roduksi Kapal Lokal Tahun 2018 Turun Sebesar 10 Persen

0
134

Suaramandiri .com  (Surabaya)-  Secara nasional, perusahaan galangan kapal mengalami penurunan produksi kapal sebesar 10 persen selama tahun 2018, akibat adanya perubahan peraturan dari pemerintah, terutama pemberhentian proyek pembangunan sebanyak 2.500 unit kapal yang direncanakan pemerintah.

Yance Gunawan, Eng.Dipl, Direktur Utama PT.Duta Marine Shippyard (Dumas) Tanjung Perak, Surabaya  antara lain mengungkapkan, berhentinya proyek pembangunan 2.500 unit kapal itu sangat disayangkan pihaknya, sebab sejumlah perusahaan galangan kapal seluruh Indonesia sudah siap dengan produk-produk penunjang proyek tersebut.

Dikatakannya, sebenarnya perusahaan galangan kapal lokal sudah banyak yang tergugah adanya proyek itu, sampai perusahaan asing pun datang di Indonesia untuk menawarkan barang-barangnya seperti Jepang, Inggris, Korea, Jerman, Skandinavia dan China.

“Proyek itu sebenarnya merupakan langkah maju dalam mendukung program Tol Laut yang diciptakan pemerintahan Jokowi. Cuman disini menteri-menteri terkait yang tak mau meneruskan proyek tersebut”, ujar Yance pada beberapa wartawan di sela-sela gebyar ulang tahun PT.Dumas ke-46 pada Sabtu pagi (19/01) di Jl.Nilam Barat Surabay.

Pemberhentian proyek raksasa di bidang maritime tersebut, Yance menduga terhentinya menjelang Pemilu yang lalu. “Dampkanya sangat besar bagi perusahaan galanagan kapal lokal dan saat ini mereka mengalami kelesuan order “, ungkap ketua IPERINDO Jatim tersebut.

Produksi kapal dari PT.Dumas sendiri tahun lalu sebanyak 21 unit semua kebutuhan lokal, dan Yance mengaku tidak mengadakan ekspor lagi . “Ukuran lesunya produksi bisa dilihat dari jumlah karyawan dan keluarganya yang hadir dalam acara Ultah ini sekitar 1000-an orang. Kalau tahun-tahun lalu bisa mencapai 2000-an orang”, papar Yance seraya mengangkat es krim putar Armoj yang dipesan Dumas dalam acara gebyar Ultah tersebut. (Akrab/Fud)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here