60 Wartawan PJI di Pulau Jawa Ikuti Diklat

0
196
Ketua Umum PJI Hartanto Boechori (duduk 4 dari kiri) bersama para undangan dari Kodam V/Brawijaya, Polda Jatim, Polrestabes, Legiun Veteran dan anggota PJI.

Suara Mandiri.com (Surabaya) – Kembali organisasi profesi wartawan Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) menyelenggarakan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan para insan pers anggotanya, Minggu (25/8), di gedung BK3S – Surabaya. Tak kurang dari 60 lebih peserta, yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur mengikuti Pendidikan dan Latihan (Diklat) ini. Peserta Diklat juga memiliki latar belakang beragam, diantaranya dari veteran, instansi swasta dan pemerintah.

Materi Diklat diantaranya mengupas secara tuntas Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang menjadi pedoman wartawan tatkala melaksanakan tugas, termasuk bagi pihak-pihak yang berinteraksi dan terkait erat dengan fungsi dan tugas jurnalis. Pengetahuan bidang Informatian Technology (IT) juga turut disampaikan lantaran kemajuan teknologi belakangan ini meliputi pula dunia pers. Dan yang tak kalah penting, Diklat merupakan Pra Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan oleh Dewan Pers. Sedang pemateri/ nara sumber selain dari internal organisasi, adalah penguji UKW dari Dewan Pers dan wartawan senior  (Persatuan Wartawan Indonesia) di Jawa Timur.

Menurut Ketua Umum PJI Hartanto Boechori, sejak pendiriannya tahun 1998 PJI sudah menyelenggarakan Diklat untuk yang ketiga kalinya. Sebelumnya dilaksanakan di Gunungsari-Surabaya dan Sengkaling-Malang. “Diklat merupakan tahap yang wajib ditempuh apabila mau mengikuti UKW.  Untuk UKW, sudah ditetapkan akan dilaksanakan di dua daerah di wilayah Indonesia Timur, yakni Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Makassar. Waktunya sekitar awal bulan Oktober 2019 mendatang,” ujarnya usai acara pembukaan Diklat.

Sementara pada kesempatan memberikan sambutan yang sekaligus membuka Diklat PJI 2019, Boechori yang juga sebagai nara sumber untuk materi “Wawasan Kebangsaan” dan “Jurnalisme Investigasi,” menegaskan kembali pernyataannya bahwa PJI tidak memiliki kebiasaan untuk meminta-minta dana atau mengedarkan proposal apabila menyelenggarakan kegiatan organisasi. Setiap penyelenggaraan acara didanai bersama oleh seluruh anggota PJI. Selain itu ditandaskan pula keberpihakan PJI secara jelas kepada Dewan Pers, kendati muncul berbagai penentangan terhadap lembaga bentukan pemerintah ini.

Ketua Panitia Diklat PJI 2019, Anton Hery Wibawa SH menjelaskan, para wartawan dari berbagai daerah sangat antusias mengikuti kegiatan Diklat terutama yang dari luar Jawa. Tapi untuk event ini kali pesertanya kita batasi demi menjaga kualitas. Peserta dari Jawa Timur adalah para jurnalis dengan wilayah tugas di Sumenep, Bangkalan, Probolinggo, Blitar, Trenggalek, Ponorogo, Malang dan beberapa lagi. Sementara yang dari Jawa Tengah dan Jawa Barat baru registrasi ini tadi. “Diklat III ini merupakan sumbangsih pengabdian PJI terhadap perkembangan dunia jurnalis di Indonesia untuk menghasilkan jurnalis-jurnalis handal yang bekerja berdasarkan Kode Etik Jurnalistik dan Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999,” ujarnya saat menyampaikan sambutan laporan Panitia Diklat PJI 2019.

Hadir dalam pembukaan Diklat PJI 2019 tersebut antara lain Mayor Nambang (Kepala Penerangan Daerah Militer V/ Brawijaya), Kompol Sutrisno (Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur), Prasetyo (Legiun Veteran Jawa Timur), AKP M. Achyar SH MH (Kepala Sub Bagian Humas Polrestabes Surabaya) dan Komandan Rayon Militer Tenggilis Mejoyo. (iwan / mahfud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here