Premiere School of Ballet Ajak Anak YPAC Menari Bersama Awali Pementasan ‘The Red Shoes’

0
40

Surabaya (suarmandiri.com) – Masih dalam semangat kemerdekaan 17 Agustus, Ciputra Hall bekerja sama dengan Premiere School of Ballet (PsoB) pimpinan Sylvi Panggawean. ST, ARAD. RAD (TC), unjuk kebolehan seteIah para siswanya melewati ujian ballet beberapa waktu lalu. PsoB telah mempersiapkan pergelaran tari ballet ‘The Red Shoes“ yang diselenggarakan pada  6 September 2019 di gedung Ciputra Hall Performing Arts Centre Surabaya.

Ini kali Ciputra Hall dan Premiere School of Ballet mengundang YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) Surabaya tidak hanya sebagai penonton naja, namun juga keikutsertaan anak-anak YPAC berkolaborasi mempersembahkan 3 nomor tari dan lagu. Melalui kolaborasi ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak YPAC dan salung menginspirasi. memotivasi semangat satu dengan yang lain serta mengulurkan tangan dan sedikit membantu untuk kelangsungan pengembangan pembinaan di YPAC Surabaya. Selain tarian pembuka dan’ YPAC Surabaya. ada juga penampilan capoeira dari Kane Dance Studio Malang dan hip hop dari First Move Crew Surabaya.

Tampilan utama ‘The Red Shoes“ kami adaptasikan dari penulis terkenal Hans Christian Anderson. PsoB mengemas cerita ini hingga menjadi tarian ballet full selama 80 menit. Dikoreografi oleh Sylvi Panggawean. ST, ARAD. RAD (TC) dan Lie Chen, RAD (T C). tan’an ini akan ditampilkan oleh sekitar 125 murid mulai usia 3 tahun sampai dewasa. Dengan pemeran mama Sheny yaitu Melisa Sugianto. S.Si, ARAD (24 tahun). dan Kevin yang diperankan oleh Michael Wuradinata (17 tahun). Penari-penari Premiere School of Baliet akan membius penonton dengan kelincahan penampilan dan kernampuan balet mereka dengan balutan kostum yang apik.

Sinopsis:

Hiduplah sekelompok gypsy yang suka berkelana. Walaupun nomaden, hidup mereka sungguh bahagia dipenuhi canda tawa dan tari-tarian. Sherry dan kelompoknya berkelana ke Perencis untuk menghadiri Festival Gypsy. Sesampainya di lernbah ci luar kota Paris. kelompok gypsy yang lelah ini pun tedelap. Tengah malam‚ beberapa tikus liar mencuri makanan yang tersisa. Namun usaha mereka digagalkan oleh tikus sahabat Sherry. Pagi hari pun tiba. Sekelompok pemuda gypsy tak dikenal yang dipimpin oleh Kevin datang menghampiri kelompok gypsy Sherry. Mereka saling berkenalan dan cinta tumbuh di hati Sherry dan Kevin. Sebagai tanda cinta, Kevin memben’ hadiah sirkam untuk Sherry. Ayah Sherry meminta anaknya untuk mengirimkan pita-pita sepatu penari ke Royal Theatre. Sherry pun berangkat.

Sesampainya di Royal Theatre yang megah, Sherry masuk pedahan-lahan dan tak sengaja menemukan studio ballet‚ dimana Martina. penari nomor satu di Royal Theatre, sedang bedatih. Martina yang menyadari kehadiran Sherry pun marah. Tiba-tiba datanglah pemilik Royal Theatre yang sangat menyayangi Martina. Melihat Sheny hendak keluar studio. sang pemilik menyuruh Sherry untuk menari dan memberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam audisi pementasan ‘Swan Lake“ beherapa hari mendatang. Sherry mengiyakan permintaan tembut dan meninggalkan Royal Theatre. Dalam pedalanan pulang, Sherry meiewati sebuah toko sepatu ballet. Rasa penasaran membawanya masuk. Disanalah terpajang point shoes merah yang memikat Shaw. Si pemilik toko membolehkan Sherry untuk memiliki sepatu itu, asalkan Sheny menyerahkan sirkam yang dipakainya. Dengan rendah hati, Sheny menolak tawaran tersebut, dan meninggalkan toko untuk segera kembali merayakan Festival Gypsy.

Hari audisi Sherry untuk menjadi bagian dari Royal Theatre telah tiba. Berangkatlah Sherry ke kota. Melihat bakat terpendam Sheny dan diten’malah ia menjadi penan’ di Royal Theatre. Pemilik Royal Theatre menasehati bahwa menari harus menjadi prioritas utama mereka, bukan bersenang-senang, apalagi mencari jodoh. Kevin yang datang untuk memberi kejutan kepada Sherny pun tak sengaja mendengarkan kalimat tersebut. Terlebih lagi, Sherry menyetujuinya. Kecewa‚ Kevin meninggalkan sebuket bunga yang dibawanya dan lari meninggalkan Royal Theatre hingga Sherry tak bisa mengejarnya lagi.

Sherry pun menghabiskan waktunya untuk berlatih dan berlatih. Letih dan kelaparan, Sherry tertidur di ruang latihan. Tikus sahabat Sherry merasa iba‚ sehingga mereka membawakannya makanan yang sebenamya adalah milik Martina. Melihat Sherry melahap makanan miliknya, Martina marah besar terhadap Sherry.

Jengkel atas kesombongan Martina, tikus sahabat Sherry mengganggu Martina yang sedang berlatih. Melihat tikus berlarian membuatnya terkejut dan jatuh seketika hingga kakinya terkilir. Pemilik Royal Theatre dan Sherry berusaha membantu Martina, namun cederanya begüu parah, sehingga tidak mungkin Martina bisa menarikan peran Odette dalam waktu dekat. Tak disangka, Sheny ditunjuk untuk menggantikan posisi Martina.

Sepulang berlatih. Sherry melewati toko sepatu ballet yang pemah dikunjunginya. Namun kali ini, Sherry bertekat bulat untuk menukarkan sirkamnya untuk mendapatkan point shoes bemama merah‚ yang konon dipermyai bahwa pemakainya pasti dapat menari dengan begitu indah.

Hari pementasan pun tiba. Sherry mengenakan red shoes miliknya dan temyata benar, seluruh penonton bersorak gembira karena Sherry menari dengan sangat baik. Ketika sedang merayakan kesuksesan pementasan perdana Sherry, muncullah suatu kendala aneh. Sherry tidak bisa mengendalikan red shoes dari kakinya. Anehnya lagi, sepatu ini seperti memerintahkan Sherry untuk menari tanpa henti. Tidak ada satu pun orang yang bisa membantu Sherry melepaskan sepatu tersebut. Sherry pun terus menari hingga keluar dari gedung Royal Theatre, menelusuri jalan raya, hutan-hutan, hingga sampailah di Iembah dimana Kevin sedang berada. Kelelahan, Sherry meminta bantuan Kevin. Karena kekuatan cintalah, red shoes akhimya tedepas.

Sheny berterima kasih kepada Kevin dan meminta maaf karena telah mengabaikannya selama ini. Mereka pun bersatu kembali. Anggota-anggota gypsy lainnya pun merayakan kedatangan dan bersatunya Sherry dan kevin dengan gembira.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here