Wabup Sidoarjo Sidak Ruang IGD RSUD Sidoarjo

0
127
Wakil Bupati Sidoarjo ketika melakukan sidak di ruang IGD RSUD Sidoarjo, Senin (11/3).

Suaramandiri .com (Sidoarjo)   – Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syafuddin, SH., melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo, Senin 11/3.

Sidak dilakukan, karena sebelumnya ada laporan bahwa jumlah pasien yang ada di bagian IGD sudah over load (melebihi kapasitas).

Dr. Atok Irawan menyampaikan bahwa seperti yang terjadi saat ini terhitung mulai bulan Januari, dalam satu hari jumlah pasien yang ditangani kurang lebih 200 orang pasien dan belum mendapatkan kamar.

Sehingga sejumlah 58 pasien harus ditempatkan di ruang yang seharusnya digunakan untuk ruang HCU (high care Unit).

Sehingga terpaksa digunakan untuk ruang rawat Inap, sedangkan ruang IGD Lt. 1 sendiri masih tersisa pasien yang masih menunggu ruang rawat inap, bahkan sampai ada dalam satu tempat tidur terpaksa ada dua pasien anak-anak.

Selain cuaca yang ekstrem dan tidak menentu sehingga banyak sekali pasien, hal ini disebabkan juga karena lebih meningkatnya kesadaran serta kepedulian masyarakat akan kesehatan, khususnya yang menggunakan BPJS, sehingga apabila terasa sakit sedikit sudah berobat ke rumah sakit.

“Kepada pihak Rumah Sakit jangan sampai menolak pasien, pasien yang datang harus tetap diterima dan harus tetap diberikan perawatan walaupun belum mendapatkan kamar untuk menginap,” ucap cak Nur sapaan akrab Wabup Sidoarjo.

Disamping itu Wakil Bupati juga menyampaikan sudah waktunya untuk membuka Rumah Sakit Umum baru khususnya di wilayah barat yang sudah masuk dalam RPJMD dan harus diwujudkan.

“Karena masyarakat ingin rumah sakit di wilayah barat itu berdiri dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat, serta harapan kedepan untuk Puskesmas yang sudah bagus untuk dtingkatkan lagi greatnya kalau perlu dijadikan Rumah Sakit dengan predikat D seperti Puskesmas Taman, Waru dan Sukodono untuk di perluas lagi, juga untuk fasilitasnya ditambah, serta tenaga medisnya sehingga di Puskesmas tersebut bisa menerima pasien rawat inap,” terang Wabup.

Di dalam IGD terbagi dalam beberapa zona, zona hijau kuning dan merah.

Di mana zona merah merupakan untuk pasien yg dalam keadaan gawat darurat dan sudah disiapkan tujuh kamar dan kondisinya sudah penuh semua.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo, dr. Atok Irawan menyampaikan Rumah Sakit Umum sudah berupaya untuk melayani pasien dengan baik dengan telah tersedianya tempat tidur sebanyak 710 Bed untuk pasien rawat inap dan semua sudah terisi dengan harapan nantinya pasien yang ditampung sementara di IGD dapat dipindahkan atau menempati ruangan yang pasiennya sudah sembuh atau sudah pulang

“Di Rumah Sakit Swasta jika keadaan kamar rawat inap sudah penuh pihak rumah sakit bisa menyarankan untuk rawat jalan, akan tetapi di RSUD Sidoarjo tetap harus menampung pasien yang membutuhkan rawat inap, dan hal ini juga karena permintaan pasien yang ingin dirawat inap di RSU Sidoarjo, jadi rumah sakit tidak mungkin bisa menolak sehingga upaya dari RSU adalah tetap menerima pasien bagaimanapun kondisi Rumah Sakit yang sudah overload dengan menambah SDM Tenaga Medis bahkan sampai perawat dan dokter harus terus siaga, juga untuk logistic obat-obatan juga ditingkatkan,” tambahnya

Kapasitan di IGD sendiri seharusnya diisi dengan 50 orang pasien, yang pada kenyataanya harus menampung kurang lebih 133 pasien dan sudah tidak mungkin untuk ditambah lagi jumlah tempat tidurnya karena akan menggangu mobilisasi dari tenaga medis yang memberikan perawatan dan tindakan medis.

Editor : Tiaz
Publish: Hery Setia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here