Bondowoso Canangkan “Botanik” Bondowoso Kota Organik untuk Tingkatkan Ekonomi dan Kualitas Masyarakat

0
57

Suaramandiri .com (Bondowoso)   – Sebagai salah satu daerah di negara agraris, Bondowoso terus berusaha menggali potensi lokal terutama bidang pertanian dan perkebunan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Bank Indonesia turut melakukan pembinaan pada masyarakat desa Lombok Kulon, Bondowoso untuk melakukan budidaya pertanian padi dengan cara organik. Sejalan dengan program “Botanik” Bondowoso Kota Organik.

Saat ini setelah dimulai 2008, telah memiliki sertifikat internasional, siap ekspor ke Belgia dan Hungaria serta beberapa negara maju lainnya. Profesor Indah Prihartini, pengawas dan pembimbing petani Organik yang tergabung dalam wadah Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) Al Barokah binaan BI Jatim, di sela sela acara pelatihan wartawan pokja BI di Botanik Gapoktan Al Barokah desa Lombok kulon kecamatan Wonosari kabupaten Bondowoso, Kamis (23/8) kemarin mengungkapkan, untuk mencapai nilai organik ini ternyata tidaklah mudah. Harus melalui beberapa tahap yang ditentukan, jadi 427 anggota Gapoktan Botanik harus mematuhinya kalau tidak maka sangat berpengaruh pada sertifikat yang ada.

Karena sertifikat untuk nasional usianya 1 tahun, dan internasional 3 tahun, dalam tenggang waktu ini di diawasi secara ketat berbagai hal seperti, lingkungan, air dan tanah harus benar-benar bebas dari kimia, peptisida dan lain sebagainya. Jika kemudian diketahui menggunakan bahan kimia, bukan hanya gradenya turun tapi sertifikatnya bisa dicabut, karenanya di sini dibutuhkan kejujuran.

“Termasuk kalau ambil hasil produk dari lahan berbeda harus dengan jujur disampaikan, karena maaing-masing lahan san produk ada nomor kodenya masing masinng,” tegas Indah.

Sertifikasi internasional dikeluatkan oleh Control Union international, sementara nasional dikeluarkan oleh Standar Nasional Indonesi (SNI). Karenanya, diharapkan, ke depannya Botanik Bondowoao akan berkembang lebih baik dari 4000 ha yang ada akan bertambah. Dari 427 anggota yang ada juga akan semakin banyak dan semakin tertarik para petani menekuni Botanik.

“Apalagi Boyanik kini sudah mempunuai mesin giling yang menghasilkan 2000 ton beras organik merah dan hitam,” pungkas Prof. Indah Prihartini.

Ketua Gapoktan Botanik, Mulyono yang ditemui terpisah pada kesempatan yang sama mengungkapkan, Gapoktan Al Barokah berdiri sejak 2008 dan baru mendapatkan sertifikat internasional pada 23 Maret 2018 lalu. Diharapkan kesempatan ini tidak disi asiakan. “Manfaatkan sebaik mungkin,” pinta dia. (amel/fud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here