Dianggap Manipulasi Keterangan Ahli, Majelis Hakim Jumaji Dkk Terancam Dilaporkan Bawas MA dan Komisi Yudisial

0
235
Kutipan keterangan Ahli Ir. Sudarmadji dalam salinan putusan Kristin yang tidak sesuai dengan apa yang telah disampaikan di persidangan

Suaramandindiri .com  (Jember) – Salinan putusan perkara terdakwa Lauw Djin Ai alias Kristin di Pengadilan Jember (PN) memancing reaksi keras dari Muhammad Dafis selaku penasihat hukum Kristin dan ahli yang dihadirkan di persidangan yaitu Singky Soewadji serta Ir. Sudarmadji. Muhammad Dafis menilai ada upaya manipulasi keterangan ahli Ir. Sudarmadji dan Singky Soewadji dilakukan majelis hakim yang diketuai Jumaji, SH dan anggotanya tersebut.

“Keterangan Ahli Ir. Sudarmadji dan Singky Soewadji dicantumkan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Saya kira hal tersebut disebabkan perbuatan oknum yang kurang profesional dalam menjalankan tugasnya. Tentu akan kami bahas dalam memori banding dan juga mempertimbangkan apakah akan melaporkan hal tersebut kepada Badan Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia dan Komisi Yudisial atau tidak,” kata Muhammad Dafis melalui pesan WhatsApp (WA), Jumat (11/04).

Selain itu, Advokat muda yang berkantor di Bandung ini juga menyoroti adanya pembelian telur burung yang tidak pernah ada dalam persidangan, tetapi dalam putusan Kristin tiba-tiba ada. Singky Soewadji yang dihadirkan sebagai Ahli dalam persidangan Kristin berkomentar cukup pedas.

“Pengadilan sesat !. JPU (Jaksa Penuntut Umum) dan majelis hakim menilai kompetensi seorang ahli konservasi saja tidak mampu, kok mengadili kasus konservasi?. JPU dan majelis hakim tidak bisa membedakan yang mana ahli konservasi dan yang mana ahli abal-abal, akibatnya keputusannya, masalah administrasi divonis bersalah dan dihukum setahun. Ironis ! hancurnya dunia konservasi di era Jokowi yang insinyur kehutanan,” tulis pengamat satwa liar asal Surabaya ini, Jumat (12/04) melalui pesan WA.

Sedangkan Ir. Sudarmadji, mantan Kabag Peraturan Perundang-Undangan dan Informasi Dirjen PHKA Kemenhut  yang juga menjadi ahli dalam persidangan Kristin di hari yang sama menyatakan itu menjadi bukti bahwa pengadilan yang digelar dalam kasus penangkaran burung Kristin atau CV Bintang Terang penuh rekayasa.

“Keterangan 2 orang saksi ahli telah dimanipulasi. Tidak ada satu kalimatpun dari keterangan saksi ahli yang tercantum dalam surat putusan. Artinya semua keterangan saksi ahli tdk dijadikan pertimbangan dalam keputusan majelis hakim. Jadi ini pengadilan pesanan yang penuh rekayasa dan manipulatif atau pengadilan yang sesat. Majelis hakim bertanggungjawab dunia dan akherat,” katanya.

PN Jember angkat bicara menyikapi salinan putusan Kristin yang dianggap manipulatif tersebut. Slamet, Humas PN Jember, lewat pesan WA, Jumat (12/04) mengatakan perkara sudah diperiksa dan diputuskan.

“Apabila masing-masing pihak tidak menerima baik putusan tersebut dapat mengajukan upaya hukum banding. Yang mana perkara tersebut akan diperiksa dan diputuskan kembali oleh Pengadilan Tinggi,” tandasnya.

JPU Akbar Wicaksana belum memberikan tanggapan terkait salinan putusan Kristin tersebut. Awak media ini telah berupaya melakukan konfirmasi melalui sambungan suara dan pesan WA, Jumat (12/04), tetapi sampai berita ini diturunkan yang bersangkutan belum menjawab. (Yudha)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here