Direktur KKH Tutup Mulut Usai PN Jember Tegaskan Suratnya Tak Sesuai Mekanisme

0
149
Drh Indra Exploitasia, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Suaramandiri .com  (Jember) – Upaya dugaan intervensi proses persidangan terdakwa Lauw Djin Ai alias Kristin di Pengadilan Negeri (PN) Jember seperti diungkap Muhammad Dafis, SH selaku penasihat hukum Kristin berdasarkan dokumen notulensi pertemuan penanganan barang bukti hasil tindak pidana kejahatan TSL (perkara CV Bintang Terang ) yang dibuat tanggal 24 Januari 2019 di Sidoarjo menemukan titik terang. Pihak PN Jember mengakui pernah menerima surat dari Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

 

“PN Jember menerima surat undangan dari Direktur KKH untuk rapat opsi lepas liar satwa sitaan CV  Bintang Terang. Namun, PN Jember tidak menghadiri undangan rapat karena dinilai tidak sesuai mekanisme. Seharusnya yang meminta itu para pihak yang berperkara, yaitu Jaksa Penuntut Umum dan penasihat hukumnya,” terang Slamet, Humas PN Jember, Senin (01/04) melalui sambungan suara WhatsApp.

 

Drh Indra Exploitasia, Direktur KKH sewaktu dikonfirmasi mengenai suratnya kepada PN Jember yang dikatakan tidak sesuai mekanisme memilih diam. Berulang kali dihubungi lewat sambungan suara WhatsApp, Kamis (04/04) yang bersangkutan menolak panggilan masuk dari awak media ini. (Yudha)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here