Indonesia Darurat Rokok

0
94
Suaramandiri .com (Surabaya)   -Fenomena yang terjadi pada anak usia 2 tahun di Sukabumi, Jawa Barat berinisial RAP kembali menimbulkan keprihatinan. RAP telah mengalami kecanduan rokok, dimana setidaknya menghabiskan 40 batang rokok dalam sehari.
Perilaku merokoknya jelas mengejutkan semua pihak, RAP saat ini dalam kondisi adiktif dan terancam kesehatannya.
Indonesia dalam darurat rokok, generasi emas negara ini terancam dalam adiktif rokok dan terancam kesehatan serta tumbuh kembangnya.
Berangkat dari kenyataan itu, TCSC IAKMI  Jawa Timur menuntut revisi Perda Kota Surabaya No.5/2008 tentang KTR dan KTM. Hal ini diungkapkan oleh Ketua IAKMI Jatim DR. Santi Martini, dr.SKM. Mkes dalam jumpa pers, Selasa (21/08/2018) di aula Sabdoadi FKM Unair.
“Fenomena RAP ini sungguh memprihatinkan karena faktor lingkungan yang penuh perokok membuat balita jadi perokok juga. Agar tidak terjadi hal yang sama di Surabaya, perlu adanya revisi perda soal KTR ini,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, dr Kurnia Dwi selaku Ketua Perhimpunan Ahli Epidemilogi Indonesia mengaku pihaknya sudah hearing dengan komisi C DPRD Surabaya.
” Kami sudah hearing 2014 di komisi C DPRD Surabaya untuk revisi perda tersebut  tapi  ternyata pada tahub 2015 pembahasan di drop,” keluh dr Kurnia. (pandu/fud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here