Prof Alikodra : Pembunuh Satwa Liar Miliki Moral yang Tidak Baik

0
159
Profesor Alikodra, Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB (Foto dok : wwf.or.id)
 Suaramandiri .com (Surabaya) – Prof.DR. Hadi. S. Alikodra menyambut baik workshop bertema “Mitigasi Konflik Manusia dan Satwa Liar Melalui Upaya Pencegahan di Sekitar Habitat Satwa Liar” yang digelar Selasa 19 Maret 2019 mendatang bertempat di gedung Manggala Wanabakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Alikodra, begitu akrab disapa, selaku Keynote Speech dalam workshop itu menilai acara yang diprakarsai tiga organisasi, yaitu IWF (The Indonesian Wildlife Conservation Foundation), YSWJ (Yayasan Sarana Wana Jaya), dan APHI (Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia) sangat bagus, sebab topik ini sudah sekian lama tidak dibicarakan.
“Pembahasan konflik antara manusia dan satwa liar dianggap kurang seru. Karena konflik antara manusia dan satwa liar semakin berkurang dari tahun ke tahun. Yang membuat semangat lagi para lembaga konservasi bersuara disebabkan semakin banyaknya pembunuhan terhadap satwa liar yang dilindungi. Contohnya, pembunuhan orang utan di Aceh dan di Barito,” ucap Alikodra melalui sambungan suara WhatsApp, Sabtu (16/03).
Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB ini menerangkan, satwa liar yang dibunuh di area perkebunan motifnya karena pelaku merasa terganggu dengan kehadiran satwa liar tersebut. Namun Alikodra memastikan, semua pelaku pembunuhan terhadap satwa liar memiliki moral yang tidak baik.
Ia menginginkan Pemerintah harus pro aktif sosialiasi kepada masyarakat mengenai dampak hukum yang harus diterima berupa kurungan penjara ditambah denda apabila membunuh satwa liar yang dilindungi.
“Semoga nantinya bisa dibuat sistem berupa pembuatan koridor. Sehingga satwa liar bisa bergerak dan berpindah tanpa ada gangguan,” harapnya. (Yudha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here