Konstruksi Kolaboratif Earth dan Ecobrick Probolinggo

0
131

Probolinggo (suaramandiri.com) – PT Paiton Energy – POMI menyelenggarakan , Pelatihan Train The Trainer  tentang Konstruksi Bangunan Tanah dan Ecobrick pertama di Indonesia dan di dunia selama  lima hari dari tanggal 22 – 27 April 2019. Pelatihan ini difasilitasi oleh Russell Maier dan Ani Himawati  dari Global Ecobrick Alliance dan akan menggunakan lebih dari 2000 ecobricks untuk membangun taman mandala di Pantai Bentar Paiton. Ecobricks akan dibangun dengan menggunakan tanah, pasir dan jerami lokal untuk menjadikannya sebagai semen organik. Ke-33 peserta pelatihan TOT er Ecobrick yang berpengalaman di berbagai daerah di Indonesia,  akan mempelajari  dasar-dasar bangunan tanah dan ecobrick dan  teknik k memimpin kolaborasi kerja masyarakat berskala besar.

Pada tanggal 28 April 2019 , lebih dari 300 sukarelawan Ecobrick  yang berasal dari barbagai elemen masyarakat, baik siswa, guru, santri, pengasuh pondok pesantren, Komunitas bank sampah, LSM serta Forum Kabupaten Probolinggo Sehat, dari  Probolinggo maupun  luar Probolinggo,i akan bergabung  dengan 33 peserta training untuk  membuat taman tempat duduk yang ditinggikan yang dapat digunakan untuk bersantai, belajar, dan bermain. Susunan geometris melingkar dari tempat duduk ini terinspirasi dari Candi Majapahit setempat, yakni Candi Jabung. Menurut Ani Himawati “Desain taman, didasarkan pada pengamatan yang cermat terhadap struktur geometris candi dan motif relief. Kami ingin membuat taman yang dibuat tidak hanya dari bumi lokal tetapi dari simbol lokal ”.

Acara ini , dipersiapkan selama beberapa bulan sebelumnya oleh CSR PT Paiton Energy – PT POMI  bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, , Sanggar Hijau Indonesia , Forum Kabupaten Probolinggo Sehat dan beberapa perusahaan yang tergabung dalam Forum CSR di Probolinggo dan Jawa Timur.

Russell dan Ani adalah pelatih senior utama dari Global Ecobrick Alliance. Teknik pembangunan tanah/bumi yang dibagikan oleh mereka, telah dikembangkan dengan hati-hati selama tujuh tahun terakhir. Russell mulai mengembangkan teknik di Filipina utara di mana ia memimpin pembangunan kolaboratif komunitas untuk beberapa taman bermain dan kebun dengan ecobrick. Belajar dari pengalaman ini, serta belajar dari berbagai konustruksi yang sudah diujicobakan selama beberapa tahun ini, GEA telah mengembangkan kurikulum baru untuk diterapkan oleh jaringan pelatihnya.

Menurut Russell Maier dan Ani, salah satu pendiri gerakan ecobrick Indonesia ““ Kami sangat bersemangat untuk membagikan teknik ecobrick level berikutnya di sini di Jawa Timur. Penggiat ecobrick di sini telah memimpin gerakan ecobrick di akar rumput, yang telah mampu menangani  berton-ton plastik dari lingkungan. Kami berharap bahwa ketika orang melihat hal-hal luar biasa yang dapat dibangun dengan ecobrick dan tanah, hal itu akan dapat mencegah warga untuk membuang dan  membakar plastik.”

Russell menambahkan, “Ecobricks adalah cara agar plastik tidak masuk ke lingkungan lokal. Bangunan tanah/bumi adalah cara untuk kembali berhubungan dengan bumi dan memperkaya lingkungan kita. Dengan ecobricks, kita dapat membangun taman, ruang hijau dan kebun komunitas. Saya tidak sabar untuk melihat apa yang para ecobricker dan trainer di Jawa Timur dan Indonesia akan bangun di tahun-tahun mendatang dengan teknik-teknik yang kami bagikan hari ini.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here