski di perkawinan biawak yang pertama itu tidak langsung berhasil.

“Panen telur pertama di Maret 2016. Kemudian menetas pada bulan September 2016. Sejak saat itulah saya mulai mengembangkan NLI Project sebagai farm atau penangkaran biawak. Alasan saya fokus menangkar biawak salah satunya adalah sangat sedikit orang yang bisa mengembangbiakkan biawak di tengah eksploitasi besar-besaran untuk kulit dan daging, khususnya pada ukuran indukan,” bebernya.

Harvey, begitu biasa disapa, secara jujur mengakui pemasaran biawak hasil tangkarannya memang tidak mudah. Menurutnya hal itu disebabkan harga jual biawak hasil penangkaran jauh lebih mahal daripada tangkapan alam, apalagi pasokan biawak segala ukuran dari alam masih melimpah ruah.

“Rencana kedepan ingin menangkar biawak Papua (Varanus Salvadorii). Bagi yang ingin bertanya tentang NLI Project bisa melalui IG : NLI_project atau WA +628330300222,” pungkasnya. (yuda)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here