Senin, 12 Maret 2018 13:34

Ratusan Kostumer Menuntut PT. Sipoa Legacy Land Karena Merasa Ditipu

Suaramandiri .com (Surabaya)   - Ratusan kostumer yang tergabung dalam wadah Paguyupan Customer SIPOA (PCS) pada Sabtu, (10/03)  mendatangi Polda Jatim guna melaporkan PT. Sipoa Legacy Land karena memberikan cek kosong dari pembelian properti PT. Sipoa Legacy Land serta melaporkan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Dengan didampingi Advokat dan penasehat Hukum dari kantor hukum Masbuhin dan partners, 251 warga asal Kota Surabaya, Sidoarjo dan Bali yang tergabung dalam PCS mendatangi Polda Jatim.

Masbuhin kuasa hukum para korban pembelian property PT. Sipoa Legacy Land mengatakan bahwa, Paguyupan Customer SIPOA (PCS) adalah kumpulan para korban dari dugaan tindak pidana penipuan atau penggelapan dan TPPU yang diduga dilakukan oleh PT. Sipoa Legacy Land.

“Kami sebagai kuasa hukum para korban pembelian property dari PT. Sipoa Legacy Land menyatakan, siap mendampingi klien sejak kasus itu bergulir tanpa titik temu. Dan, hari ini Sabtu, (10/03), kami mendampingi klien kami melakukan pelaporan ke Polda Jatim,” kata Masbuhin saat menggelar temu pers di Surabaya, Sabtu, (10/03/18).

“Laporan ini tidak penipuan saja, tetapi juga ada dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU),” tambahnya.

Masih menurut Masbuhin kuasa hukum korban, PT. Sipoa Legacy Land terindikasi menjerat korban melalui 11 perusahaan-perusahaan cabang. Sejumlah 18 proyek property diperjual belikan dengan mempergunakan 14 rekening Bank berbeda-beda.

“Oleh karenanya, kami akan melaporkan secara resmi 11 perusahaan tersebut bersama PT Sipoa Legacy Land kepada Polda Jatim dengan UU TPPU agar dapat ditelusuri kemana larinya uang yang sudah ditransfer oleh para klien kami tersebut,” terangnya.

Kerugian yang diderita para korban diduga hingga mencapai Rp 28 Miliar.  Sampai saat ini para korban belum ada yang menerima penyerahan property dari masing-masing perusahaan tersebut. Korban mulai resah setelah lahan yang dijanjikan sebagai lokasi hunian hingga sekarang masih berupa lahan kosong. Tidak ada tanda-tanda proyek dikerjakan.

“Dan, kejanggalan lainnya, rekening pembayaran cicilan tidak pada satu rekening, tetapi berubah-ubah kurang lebih 22 rekening. Bahkan terdapat dugaan uang-uang yang telah diterima dari klien kami tidak dipergunakan seluruhnya untuk kepentingan pembangunan properti, akan tetapi untuk kepentingan lain,” papar Masbuhin.

Ary Istiningtyas warga Semolowaru Surabaya salah satu korban dari dugaan tindak pidana penipuan atau penggelapan dan TPPU PT Sipoa  Legacy  Land yang mengalami kerugian hingga total 57 juta mengaku kecewa dan kesal.

“Kami tertarik membeli apartemen karena awalnya diimingi imingi hunian murah dan diskon besar serta cicilan ringan oleh pengembang dengan bendera PT Sipoa Legacy Land. Apalagi di iklannya terpampang besar salah satu pejabat tinggi dari Sidoarjo yang turut meresmikan. Jadi kami percaya,” urai Ary menjelaskan awal ketertarikan membeli apartemen.

“Namun, berjalannya waktu semakin tidak ada kepastian akan dibangunnya lahan yang dijanjikan sebagai lokasi hunian hingga sekarang masih berupa lahan kosong. Tidak ada tanda-tanda proyek dikerjakan,” keluhnya kecewa.

Hal serupa juga dialami oleh Esti Hardini warga Mojo Surabaya yang juga salah satu korban yang sudah mendaftar sejak 2015 dan melakukan pembayaran hingga Desember 2017 telah mengalami kerugian hingga total 75 juta dan belum menerima cek sama sekali.

Seluruh korban berharap, permasalahan tersebut dapat segera terselesaikan dengan baik dan apabila hunian tersebut benar benar tidak terealisasi mereka menuntut agar uangnya dapat dikembalikan secara utuh.  (amel/fud)

Read 475 times Last modified on Senin, 12 Maret 2018 13:47

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

4577027
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
1204
2334
54128
4577027

Your IP: 54.81.76.247
Server Time: 2018-07-16 11:26:53