Janda Tua Penangkar Satwa Divonis 1 Tahun Penjara, JPU Pilih Kabur Menumpang Mobil Tahanan

0
205
Lauw Djin Ai alias Kristin masih berniat menangkar burung paruh bengkok endemik Indonesia kalau masih di izinkan

┬áSuaramandiri .com (Jember) – Asa Lauw Djin Ai alias Kristin (59), Direktur CV Bintang Terang Bangsalsari Jember untuk lolos dari jerat hukum sirna. Janda tua berstatus terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Jember kasus satwa ilegal ini oleh majelis hakim yang diketuai Jumaji menjatuhkan vonis 1 tahun penjara potong masa tahanan, denda Rp 50 juta subisider 3 bulan penjara, dan barang bukti 441 ekor satwa disita negara. Sidang putusan perkara Kristin digelar di ruang Cakra PN Jember, Senin (01/04).

 

“Saya sangat kecewa dan akan konsultasi dengan penasihat hukum untuk melakukan banding. Saya mengucapkan terima kasih kepada banyak pihak yang memberikan doa dan dukungan yaitu bapak Oegroseno mantan Wakapolri, bapak Widodo mantan Direktur KKH, bapak Sudarmadji, bapak Singky, ibu Emilia Contessa, bapak Saleh Ismail Mukadar. Saya masih menginginkan menangkar burung paruh bengkok kalau di izinkan,” ucap Kristin dengan nada suara bergetar.

 

Muhammad Dafis, SH penasihat hukum Kristin menyatakan masih pikir-pikir. Advokat muda ini mengatakan majelis hakim menghukum terdakwa Kristin karena izin tangkar yang mati dianggap tidak memiliki izin, sehingga Kristin dianggap tidak layak menguasai satwa tersebut.

 

“Dalam putusan tersebut tidak terbukti perdagangan satwa dan telur ilegal. Yang terbukti dan menjadi dasar majelis hakim adalah izin yang mati kemudian terdakwa dipidana. Saya kira ini tidak adil dan keadilan di PN Jember sudah mati. Tindakan terdakwa Kristin yang mulia ini dengan jalan menangkar satwa dilindungi tidak dihargai negara. Kami akan pikir-pikir untuk mengajukan banding,” ujarnya

 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Akbar Wicaksana sampai berita ini diturunkan belum bisa diminta tanggapan mengenai putusan majelis hakim dalam perkara Kristin tersebut. Jaksa yang berdinas di Kejari Jember ini memilih kabur menumpang mobil tahanan kejaksaan setelah mengetahui diburu awak media untuk permintaan wawancara. Vonis majelis hakim ini lebih rendah dari tuntutan JPU yang menuntut Kristin 3 tahun penjara, denda Rp 100 juta subsider 6 bulan penjara, dan barang bukti 441 ekor satwa yang disita dari CV Bintang Terang dilepasliarkan di habitatnya. (yuda)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here