Ratusan Warga Lumajang Tertipu Investasi Bodong

0
23
Kapolres Lumajang AKBP M. Arsal Sahban

Suaramandiri .com (Lumajang)    – Perkembangan zaman yang semakin lama semakin maju, mau tidak mau juga membuat berbagai kebutuhan terus meningkat.

Hal ini pula lah yang menyebabkan banyak orang ingin menghasilkan uang dengan cara yang cepat, salah satunya dengan cara berinvestasi.

Peluang tersebut pula yang banyak dimanfaatkan orang tak bertanggung jawab untuk mengeruk uang korban nya.

Seperti yang terjadi beberapa hari lalu, di Mapolres Lumajang dimana puluhan ibu-ibu mengadukan investasi yang mereka ikuti ternyata adalah investasi bodong.

Mereka mengaku telah menanam investasi puluhan hingga ratusan juta Rupiah melalui CV Permata Bunda milik Umi Salmah (50), warga Desa Sentul Kecamatan Sumbersuko Kabupaten Lumajang.

Diperkirakan total dana yang mereka kumpulkan mencapai lebih dari Rp
500 milyar.

Namun demikian ternyata sang pemilik investasi tersebut tiba-tiba kabur dan membawa uang anggotanya.

Suryani, sebagai salah satu ketua kelompok mengatakan uangnya yang telah masuk kedalam investasi ini sebesar Rp 83 juta.

“Saya sudah investasikan dana saya Rp 83 juta. Awalnya memang sangat lancar penarikan dana kami, tapi sudah satu tahun ini tidak bisa lagi kami tarik. janjinya agar bersabar dan pasti akan dikembalikan. tapi kami tunggu sudah satu tahun ini, tidak ada pengembalian sama sekali. Kami awalnya tidak mau laporan, karena katanya kalau laporan ke Polisi, uang tidak akan dikembalikan. tapi setelah sekian lama kami tunggu, Umi Salma tidak menepati janjinya, bahkan keberadaannya pun kami tidak tahu dimana,” ujar Suryani.

Cara penarikan dananya terang Suryani, dengan membentuk ketua group.

Total ada 143 ketua grup. Tiap ketua memiliki anggota 80 hingga 150 orang nasabah.

Para ketua inilah yang mengajak dan menarik dana nasabah, yang kemudian di setorkan kepada CV Permata Bunda.

Ada anggota yang ikut dalam Tahara (Tabungan Hari Raya) sebesar satu juta rupiah akan mendapatkan pembagian gula sebanyak lima kilogram saat Hari Raya dan berlaku kelipatan.

“Untuk saya sendiri sebagai ketua kelompok, akan mendapatkan uang seratus ribu rupiah setiap kali anggota saya menanamkan investasi sebanyak Rp 10 juta,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa ada pula tabungan pribadi yang bisa dipilih oleh calon anggota.

“CV Permata Bunda juga melayani investasi pribadi, dimana setiap anggota yang menabung sebesar satu juta rupiah, akan langsung mendapatkan bunga sebesar tiga puluh ribu rupiah. Tiga puluh ribu rupiah ini akan dibagi dua menjadi lima belas ribu rupiah untuk anggota serta lima belas ribu lagi untuk ketua kelompok,” lanjut Suryani.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban menjelaskan bahwa pihaknya akan mengungkap tuntas kasus ini.

“Kami akan ungkap kasus ini. Kasihan orang-orang kecil yang menjadi korban investasi bodong. Langkah awal, kami akan inventarisir berapa total kerugian korban dan berapa jumlah nasabah seluruhnya. Pengakuan sementara para korban kerugian sampai Rp 500 milliar. Tapi informasi ini belum valid,” ujar Arsal

Lebih lanjut, pria lulusan Akademi Kepolisian tahun 1998 ini memberikan imbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih investasi.

“Saya imbau kepada masyarakat untuk hati-hati dalam berinvestasi. Kenali benar perusahaan yang menawarkan investasi. Bila bunganya terlalu tinggi, anda patut curiga. Tujuan pelaku memberikan imbal hasil yang tinggi supaya banyak peminat, dan pada saat uang sudah terkumpul banyak, pelaku akan melarikan diri. Pada saat pelaku melarikan diri, umumnya korban baru menyadari kalau mereka kena tipu dan baru melaporkan ke pihak kepolisian,” ujar Arsal.

Lebih lanjut dijelaskam Arsal ada kemungkinan dalam investasi ini, menganut sistem Ponzi atau lebih mudahnya sistem gali lubang tutup lubang dimana si pengelola investasi memutarkan uang yang diperoleh dari anggota baru untuk selanjutnya dibagikan sebagai komisi kepada anggota lama.

Pelaku sendiri akan membangun public trust sehingga masyarakat akan berbondong bondong menginvestasikan uangnya.

“Namun saat dikira pelaku di titik puncak investasi, maka pelaku akan membawa kabur uang tersebut,” terang Arsal.

“Sistem Ponzi sendiri sudah sering sekali ditemukan di belahan dunia, seperti pernah terjadi kasus besar di Liberia serta di Singapura. Sistemnya juga berbeda dengan MLM (Multi Level Marketing), sehingga calon anggotanya tak menyadari bahwa investasi yang ia ikuti adalah investasi bodong,” ungkap beliau.

Ditengah tingginya minat berinvestasi tersebut, tiba-tiba ada beberapa orang yang ingin menarik uang investasinya.

Dari sinilah permasalahan dimulai, dimana Umi Salmah tiba-tiba menghilang dari rumahnya yang berada di Kecamatan Sumbersuko.

Para anggota pun langsung beramai-ramai mempertanyakan kejelasan investasinya tersebut ke ketua kelompok mereka masing masing.

Akhirnya para ketua grup pun beramai- ramai menyelamatkan diri ke Mapolres Lumajang dan melaporkan Umi Salmah ke Tim Cobra Polres Lumajang.  ( Hery Setia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here