KSB GELAR PEKAN ENVIRONMENT DAY

0
93
Suaramandiri .com (Surabaya)  -Untuk diketahui, tahun 2030, Indonesia berkomitmen di dunia International untuk menurunkan Emisi Karbonnya sampai 29%.
“Dan kita semua sangat perlu mengerti dan mendukungnya. Bukan buat prestasi, bukan…. tapi untuk kelangsungan kehidupan itu sendiri,” papar Founder Komunitas Sahabat Bumi (KSB), Sabtu (29/07/2019).
Berangkat dari pemahaman tersebut, KSB akan menggelar Pekan Enviromental Day pada tanggal 1-7 Juli bertempat di Sport Center Perumahan Delta Sari Indah Sidoarjo.
Acara tersebut diawali dengan seminar yang mengundang stake holder terkait, hingga tingkat RW2, untuk menyamakan paradigma persampahan di Indonesia.
“Bahwa masalah sisa konsumsi ini tidak bisa dilakukan secara parsial, harus saling sinergi, integrated semuanya… layaknya gear yang saling bekerja sama, muter semuanya bebarengan…
dan sangat bisa kita mencapai kondisi ZERO TO LANDFILL (tidak membuang lagi sampah ke TPA), kaerna semuanya habis dikelola,” jelas Mumun, sapaan akrab alumni Fisip Unair ini.
Pada seminar ini, lanjut Mumun, kami akan memperkenalkan satu teknologi baru yang mampu mengolah sisa konsumsi organik dalam hitungan jam… 1 jam sudah mampu menghasilkan media tanam siap pakai atau pakan siap pakai.
“Teknologi ini mungkin akan menjadi sesuatu…sesuatu yang berharga… sesuatu yang menggemparkan dunia persampahan. Bahkan oleh orang terdekat saya, teknologi ini masih dianggap sulapan, impossible.. tapi nyatanya sudah berhasil, sudah diaplikasikan, sudah proven,” tegasnya.
Selain itu, sejumlah workshop diadakan, dengan semangat membangun pola konsumsi yang lebih ramah lingkungan. Meminimalkan adanya jejak karbon yang membahayakan bumi di kemudian hari.
Bazaar dan garage sale sengaja diadakan untuk mendatangkan keramaian. Semua orang harus melihat sejumlah foto2 kondisi sampah di lautan, di TPA yang nanti akan di pajang di lokasi.
Garage sale ini juga diadakan untuk membiasakan orang menghilangkan gengsi membeli barang second, karena itu upaya menunda umur barang, agar tak segera menjadi sampah.
Tak hanya untuk orang dewasa, acara ini juga menghadirkan Kids corner. Ada teman-teman dari Kampung Dolanan yang akan menemani anak-anak bermain, mengenal kembali permainan tradisional.
“Jadi tidak membiarkan anak-anak kita terpapar gadget tanpa ada penyeimbangnya.
Juga ada lomba mewarnai dari bahan alami, dan beberapa lomba lainnya.
Masih untuk anak-anak, juga ada workshop, jadi mereka bisa berkarya, mumpung liburan,” imbuh Mumun.
Nah, yang juga seru, Komunitas Sahabat Bumi buka stand khusus free edukasi, tentang manajemen Bank Sampah, Komposting dan Urban Farming. siapapun boleh datang dan berdiskusi bersama.
“Serangkaian kegiatan ini dibuat semata-mata ingin membuka kran solusi persampahan dan masalah lingkungan secara umum,” pungkas Mumun. (pandu/fud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here