Ir.H.Bambang Haryo Soekartono : Ekspedisi Diusahakan Punya Payung Hukum Yang Jelas

0
77

Suaramandiri .com (Surabaya) Dalam pertemuan silaturrahmi dengan pimpinan /perwakilan Paguyuban Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) dari Indonesia kawasan timur di Tanjung Perak, Surabaya baru-baru ini, Ir.H.Bambang Haryo Soekartono, anggota Komisi V DPR-RI mengatakan, pihaknya akan mengusahakan EMKL mempunyai payung hukum yang jelas, supaya ada wadah yang kuat dalam menyampaikan permasalahan yang terjadi.

Ir.H.Bambang Haryo masih mempertanyakan EMKL ini masuk di kementerian mana, apakah masuk di Organda atau ALFI (Asosiasi Logistik dan Forwading Indonesia, Red) atau Logistik. Kalau masuk di Organda, EMKL merupakan organisasi yang kuat nantinya dan perlu didaftarkan dulu di Kementerian Hukum dan HAM. “Nanti menjadi kewajiban kita di DPR untuk membuat payung hukumnya”, kata Bambang Haryo Soekartono dari Partai Gerindra itu.

Komisaris PT.Dharma Lautan Utama (DLU), armada pelayaran nasional di Surabaya tersebut mengucapkan terima kasih dan sangat menghargai kehadiran pimpinan/perwakilan Paguyuban EMKL  dan agen-agen kapal DLU dari Balikpapan, Makassar, Sampit, Kumai, Banjarmasin sekitar 60 orang plus dari Surabaya, juga kepada Donie Surya,SE, Kepala Cabang PT.DLU Tanjung Perak, Erwin Pudjono, Dirut  PT.DLU serta Gede,Senior Manajer di PT.DLU yang menyelenggarakan acara silaturrahmi tersebut.

Bambang Haryo, tentu saja mulai melakukan safari politik dalam situasi reses DPR-RI saat ini, sekaligus menetapkan dirinya untuk kembali sebagai calon legislatif DPR-RI Dapil Jatim 1 Surabaya – Sidoarjo yang mengantarkan Bambang Haryo ke Senayan periode 2014 – 2019. Seperti terlihat di spanduk yang menempel di belakang panggung, “Silaturrahmi Ir.Bambang Haryo Soekartono dengan Paguyuban Ekspedisi Tanjung Perak”.

Bambang Haryo juga sekaligus memperkenalkan Astrilia, istrinya sebagai calon DPRD Jatim dari Partai Gerindra periode 2019 – 2024. Mantan dirut PT.DLU itu di panggung duduk berjejer dengan Erwin, Astrilia, kedua pimpinan paguyuban ekspedisi dan agen. Bambang Haryo yang dikenal ramah namun vokal kepada pejabat pemerintah demi membela kepentingan masyarakat itu, dalam pidatonya lebih dominan mengkritik macetnya sejumlah proyek infrastruktur besar bernilai masing-masing triliun rupiah hingga belasan triliun di sejumlah daerah.

Bambang Haryo juga telah berhasil menggagalkan kenaikan tiga komoditas penting masyarakat antara lain, LPG, BBM dan Listrik. “Kepada dirut PLN saya marahi. Masaq pemakaian LPG mau dihapus diganti dengan listrik dan listrik rumah tangga 900 dan 1300 ditiadakan. Semua beban pemakaian dinaikkan disusul kenaikan tariff. Saya bilang apa-apaan ini. Ya jelas masyarakat nggak mampu. Padahal rakyat kita ini masih banyak yang tak mampu”, ungkap Bambang Haryo disambut aplous meriah dari hadirin.

Bambang juga bercerita pernah memarahi Ignasius Jonan, Menteri ESDM karena berusaha keras hendak menaikkan BBM dan LPG. “Khususnya tiga kebutuhan penting masyarakat ini harus kita kawal terus, jangan sampai membuat masyarakat terus menderita akibat kenaikan yang tak sesuai dengan keadaan ekonomi masyarakat yang saat ini sedang terpuruk. Ekonomi kita sekarang tumbuh sekitar 5%, saat presiden SBY tumbuh 7%. Karena itu kita hendaknya memilih pemimpin yang baik”, ujarnya lagi disambut teriakan, “ganti presiden, hidup Prabowo” dan diringi tepuk tengan yang meriah. (Akrab/Fud)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here