Kecewa Kinerja BBKSDA Jatim, Bintang Terang Siap Lapor Ombudsman dan Mabes Polri

0
221
BAP CV Bintang Terang sampai hari Jumat (03/05) pukul 13.38 WIB belum diupload ke Simplik

Suaramandiri .com (Jember) – Kinerja BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam) Jatim disorot. Pasalnya permohonan izin penangkaran burung paruh bengkok yang diajukan CV Bintang Terang Jember sampai saat ini belum juga diproses. Hal ini diungkap David Rachmat, penerima kuasa dari Direktur CV Bintang Terang Lauw Djin Ai alias Kristin sewaktu dihubungi awak media ini, Jumat (03/05).

“Sampai hari ini pukul 13.38 WIB, BAP (Berita Acara Pemeriksaan) teknis izin penangkaran burung paruh bengkok belum diupload ke Simplik (Sistem Informasi Perizinan dan Lembaga Konservasi). Saya sudah hubungi bapak Sulis, petugas BBKSDA Jatim yang melakukan BAP tersebut tapi tidak ada respon,” katanya.

David Rachmat tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap kinerja BBKSDA Jatim yang dinilainya sangat lambat dan terkesan mempersulit pengajuan izin penangkaran burung paruh bengkok yang diajukan CV Bintang Terang. Ia menyayangkan itikad baik dan sikap pro aktif CV Bintang Terang dalam proses permohonan izin penangkaran tidak berbalas pelayanan yang baik dari BBKSDA Jatim.

“CV Bintang Terang mulai ajukan permohonan izin penangkaran sejak tanggal sejak tanggal 16 April 2019. Semua persyaratan yang diminta sudah diupload ke Simplik dan dinyatakan lengkap. Selanjutnya dilakukan BAP tanggal 29 April 2019 dan sampai sekarang hasil BAP itu tidak segera diupload ke Simplik. Katanya dengan adanya Simplik prosesnya lebih cepat, tetapi faktanya sudah lebih dari dua minggu BAP saja belum diupload ke Simplik. Dulu sebelum ada Simplik CV Bintang Terang mudah memperoleh izin penangkaran dan juga perpanjangan izin,” sindirnya.

Ia menegaskan apabila kinerja BBKSDA Jatim lambat dan mempersulit pengajuan izin penangkaran, maka CV Bintang Terang tidak ragu lagi akan melaporkan Kepala BBKSDA Jatim Nandang Prihadi ke Ombudsman. Tidak hanya itu David Rachmat juga mengisyaratkan pihaknya akan membuat laporan polisi ke Mabes Polri soal tindakan BBKSDA Jatim membagikan barang buktiĀ  45 ekor satwa dilindungi sitaan dari CV Bintang Terang ke Eco Green Park Batu (35 ekor) dan Atlantis Kenpark Surabaya (10 ekor).

“Kasus hukum ibu Kristin belum berkekuatan hukum tetap dan sekarang masih tingkat banding, namun BBKSDA Jatim sudah pindahkan barang bukti 45 ekor satwa sitaan CV Bintang Terang ke dua tempat penangkaran tersebut. Penasihat hukum Kristin mengatakan Kepala BBKSDA Jatim Nandang Prihadi dapat dikategorikan melakukan penyalahgunaan kewenangan sesuai Pasal 44 Ayat (2) KUHAP dan Pasal 30 Ayat (2) PP tahun 1983. Sedangkan praktisi hukum Komjen Pol (Purn) Oegroseno berpendapat Nandang Prihadi bisa dijerat tindak pidana pencurian seperti dimaksud dalam Pasal 362 KUHAP,” pungkasnya.

Humas BBKSDA Jatim Gatut Panggah Prasetyo, Jumat (03/05) memberikan tanggapan mengenai belum diuploadnya BAP CV Bintang Terang ke Simplik. Pria ramah ini mengatakan saat ini proses sedang dilakukan bidang KSDA wilayah 3 dan seksi konservasi wilayah 5.

“Jika belum diupload kemungkinan ada berkas atau ketentuan yang belum memenuhi berdasarkan cek lapangan mas,” tandasnya. (yudha/fud)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here