Bos Atlantis Kenpark Mengaku Tak Mengetahui Soal Barang Bukti 10 Ekor Satwa Titipan BBKSDA Jatim

0
141
Atlantis Land Kenpark Surabaya (sumber Google).

Suaramandiri .com (Surabaya) – ‘Nyanyian’ Jaksa Penuntut Umum (JPU) Akbar Wicaksana dalam perkara Terdakwa Lauw Djin Ai alias Kristin, Direktur CV Bintang Terang di Pengadilan Negeri (PN) Jember, Rabu (10/04) yang mengatakan BBSKDA Jatim belum melapor kepada dirinya soal barang bukti 10 ekor satwa sitaan dari CV Bintang Terang yang kabarnya dititipkan di Atlantis Kenpark Surabaya membuat banyak pihak kalang kabut dan tersudut.

Tidak beberapa lama kemudian di hari yang sama, Setyo Utomo Kabid KSDA 3 langsung berkoordinasi dengan JPU Akbar Wicaksana.

“Ba (berita acara, red) barusan dikirim…njenengan (maksudnya wartawan suaramandiri.com, red) datengin mesti kepala BKSDA,” tulis JPU Akbar Wicaksana sekaligus mengirim screenshots percakapannya dengan Setyo Utomo tersebut.

Soetijadi Yudho bos Atlantis Kenpark Surabaya sewaktu ditanya awak media ini soal 10 ekor satwa titipan BBKSDA Jatim mendadak seperti orang kebingungan.

“Ini burung yang mana, saya tidak tahu menahu soal titipan 10 ekor burung dari BBKSDA Jatim. Semua sudah ada yang mengurus,” ucapnya, Minggu (14/05).

Dodit Arie Guntoro, Kasie Konservasi Wilayah III Surabaya tidak berani berkomentar mengenai titipan barang bukti 10 ekor satwa dari BBSKDA Jatim ke Atlantis Kenpark Surabaya.

“Nanti kalau saya tanggapi takut salah. Silahkan hubungi bapak Nurrohman Kasie P3 (Perencanaan Perlindungan Pengawetan) BBKSDA Jatim untuk lebih jelasnya,” ujarnya, Minggu (14/04).

Nurrohman Kasie P3 BBKSDA Jatim belum menanggapi konfirmasi dari awak media ini, Senin (15/04) terkait BBKSDA Jatim menitip rawatkan barang bukti 10 ekor satwa sitaan dari CV Bintang Terang ke Atlantis Kenpark.

Muhammad Dafis, penasihat hukum Kristin dan praktisi hukum Komjen Pol (Purn) Oegroseno bersuara lantang mengkritisi praktek penitipan barang bukti satwa ala BBKSDA Jatim tersebut. Selain di Atlantis Kenpark Surabaya, BBSKDA Jatim juga menitip rawatkan barang bukti 35 ekor satwa sitaan dari CV Bintang Terang ke Eco Green Park Batu.

Advokat muda yang berkantor di kota kembang Bandung ini menilai tindakan Nandang Prihadi Kepala BBKSDA Jatim menitip rawatkan barang bukti satwa sitaan dari CV Bintang Terang ke tempat lain kurang patut dan dapat dikualifikasikan sebagai tindakan penyalahgunaan kewenangan.

“Pasal 44 ayat (2) KUHAP menyatakan bahwa penyimpanan benda sitaan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan tanggung jawab atasnya ada pada pejabat berwenang sesuai tingkat pemeriksaan dalam proses peradilan dan benda tersebut dilarang untuk dipergunakan oleh siapapun juga. Pasal 30 ayat (2) PP 27/1983 tentang Pelaksanaan KUHAP menyatakan bahwa tanggung jawab secara yuridis atas benda sitaan tersebut ada pada pejabat sesuai dengan tingkat pemeriksaan,” terang Dafis, begitu akrab disapa, Rabu (10/04).

Sedangkan Oegroseno berpendapat langkah Kepala BBKSDA Jatim menitip rawatkan barang bukti satwa ke tempat lain sudah termasuk tindak pidana pencurian. Purnawirawan jenderal polisi bintang tiga yang memilik pengalaman sebagai penyidik lebih dari 30 tahun ini bahkan menyarankan pihak Kristin agar segera melapor ke Polda Jatim atau Bareskrim Mabes Polri. (Yudha)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here