Permohonan Izin Tangkar Bintang Terang Terus Berproses

0
114
David Rachmat (Berkemeja Batik Biru) Ditemui Nandang Prihadi, Kepala BBKSDA Jatim di Ruang Kerjanya (Foto : dokumen pribadi David Rachmat)
Suaramandiri .com (Surabaya) – Keterangan Niken, PNS (Pegawai Negeri Sipil) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) selaku ahli yang didatangkan JPU (Jaksa Penuntut Umum) Akbar Wicaksana dalam perkara satwa ilegal dengan terdakwa Lauw Djin Ai alias Kristin (59) di PN Jember menyulut kontroversi. Sebab, Niken secara tegas menyatakan izin tangkar CV Bintang Terang yang mati sejak tahun 2015 bukan persoalan administrasi, tetapi sudah masuk pidana
Menyikapi keterangan Niken itu, Kristin memberikan mandat kepada kerabatnya yakni David Rachmat untuk segera mengurus izin tangkar CV Bintang Terang. David Rachmat tidak menampik tujuan Kristin memintanya segera mengurus izin tangkar CV Bintang Terang selain sebagai legalitas yang harus dipenuhi, juga untuk membuktikan perkara yang sedang membelit Kristin selaku Direktur CV Bintang Terang tersebut hanyalah persoalan administrasi saja bukanlah sesuatu pidana.
“Kalau CV Bintang Terang dianggap melanggar hukum atau mempunyai track record buruk, pasti surat permohonan perpanjangan izin tangkar yang kita ajukan ditolak KLHK cq Ditjen KSDAE (Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya). Buktinya, saya yang langsung menghadap bapak Wiratno, Dirjen KSDAE di Jakarta, Selasa (19/03) untuk mengajukan surat permohonan perpanjangan izin tangkar CV Bintang Terang mendapat respon yang sangat baik. Beliau (maksudnya, Wiratno, red) meminta ajudan mengarahkan saya ke bidang hukum agar surat permohonan izin tangkar yang saya ajukan tersebut bisa ditindak lanjuti. Tidak lama kemudian terbit NIB (Nomer Induk Berusaha) disusul Izin Penangkaran Tumbuhan dan Satwa Liar yang belum berlaku efektif atas nama CV Bintang Terang,” bebernya pada awak media ini, Kamis (21/03).
Selanjutnya David Rachmat menerangkan, jika permohonan izin tangkar CV Bintang Terang sekarang sedang berproses di BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam) Jatim. Ia mengatakan sudah menyerahkan proposal permohonan izin penangkaran burung paruh bengkok CV Bintang Terang dilindungi generasi kedua dan generasi berikutnya serta tidak dilindungi UU termasuk Appendiks Cites kepada Kepala BBKSDA Jatim, Nandang Prihadi, Kamis (21/03).
“Bapak Nandang kerjanya baik dan cepat. Beliau (maksudnya Nandang, red) langsung menyerahkan proposal kita kepada bapak Hartoyo selaku Kabid Teknis. Selanjutnya CV Bintang Terang diminta melengkapi persyaratan diantaranya, akta notaris pendirian CV Bintang Terang, izin gangguan, NPWP perusahaan beserta Direkturnya, dan NIB dikirim online melalui aplikasi SIMPLIK BBKSDA Jatim. Biaya permohonan izin tangkar yang kita ajukan gratis. Bahkan bapak Nandang sampai berpesan apabila ada anak buahnya yang meminta uang segera lapor pada dirinya,” ucapnya.
Ia secara terbuka memohon maaf apabila sampai sekarang CV Bintang Terang belum tertib administrasi. David Rachmat juga memohon kedepannya CV Bintang Terang senantiasa dibina dan dibimbing BBSKDA Jatim.
“Ibu Kristin saya pastikan peduli terhadap kelestarian satwa dilindungi, khususnya burung paruh bengkok endemik Indonesia. Perlu saya sampaikan kepada publik,  bahwa ibu Kristin menangkarkan burung paruh bengkok endemik Indonesia sudah sekitar 15 tahunan. Semoga niat baik dan kerja keras beliau itu diapresiasi dengan baik oleh negara,” tegasnya.
BBSKDA Jatim, Nandang Prihadi sewaktu dikonfirmasi soal permohonan izin tangkar CV Bintang Terang, Jumat (22/03) menjawab pengajuan perizinan dilakukan secara online.
“Ke simplik.bbksda.jatim. jadi hard copy sudah kita tinggalkan. Pemohon tinggal upload dokumen dokumen yang dibutuhkan ke simplik. Kalau pemohon menyampaikan berkas hardcopy permohonan ke kantor tetap diarahkan untuk memprosesnya melalui simplik,” tandasnya. (Yudha/fud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here