Gubernur: TWA Kawah Ijen Jadi Alasan Wisatawan Betah di Jatim

0
30

Suaramandiri .com (Bondowoso)   – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bertekad membuat wisatawan lebih lama tinggal di Jawa Timur, baik di kawasan wisata Selingkar Bromo Tengger Semeru maupun di selingkar Ijen dan Banyuwangi.

Paling tidak wisatawan asing, terutama, akan dibuat betah tinggal minimal dua hari menjelajah kawasan wisata di Banyuwangi maupun Bromo.

Untuk itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara khusus menghabiskan waktu akhir pekannya bersama sang putra Jalaluddin Mannagalli meninjau kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen, di Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso.

Ditemani Asisten II Bidang Perekonomian Setdaprov Jatim, Dinas Kehutanan Jatim dan BKSDA Jawa Timur Khofifah mengajak rombongan untuk menikmati kawasan taman wisata alam Kawah Ijen.

“Kita ingin keunggulan yang dimiliki TWA (Taman Wisata Alam) Ijen ini terus dijaga dan dilakukan penguatan, meski Selingkar Ijen tidak masuk Proyek Strategis Nasional, bukan berarti wisata ini lalu tidak dihitung menjadi salah satu prioritas nasional. Kita ingin menjadikan kawasan Selingkar Ijen menjadi kawasan wisata alam yang luar biasa daya pikatnya, karena berbagai keunggulan fenomena alamnya yang sulit dicari di tempat lain,” kata Khofifah, usai tracking jalur pendakian Kawah Ijen, Sabtu (3/8).

Pasalnya beberapa hari yang lalu ia menerima tamu dari negara Swiss.

Yang ternyata mereka sudah melakukan pendalaman penelitian tentang pengembangan kawasan wisata Selingkar Ijen dan juga kawasan selingkar Bromo Tengger Semeru (BTS).

Hasil penelitian mereka disampaikan cukup detail pada Khofifah.

Termasuk titik-titik pengembangan destinasi wisata terdekat untuk bisa membuat wisatawan lebih betah tinggal di Banyuwangi maupun Bromo Tengger Semeru.

“Mereka ternyata sudah lakukan pendalaman terkait kawasan selingkar Ijen dan BTS selama enam bulan. Maka apa yang menjadi tantangan Menteri Bappenas akan terjawab dari telaah calon investor yang sudah merencanakan rangkaian titik destinasi wisata agar wisatawan dapat tinggal beberapa hari di Banyuwangi dan Bromo,” terangnya.

Sebagaimana dikatakan Khofifah, Pemprov Jawa Timur diberikan challenge oleh Menteri Bappenas agar bisa membuat wisatawan lebih betah mengeksplorasi pariwisata di Banyuwangi dan Bromo.

Selama ini wisatawan Eropa menghabiskan waktu berwisatanya di Indonesia rata-rata 14 hari.

Dua hari dihabiskan di Borobudur, sehari di BTS, dan sehari di Kabupaten Banyuwangi baru setelah itu mereka menyeberang ke Bali dan menghabiskan waktu 10 hari sisa liburannya di sana.

Tujuan wisatawan Eropa ke Banyuwangi utamanya adalah menikmati Kawah Ijen yang punya keutamaan blue fire dan sunrise di Bromo.

Bagaimana tidak Kawah Ijen memiliki paket wisata yang lengkap untuk dinikmati.

Ada pemandangan milkyway di tengah malam, pemandangan salah satu keajaiban dunia blue fire, yang lalu diikuti dengan sunrise yang indah, dan juga pemandangan view kawah Ijen yang bisa dinikmati begitu matahari terbit.

“Bahkan blue fire ini hanya ada dua di dunia. Di Iceland kata pemangku di sini susah muncul untuk bisa dinikmati keindahannya. Tapi Allah memberikan blue fire mudah dinikmati dan muncul saat dini hari di Kawah Ijen,” katanya.

Untuk itu, potensi wisata di TWA Ijen yang luar biasa menurutnya harus dimaksimalkan dengan digandengkan lagi titik wisata lain di Banyuwangi agar bisa menjadi paket wisata yang membuat tinggal lebih lama para wisatawan.

Salah satu titik wisata yang bakal digandengkan dan memiliki potensi menarik bagi wisatawan Eropa adalah pantai G-Land.

Keunggulan ombak pantai G Land yang cocok untuk surfing bisa ditawarkan sebagai surga surfing dunia bagi wisatawan mancanegara.

Pantai G-Land ini juga yang menjadi hasil telaah dari calon investor yang mendatangi Khofifah tersebut.

“Maka Bagaimana setiap potensi wisata ini di-package supaya orang nggak hanya tinggal sehari saja di Banyuwangi, tapi bisa dua hari atau bahkan lebih lama,” kata mantan Menteri Sosial ini.

Karena, ditegaskan Khofifah, sektor yang bisa mendulang devisa paling cepat dan mendorong sektor riil paling cepat adalah dengan mendorong sektor pariwisata.

“Allah memberikan kekayaan alam luar biasa di Jatim, maka bagaimana kita bisa memaksimalkan ini untuk bisa mempercepat penyejahteraan masyarakat,” pungkas Khofifah

Selain itu perencanaan perbaikan dan pengembangan jalur track TWA Kawah Ijen juga menjadi perhatian Khofifah.

Ia ingin agar seluruh wisatawan bisa menikmati dengan nyaman selama di kawasan Kawah Ijen.

Perbaikan penyediaan rest room dan tempat ibadah yang tidak mengganggu konservasi dan pemandangan Kawah Ijen juga bakal menjadi fokus pengembangan ke depan.

Selama perjalanan mendaki di Taman Wisata Alam Kawah Ijen, Khofifah dan rombongan banyak menarik perhatian wisatawan.

Baik dalam maupun luar negeri. Tak sekali dua kali, ia harus diajak berhenti dan berfoto dengan wisatawan yang datang di Kawah Ijen. (Hery Setia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here