Kepala BBSKDA Jatim Dituding Salah Gunakan Wewenang Karena Titipkan Barang Bukti Satwa Sitaan ke Eco Green Park dan Atlantis Kenpark

0
74
Muhammad Dafis (tengah memakai kacamata), penasihat hukum Kristin sewaktu meladeni wawancara bersama awak media usia persidangan kliennya di PN Jember, (01/04)

 Suaramandiri .com (Surabaya) – Tindakan Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim, Nandang Prihadi yang menitip rawatkan barang bukti 35 ekor kakak tua raja ke Eco Green Park Batu dan 10 ekor nuri bayan satwa sitaan dari CV Bintang Terang Jember disoroti Jaksa Penuntut Umum (JPU) Akbar Wicaksana dan Muhammad Dafis selaku penasihat hukum terdakwa Lauw Djin Ai alias Kristin, Direktur CV Bintang Terang. Sebelumnya, Rabu (10/04), JPU Akbar Wicaksana mengatakan belum menerima laporan dari BBKSDA Jatim tentang berita acara penitipan 10 ekor nuri bayan ke Atlantis Kenpark Kenjeran Surabaya.

Anehnya setelah wartawan media ini melakukan upaya konfirmasi ke Nandang Prihadi, Kepala BBKSDA Jatimb melalui pesan WhatsApp (WA), Rabu (10/04) tidak berapa lama kemudian JPU Akbar Wicaksana mengirim pesan WA pada awak media ini jika berita acara penitipan satwa sudah dikirim.

“ba barusan dikirim…njenengan (maksudnya wartawan suaramandiri.com, red) datengin mesti kepala bksda,” tulis JPU Akbar Wicaksana sekaligus mengirim screenshots percakapannya dengan Setyo Utomo, Kabid KSDA 3 Jember.

Sedangkan Muhammad Dafis menilai   tindakan Kepala BBKSDA Jatim tersebut kurang patut dan dapat dikualifikasikan sebagai tindakan penyalahgunaan kewenangan.

“Pasal 44 ayat (2) KUHAP menyatakan bahwa penyimpanan benda sitaan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan tanggung jawab atasnya ada pada pejabat yang berwenang sesuai tingkat pemeriksaan dalam proses peradilan dan benda tersebut dilarang untuk dipergunakan oleh siapapun juga. Pasal 30 ayat (2) PP 27/1983 tentang Pelaksanaan KUHAP menyatakan bahwa tanggung jawab secara yuridis atas benda sitaan tersebut, ada pada pejabat sesuai dengan tingkat pemeriksaan,” terang Advokat muda yang berkantor di kota kembang Bandung ini, Rabu (10/04) melalui pesan WA.

Nandang Prihadi, Kepala BBKSDA Jatim sewaktu diminta tanggapan mengenai statemen dari Muhammad Dafis belum menjawab. Awak media ini yang berusaha menghubungi Nandang Prihadi melalui pesan dan panggilan suara WA, Kamis (11/04) sampai berita ini diturunkan yang bersangkutan belum merespon. (Yudha)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here