Kristin Bantah Pernyataan Kabid KSDA Wilayah III Jember Soal 3 Satwa Mati Karena Dimakan Tikus

0
96
Catatan Kristin atau Lauw Djin Ai dari balik jeruji besi LP Jember, Senin (22/04).

Suaramandiri .com (Jember) – Statemen Kabid KSDA (Konservasi Sumber Daya Alam) Wilayah III Jember Setyo Utomo beberapa waktu lalu yang mengatakan penyebab kematian 3 ekor satwa burung paruh bengkok di penangkaran CV Bintang Terang kemungkinan karena dimakan tikus mendapat bantahan dari Direktur CV Bintang Terang Jember, Lauw Djin Ai alias Kristin. Perempuan berusia 60 tahun yang sekarang mendekam di LP Jember tersebut menulis catatan kepada awak media ini.

“Kandang tidak mungkin dimasuki tikus karena burung paruh bengkok sangat beringas dan tikus yang masuk pasti mati,” tulis Kristin, Senin (22/04).

Hal senada dilontarkan Yogo penangkar burung paruh bengkok endemik Indonesia yang tinggal di Jakarta.

“Jangankan tikus, ular cobra ukuran besar saja mati dengan bekas gigitan dan cakaran sewaktu masuk kandang burung Kakatua saya,” terangnya sembari memperlihatkan foto ular cobra yang mati tersebut.

Kabid KSDA Wilayah III Jember Setyo Utomo, Senin (22/04) tetap berkeyakinan 3 ekor satwa di penangkaran CV Bintang Terang mati karena dimakan tikus sewaktu diminta tanggapan keterangan dari Kristin tersebut.

“Tikusnya banyak. Makan sisa-sisa makanan yang jatuh ke tanah. Kapan-kapan saya tunjukkan foto-foto. Besok saya coba menyuruh yang piket jaga disana untuk memotretnya. Ini saya juga lagi berusaha membuat jebakan tikusnya,” tandasnya.

Catatan suaramandiri.com sampai saat ini dari barang bukti 441 ekor satwa dilindungi mayoritas burung paruh bengkok yang disita dari CV Bintang Terang sudah 11 ekor satwa mati. Sebelumnya berdasarkan keterangan pers yang dikeluarkan BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam) Jatim tanggal 11 Januari 2019 barang bukti 8 ekor satwa yang mati itu terdiri dari 1 ekor Kakatua medium jambul kuning, 1 ekor Kakatua Alba, dan 6, ekor Nuri Bayan. (Yudha)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here