Komisi V DPR RI pantau angkutan Lebaran, Bambang Haryo, Soroti infrastruktur penyelamatan

0
102
Bambang Haryo Anggota Komisi V DPR RI

Suaramandiri .com  (surabaya)    -Kunjungan komisi V DPR RI ke Jawa Timur kamis 23 mei untuk memastikan kesiapan sarana prasarana angkutan Lebaran 2019 dapat berjalan lancar,tertib dan aman,rombongan yang di ketuai Sigit dan didampingi sejumlah anggota komisi V ini sebelum mengunjungi posko angkutan lebaran di Pelabuhan Tanjung Perak,rombongan terlebih dahulu melihat kesiapan Posko angkutan Lebaran di bandara udara juanda Sidoarjo,untuk melihat dari dekat lonjakan arus mudik pada H-13 pergerakkan penumpang di Bandara Juanda masih berjalan normal.

Foto Bersama dengan Komisi V DPR RI di Pelabuhan Tanjung Perak

Setibanya dipelabuhan Tanjung Perak rombongan DPR RI ini di sambut para pejabat perhubungan dari kantor Kesyahbandaran,Otoritas Pelabuhan dan kepala kantor Kadisnav  serta pejabat dari PT Pelindo III diantaranya Putut Srimuliyanto (Dir.Operasi dan Comersial),Joko Nurhuda (Dir.Teknik) dan Ony Djayus (CEO Regional Jatim Pelindo III) serta pejabat lainnya dari PT.Pelni,ASDP dan para pimpinan perusahaan Pelayaran suasta yang ada di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak.

Menanggapi pertayaan dari komisi V DPR RI sejauh mana kesiapan angkutan lebaran 2019 kali ini,H.Dahri Kadisnav mengungkapkan Sebagai bentuk kesiapan pelayanan angkutan lebaran  Pelabuhan Tanjung Perak Tahun ini, telah resmi membentuk  Posko Angkutan lebaran pada tanggal 21 mei dan akan berahir 21 juni atau H+16 nanti, diprediksi puncak arus mudik pada H-4 tanggal 1juni dan puncak arus baliknya pada H+ 15 tanggal 15 juni,diperkirakan arus penumpang pada angkutan laut  lebaran tahun ini mengalami sedikit peningkatan yakni 3 % dari tahun lalu.

sebagai antisi pasi lonjakan penumpang kita mengkordinasikan potensi kesiapan  armada sebanyak 37 kapal yang stay dan berlayar dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ke beberapa pelabuhan tujuan dengan kapasitas sebagai berikut : PT.Pelni 15 armada dan di beckup oleh PT.Dharma Lautan Utama sebanyak 6 armada,PT Jembatan Nusantara 3 armada,PT.Berlian Lautan sejahtra 4 armada,PT.Atosim Lampung Pelayaran 3 armada,ASDP 1 armada,Kapal perintis milik Direktorat Jenderal perhubungan laut (DJPL) yang pengoperasiannya di serahkan ke operator PT.Pelni 3 armada yakni KM Sabuk Nusantara 92,KM Sabuk Nusantara 99,KM Sabuk Nusantara 115  yang melayani pulau pulau di wilayah jawa Timur antara banyuangi,sepekan dan pulau lainya,1 armada perintis KM Bukit Patung di operasikan PT Citra Baru Adi Nusantara,ditambah dengan 1 kapal  perintis milik Dinas Perhubungan Jawa Timur melayari  Surabaya- masalembu PP tanpa di pungut biaya.

H .Dahri Kadisnav Dan Sadeli Kabit Lala , Operasional Dan Pengawasan OP
H .Dahri Kadisnav Dan Sadeli Kabit Lala , Operasional Dan Pengawasan OP

Sementara kapasitas muat 15 kapal milik PT Pelni mampu mengangkut sebanyak 35.229.000 penumpang sudah termasuk dispensasi sebesar 30 s/d50 % dari kapasitas muat dan disesuaikan dengan kondisi fisik masing masing kapal.

Direktorat Jenderal Perhubungan laut mempersiapkan kapal beckup situasi urgen apabila terjadi lonjakan penumpang yang signifikan yang tidak bisa di atasi armada kapal penumpang kita siapkan kapal Negara yakni kapal induk Navigasi 2 armada dengan kapasitas masing masing 100 orang dan  1 kapal latih dari Poltekpel dengan kapasitas 60 orang/penumpang kesetiga armada ini standbay didermaga Navigasi,paparnya Dahri.

Sementara Sadelli Kepala Bidang Lala,operasional dan pengawasan Otoritas Pelabuhan III yang menjabat sebagai ketua  posko angkutan lebaran pelabuhan Tanjung Perak,Beroperasi selama 24 jam setiap hari,terdiri dari instansi perhubungan,kepolisian,kesehatan PHC,serta  pihak Swasta,untuk mengkoordinasikan segala sesuatunya terkait dengan kelancaran,ketertiban selama angkutan lebaran berlangsung,serta melaporkan setiap perkembangan secara rutin kepada pejabat Direktorat Jenderal Perhubungan laut serta melaksanaka semua arahan dari Pusat.

Tidak mau kalah Ony Djayus CEO region Jatim Pelindo III,juga melaporkan tentang kesiapan Fasilitas bagi pemudik,sesuai perintah Direksi dan bentuk kepedulian PT.Pelindo III terhadap Masyarakat yang mudik,tidak dikenakan peron dan bagi penumpang yang tertunda keberangkatannya karena keterlambatan kapal,kita siapkan tempat istirahat dilantai II dan III terminal penumpang Gapura surya dan Nusantara dengan fasilitas kasur layak pakai,tanpa di pungut biaya ,sampai penumpang tersebut diberangkatkan kepelabuhan tujuan,ungkap Putra Djayus Mangun Mantan kepala Adpel ini.

Dalam kunjungan DPR RI Komisi V kali ini,Bambang Haryo salah satu anggota,menyoroti tentang kesiapan penyelamatan bila mana terjadi insiden ditengah laut,misalnya kapal kandas atau mesin mati kapal tidak bisa di operasikan,maka dalam situasi seperti ini di perlukan pertolongan evakuwasi penumpang serta kesiapan kapal Tunda dan sejenisnya untuk menggeret kapal ketempat yang lebih aman.

Bambang Haryo juga menyoroti kebijakan pemerintah tengtang armada tol laut yang mendapatkan dana subsidi dari pemerintah,sementara kapal kapal yang tidak tergabung dalam tol laut dibiarkan tampa ada subsidi ini tidak adil karena yang tergabung di Tol laut saat ini hanya 16 Pelayaran yang menikmati dana bantuan pemerintah, padahal jumlah pelayaran di negeri ini lebih kurang 25.000 pelayaran yang seharusnya dapat perlakuan yang sama dari Pemerintah.

Untuk pemberian dispensasi sebesar 30 s/d 50 % pada angkutan lebaran tahun ini sudah tepat dan tetap memperhatikan kondisi kapal,kalau untuk kapal kapal milik Pelni saya kira tidak ada masalah,tentu tetap memperhatikan keselamatan pelayaran dalam hal ini penumpang dan armadanya.tuturnya.(Saragih/Wan/fud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here