Bea Cukai Tanjung Perak Berhasil Selamatkan Masyarakat Dari Miras Selundupan

0
102

Suaramandiri .com (surabaya)    Pemerintah terus berupaya menciptakan kondisi ekonomi yang sehat dan kondusif, termasuk dengan menekan seminimal mungkin praktik penyelundupan impor dan peredaran barang kena cukai illegal. Kondisi tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi , yang pada gilirannya akan meningkatkan penerimaan Negara yang akan digunakan untuk kesejahteraan masyarakat.

Sri Mulyani Indrawati, Menkeu mengatakan, sebuah keberhasilan besar telah dilakukan Kanwil Bea Cukai Jawa Timur I, Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya dan Pasuruan dalam penggagalan penyelundupan 3 kontener berisi 50.664 botol minuman keras asal Singapura dan pemusnahan secara simbolis 16,8 juta batang rokok illegal yang merupakan rangkaian kegiatan pemusnahan rokok illegal hasil tangkapan Kanwil dan kantor-kantor Pelayanan di lingkungan BC Jatim I di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis 2 Agustus 2018.

Menkeu mengatakan, selain aspek ekonomi, pemberantasan praktik curang khususnya barang-barang yang diatur dan diawasi seperti minuman keras dan rokok tersebut bertujuan melindungi masyarakat. “Untuk itu, Kemenkeu yang di dalamnya ada Dirjen Bea Cukai pada 12 Juli 2017 lalu meluncurkan program Penertiban Impor Berisiko Tinggi (PIBT) bersinergi dengan Polri, TNI, Kejaksaan, KPK, PPATK, Kemendag serta instansi terkait lain termasuk Pemda”, jelas Sri Mulyani dalam konferensi pers di dalam area penumpukan kontener internasional PT.Terminal Petikemas Surabaya (TPS) di Tanjung Perak, Kamis siang (2/8).

Dijelaskan Menkeu, Kemenkeu melalui Ditjen Bea Cukai juga menjalin kerjasama dengan Negara-negara lain dalam membendung aksi penyelundupan. “Kerjasama ini sangat efektif terbuktidengan melejitnya jumlah kasus penyelundupan yang berhasil diungkap oleh Bea Cukai baik wilayah perbatasan laut dan darat, b andar udara maupun pelabuhan laut”, jelas Menkeu.

Contohnya saja, lanjut Menkeu, dalam waktu 1 semester ini saja pihaknya bisa menggagalkan penyelundupan narkoba hamper 4 ton, hamper 2x lipat dari total tangkapan selama 2017, belum lagi barang-barang lain termasuk miras dan rokok. “Intinya adalah sinergi sehingga semua celah dapat kita bersama tutup secara lebih efektif”, tukasnya.

Sri Mulyani menjelaskan, 3 kontener berisi miras yang ditindak itu diimpor oleh PT.Global Indah Pratama (GIP) diangkut dari Singapura tujuan Pelabuhan Tanjung Perak melalui Tanjung Priok pada 24 Juni 2018 dan diperkirakan tiba pada 26 Juni. Kontener itu dilaporkan sebagai barang polyestem yam (benang poliester) oleh importer, ternyata setelah dilakukan pemeriksaan fisik pada 28 Juni 2018 oleh Bea Cukai Tanjung Perak ditemukan 780 packages  berisi miras.

Petuga Bea Cukai kemudian segera  menyegel miras berbagai jenis dan merk itu, karena terbukti telah melanggar jumlah dan jenis barang tak sesuai dengan dokumen pemberitahuan impor barang (PIB). Total nilai barang sebesar Rp 27 miliar, sementara potensi kerugian Negara yang ditimbulkannya sebesar Rp 57,7 miliar dari sektor pajak yang terdiri dari Bea masuk Rp 40,5 M, PPN 6,7 M, PPh Pasal 22 Rp 5,1 M, dan Cukai Rp 5,4 M.

Menurut hasil survey UGM belum lama ini, terang Menkeu, upaya penertiban Bea Cukai yang didukung sinergitas  tersebut terbukti berhasil menekan peredaran rokok ilegaldari 12,14% tahun 2016 menjadi 7,04% pada 2018, sehingga potensi cukai yang berhasil diselamatkan  selama periode tersebut mencapai Rp 1,5 Triliun. “Kanwil dan Kantor-kantor Pelayanan di lingkungan Kanwil BC Jawa Timur I hingga bulan Juli 2018 telah menindak rokok illegal sebanyak 30 juta batang”, papar Menkeu didamping Dirjen BC Heru Pambudi, Kejagung, Mabes Polri, petinggi TNI di Jatim, tiga anggota DPR-RI, Toto HeliJanto (direktur SDM dan Umum Pelindo III) dan hadir pula H.Sujatmiko,SH,HM (ketua PN Surabaya)serta Dirut PT.TPS, Ir.Joko Nurhoeda, MT,MM. (Fud)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here