Hasil Munas II DPP PJI, Hartanto Buchory Kembali Dipercaya Pimpin DPP PJI Periode 2019 -2024

0
186

Suaramandiri .com  (Surabhaya) – Pelaksanaan Musyawarah Nasional DPP Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Kedua sekaligus pemilihan ketua umum berlangsung tertib, lancar, penuh keakraban, transparan, demokratis di gedung Golf Graha Family-Club House Surabaya pada 29 -31 Maret, bahkan diwarnai tepuk tangan meriah dari seluruh undangan serta para Wartawan yang bergabung dalam organisasi kewartawanan PJI.

Selain menggelar Munas Kedua 2019, DPP PJI juga melaksanakan pembukaan Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) yang ketiga kalinya diikuti belasan wartawan aktif di berbagai media massa dengan tim pengajar dari UPN Jogyakarta dan berakhir hari ini, Minggu 31 Maret. Beberapa pemimpin redaksi, redaktur dan sejumlah wartawan telah berhasil mengantongi sertifikat kepesertaan UKW –PJI yang ditandatangani oleh pimpinan Dewan Pers Nasional di Jakarta.

Munas Kedua ini dihadiri pula Gubernur Jatim diwakili Kepala Humas dan Protokoler Pemprov Jatim, Pangdam V/Brawijaya (diwakili), Kapolda Jatim (diwakili Kadiv Humas), Kementerian Kominfo RI, Dewan Pers Nasional, Kapolrestabes Surabaya (diwakili), advokat beserta sejumlah pejabat instansi lainnya, pimpinan lembaga-lembaga terkait, peninjau dan pengamat pers.

Ketua Umum DPP PJI periode 2016 – 2019, Hartanto Buchory dalam sambutan Munas Ke-2 antara lain dengan semangat dan campur rasa haru mengatakan, eksistensi PJI yang terus menggurita di seluruh Indonesia tak lepas dari perjuangan dan pengorbanan dirinya bersama pengurus. Hartanto Buchory mengaku merasa bangga atas eksisnya PJI, meski pun organisasi wartawan yang didirikan pada Agustus 1998 itu tak memiliki anggaran karena memang di PJI adalah wartawan perjuangan.

“Demi membesarkan nama PJI, kita hadir di setiap event  nasional dan internasional seperti peringatan Hari Pers Nasional, Konferensi Pers Dunia di Bandung dan Jakarta, kita sendiri menyelenggarakan bhakti sosial, kita juga sering diundang pejabat pemerintah serta lembaga Negara. Itu berarti PJI kita sudah diperhitungkan, karena juga sudah tercatat dalam lembaran Negara sebagai organisasi kewartawanan yang resmi”, ujar ketua umum yang dipanggil Buchory disambut aplous meriah dari semua hadirin.

Sebelum menyampaikan nota pertanggungjawaban kinerjanya selama dua tahun lebih menjabat ketua umum,yang akhirnya diterima forum Munas, Buchory terlihat meneteskan air matanya saat mengisahkan kembali perjuangan dan pengorbanannya  demi PJI, sering menggunakan kocek sendiri bersama sang istri yang mendukung penuh upayanya selama ini.

“Kalau di Jakarta, waktu ke kantor DPN di Kebun Sirih, saya sama pak Gondo (Ketua DPD PJI Semarang) makan seadanya. Nginap di hotel non-ekslusive. Pada awal-awalnya pernah kami disepelekan oleh pengurus Dewan Pers Nasional di Jakarta, tapi setelah kami jelaskan keberadaan PJI lengkap dengan surat-surat legal standingnya, lama-lama kami akhirnya diterima dengan baik dan dua tahun lalu resmi PJI terdaftar di DPN”, ujar Buchory dengan nada tersendat-sendat dan meneteskan air mata serya disambut aplous para hadirin.

Suasana Munas seketika menjadi turut terharu pula, namun beberapa menit kemudian forum menunjuk Udin Lotto, Agusman Saragih dan Ketua DPD PJI Kaltim untuk memimpin sidang pemilihan ketua umum. Dari DPD Jambi, NTB, Bali, DKI Jakarta, Banten, Jabar, Bandung, Jatim, DPC PJI Blitar, Trenggalek, Sidoarjo, Gresik tak banyak bertele-tele, akhirnya sepakat memilih kembali Hartanto Buchory untuk memimpin DPP PJI periode 2019 – 2024 dengan harapanPJI ke depan lebih jaya, mengembangkan organisasi di daerah kabupaten dan kota seluruh Indonesia dan meneruskan pelaksanaan UKW yang diinginkan semua pihak, bahkan menjadi kebanggaan wartawan itu sendiri. (Akrab/Fud)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here