Jadi Saksi Ahli, Pengamat Satwa Singky Soewadji Siap Bela Kristin

0
143

Suaramandiri .com (Jember) -Akan menjadi saksi ahli dalam sidang lanjutan kasus Lau Djin Ai alias Kristin hari Selasa (05/04/2019) ini, pengamat satwa yang pernah di Medaengkan, Singky Soewadji mengaku siap all out mendukung Kristin.

“Sungguh ironis bila hanya masalah administrasi, ijin penangkaran mati, seorang konservasionis yang ikut melestarikan harus dipidanakan dan dipenjara,” ungkap mantan atlet berkuda Nasional ini.

Masalah administrasi ini, lanjut Singky bukan pelanggaran, tapi keteledoran dan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pihak penangkar, dan bukan rana Polisi.

Ditambahkannya, Justru pemerintah, dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) gagal melakuksn pembinaan. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wajib hukumnya melakukan pengawasan dan pembinaan.

Setiap bulan, setiap Triwulan dan setiap tahun pihak penangkar harus membuat laporan ke BKSDA dan sebaliknya pihak BKSDA wajib melakukan pemeriksaan dan bikin Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Bila ijin penangkaran mati hingga waktu yang lama dan bertahun-tahun, serta tidak adanya laporan rutin dari pihak penangkar dan di diamkan oleh pihak BKSDA, berarti telah terjadi pembiaran dan pelanggaran yang justru dilakukan oleh BKSDA,”imbuhnya.

Selain Singky Soewadji, penasehat hukum Kristin juga akan menghadirkan Sudarmadji mantan Kepala SBKSA Jatim I, juga mantan Kabag Peraturan Perundang Undangan Ditjen PHKA.

Berbeda dengan sidang sebelumnya, sidang lanjutan hari ini akan dihadiri oleh sejumlah pengamat satwa yang tercatat sebagai anggota Aliansi Pecinta Satwa Luar Indonesia (APECSI), yang datang dari berbagai daerah, seperti Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya dan Bali. Mereka adalah A. Wiyogo, A. Sinaga, Amank Tribowo, Y. Wardhana, David. R dan S. Dawan.

“Kami hadir di Jember untuk mengawal persidangan Ibu Kristin, ini merupakan wujud kepedulian sekaligus support kepada beliau yang seharusnya dapat penghargaan dibidang konservasi,” ucap Amank Raga Tribowo salah satu anggota Apecsi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa Pengadilan Negeri Jember telah beberapa kali menggelar sidang kasus Lau Djin Ai alias Kristin dengan dakwaan telah melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Dalam sidang perdana Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan surat dakwan yang isinya menjerat Lau Djin Ai alias Kristin dengan Pasal 40 ayat (2) Jo. Pasal 21 ayat (2) huruf a dan huruf e. Dan hingga saat ini sidang telah digelar tujuh kali.

Kristin didakwa telah dengan sangaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup, dan mengambil, merusak, memusnahkan, memperniagakan, menyimpan atau memilik telur dan atau sarang satwa yang dilindungi.

Terpisah, pengacara terdakwa Muhammad Dafis mengaku sangat mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih atas dukungan dari Singky dan Apecsi dalam kasus tersebut (pandu/fud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here