Ulasan Film: Bennett’s War: Pahlawan Negara dan Keluarga

0
13

Hollywood (suaramandiri.com) – Sementara banyak orang di luar sana mungkin telah mendengar tentang Pat Tillman, pemuda yang memilih untuk bergabung dengan Angkatan Darat AS da-ripada karirnya sebagai pesepak bola profesional yang menjanjikan, dan terbunuh oleh tembakan di medan perang, saya menduga bahwa hanya sedikit yang pernah mendengar tentang Tomas Young.

Young bergabung dengan militer tepat setelah serangan 9/11 untuk membalas dendam terhadap mereka yang menyebabkan serangan. Hanya lima hari setelah Young di tugaskan di Irak, dia ditembak di tulang belakang dan lumpuh dari dada ke bawah. Kemudian, ia menjadi pemrotes perang yang mengkritik Perang Irak.

Semua peristiwa ini diliput dalam sebuah film dokumenter yang disutradarai oleh Phil Donahue dan Ellen Spiro yang disebut “Body of War”.

Ketika saya pertama kali mendengar tentang film baru sutradara Alex Ranari-velo (“American Wrestler: The Wizard”) tentang seorang prajurit muda yang pulang dari tugasnya di luar negeri setelah men-derita cedera yang berpotensi melemahkannya, saya langsung ingin melihatnya. Saya berharap itu akan menjadi film biografi yang didasarkan pada seorang prajurit sebenarnya dan bertanya-tanya apakah itu mungkin tentang Young.

Film Ranarivelo “Bennett’s War” memang tentang seorang veteran yang terluka dan kembali ke rumahnya, tetapi ini tidak didasarkan pada kisah kehidupan nyata mana pun. Namun, setelah menonton film, saya percaya itu bisa menjadi kisah nyata, karena banyak yang menghadapi keadaan yang sama ketika kembali ke rumah.

Karakter sentral film ini adalah Marshall Bennett (Michael Roark, “Beauty and the Beast”), seorang sersan muda Angkatan Darat AS yang bertugas dengan Unit Motor Operasi Khusus di medan perang Afghanistan. Dengan patriotisme yang kuat mengikuti alur dari cerita, adegan pembuka menggambarkan Bennett dan rekannya Riley (Michael King) yang sedang di medan perang melakukan tugas mereka.

Perlu kita ketahui bahwa Bennett memiliki pengalaman sebagai pebalap motorcross pro, tetapi dia sekarang melakukan tugasnya dan melayani negara.

Selama tembak-menembak yang sa-ngat intens, Bennett dan Riley terkena ledakan dari alat peledak rakitan dan terluka parah. Keduanya berakhir di rumah sakit militer, tempat Bennett mengetahui bahwa karena cedera punggung dan kakinya, hari-harinya sebagai prajurit berakhir dan mungkin juga sebagai motorcross.

Berita itu sangat mengejutkan bagi Bennett. Istrinya di California, Sophie (Allison Paige), baru saja melahirkan anak pertama mereka, dan sekarang sumber penghasilan utamanya dalam bahaya.

Setahun berlalu dan Bennett bersama istri dan putranya tinggal di pertanian keluarga tempat ayahnya (Trace Adkins) yang dalam kesulitan membayar hipotek. Untuk sementara, Bennett bekerja untuk Cyrus (Ali Afshar) memperbaiki sepeda motor. Namun seiring berjalannya waktu, hasratnya untuk balap kembali menyala.

Hanya ada satu masalah, kakinya masih dalam perbaikan, dan jika tidak sembuh dengan benar, ia bisa berakhir menjadi cacat permanen. Selain itu, istrinya tidak ingin dia balapan lagi, sehingga impiannya untuk bersaing tampak tidak realistis.

Bersamaan itu seorang bintang motorcross muda yang sedang naik daun memulai debutnya sebagai crosser lokal, yang mengancam akan membuat karir Bennett hanya tinggal cerita, ditambah dengan fakta bahwa orang tuanya menghadapi ancaman kehilangan pertanian keluarga, adalah tantangan terakhirnya. Dalam sebuah adegan yang penuh dengan machoism (adegan yang menunjukkan kejantanan) yang mencengkeram rahang, Bennett mengendarai sepeda motornya yang sudah tua dan bagus itu mencoba mengujinya sekaligus kakinya yang terluka, untuk diuji di jalan pedesaan yang berdebu. Saat kakinya mengangkat, tidak ada yang patah, jadi sepertinya dia memang memiliki kesempatan.

Akankah Bennett dapat membujuk istrinya untuk merestui dan mendukungnya dalam balap motor yang menentukan? Apakah dia akan mampu menghadapi tantangan dan mengatasi crosser baru yang lebih muda di kota? Dan yang paling pen-ting, akankah kakinya bertahan? (tanpa gangguan.) Sisa film ini menjawab perta-nyaan-pertanyaan mendesak ini dengan cara yang cukup meyakinkan.

Meskipun ini jelas bukan film indie yang digerakkan dengan menggunakan karakter, akting dan arahnya. Film ini berhasil menyampaikan keadaan keputusasaan Bennett. Itu memang memiliki saat-saat schlocky (tidak bermutu/murahan) tetapi tidak pernah berubah menjadi sappiness (sesuatu kebodohan) murni.

Dan meskipun adegan militer sangat tidak meyakinkan (para produser jelas tidak mempekerjakan konsultan militer), motorcross itu sangat mendalam dan kuat. Saya hanya berharap akan ada sedikit lebih ba-nyak pengembangan karakter.

“Bennett’s War” adalah film bersuasana baik yang layak, dan menarik bagi seluruh keluarga. Meskipun tidak terlalu inovatif, Anda dapat merasa bahwa film ini memiliki hati di tempat yang tepat, dan itu cukup baik untuk saya.

Bennett’s War
Sutradara: Alex Ranarivelo
Pemain: Michael Roark, Trace Adkins, Ali Afshar
Peringkat: PG-13
Durasi: 1 jam, 34 menit
Rilis : 30 Agustus
Rating: 3.5 dari 5

(Ian Kane/ET/wu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here