Maqdar Abdulloh, Politisi Muda Asal Sidoresmo Giat Bangun Kerukunan Umat Beragama & Menangkal Hoax di Surabaya

0
201
KH Masjkur Hasjim bersama Gus Maqdar (kanan).

Suara Mandiri.com (Surabaya) – Tampilnya para politisi muda pada Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang merupakan fenomena bahwa regenerasi di ranah politik berlangsung seiring dengan booming penduduk usia produktif di Indonesia. Masing-masing membawa visi dan misi yang berorientasi pada hajat hidup masyarakat banyak. Tak terkecuali Maqdar Abdulloh Tirtokusumo. Calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan nomor urut 3. Bertahun-tahun politisi kelahiran Sidoresmo ini aktif di berbagai forum lintas agama. Membawa misi, perbedaan agama atau keyakinan tidak boleh menjadi faktor pemecah belah warga Surabaya. “Adanya perbedaan itu sekaligus menjadi bukti bahwa kita mampu bersama-sama menjaga dan menciptakan kondisi yang aman, stabil serta tenteram bagi seluruh warga kota,” ungkapnya beberapa waktu lalu, di sela pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) di kawasan Bendul Merisi.

Gus Maqdar memang tak segan-segan menyampaikan pencerahan ke berbagai kalangan terkait dengan nuansa perbedaan, khususnya yang berpotensi menimbulkan keresahan. Baginya, dialog dan diskusi menjadi sarana untuk membangun kesadaran kerukunan umat. Bahkan tak jarang ia berdebat cukup tajam dalam menyampaikan akidah dengan pihak yang bersikeras mempertahankan sikap dan perilakunya. “Saya tunjukkan pada mereka dalil-dalilnya yang benar. Baru setelah itu akan timbul kesadaran bahwa kita ini hidup bersama kelompok lain yang berbeda,” ujar alumnus An-Najiyah Sidosermo ini. Lantaran kiprahnya tersebut, Dulloh –panggilan akrabnya—juga kerap diundang untuk mengisi acara pada  moment-moment yang diselenggarakan para pemeluk berbagai agama. Daerah Pemilihan (Dapil) 3 yang meliputi Kecamatan Wonocolo, Rungkut, Tenggilis Mejoyo, Sukolilo, Gunung Anyar, Mulyorejo dan Bulak adalah wilayah konstituennya.

Hoax dan fitnah yang menjelang Pemilihan Presiden (Pemilihan Presiden) dan Pemilihan Legislatif (Pileg)  ini marak, juga menjadi fokus sorotannya. Maqdar Abdulloh yang mendapat dukungan penuh dari politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Timur K.H Masjkur Hasjim ini tampil menyampaikan berbagai informasi yang benar dalam rangka menangkal hoax dan fitnah. Ajakannya kepada masyarakat, “Marilah kita berpartisipasi dalam Pilpres maupun Pemilu ini secara bermartabat. Berkontestasi dengan cara yang terhormat.”

Lebih jauh disampaikan, masyarakat dihimbau untuk memilih atau tidak memilih karena adanya fitnah atau ujaran kebencian, tetapi memilihlah berdasarkan pengetahuan. Sebagai warga nahdliyyin, kita tahu bahwa hoax atau ghibah itu dilarang dalam ajaran Islam. Di sisi lain, setiap partai politik memiliki nuansa yang khas sehingga kami ikut bertanggung jawab dalam membangun kehidupan keagamaan. Konstituen juga wajib tahu dan mengenali partai politik serta masing-masing calon legislatifnya.

Pada kesempatan sosialisasi Ta’aruf Pengajian yang diselenggarakan Al-Mukarrom Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim SH (Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet) untuk kemenangan PPP dan Gus Habib atau Habibburochman SE –Caleg DPR RI Surabaya–Sidoarjo— ia pun ikut melaksanakan arahan ijazah Sholat Hajat.

Sebagai generasi muda yang hidup di abad milenial, Maqdar Abdulloh Tirtokusumo berpendapat, Pemilu 2019 merupakan upaya untuk membangun infrastruktur negara yang bersifat mutlak. Karenanya, memilih pemimpin pada era mendatang akan sangat menentukan bagi perjalanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai negara demokrasi yang berasaskan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. “Bukan sebagai negara khilafah yang selama ini banyak dikemukakan beberapa Organisasi Masyarakat (Ormas),” tegasnya. (iwan / mahfud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here