Selasa, 10 Januari 2017 09:04

Urban farming, Danramil, PPL dan Poktan Rungkut Rencanakan Polybag Percontohan

Rate this item
(0 votes)

Suaramandiri .com (Surabaya)  - Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Komando Distrik Militer 0831/Surabaya Timur, mendukung penuh program swasembada pangan melalui pendampingan kelompok tani di semua wilayah dan terus berupaya motivasi warga untuk mewujudkan program tersebut.

Seperti yang dilakukan Komandan Rayon Militer (Danramil) 0831/05 Rungkut Mayof Inf Mayor Inf Supriyo Triwahono bersama PPL Kecamatan Rungkut Arum Tri Utama dan Kapok Tani Maskot Sumber Makmur Marno, SH., mencanangkan penggunaan media tanam organik dengan kantong plastik untuk pembibitan tanaman (polybag) ramah lingkungan sebagai percontohan di wilayah Kecamatan Rungkut, bertempat di Warung MU Wono Ayu Kelurahan Medokan Ayu Kecamatan Rungkut Kota Surabaya, Senin (9/1/2017), pagi.

 Pencanangan kegiatan tersebut direncanakan 1500 polybag di wilayah RT 04 RW 14 Kelurahan Medokan Ayu Kecamatan Rungkut.

 Di harapkan pertanian justru dapat dilakukan di mana saja walau dengan lahan yang terbatas. Setiap orang dapat menjadi petani sambilan sebagai hiburan atau justru profesi utama walau tinggal di kota besar seperti di Surabaya sekalipun.

Danramil 0831/05 Rungkut Mayof Inf Supriyo menghimbau kepada warga Rungkut, supaya memanfaatkan lahan kosong untuk dijadikan pertanian kota dengan menanam berbagai jenis sayuran.

Lebih lanjut Danramil mengatakan, guna mendukung program Pemerintah Kota Surabaya terkait pertanian kota atau urban farming. Pihaknya ingin berkontribusi secara langsung dalam pelestarian lingkungan. Walaupun diakuinya, bila wilayah Surabaya memiliki luasan wilayah yang kecil, dengan keterbatasan lahan kosong dibandingkan wilayah lainnya.

 "Lewat pertanian kota atau urban farming, metodenya juga tidak harus di lahan kosong, tetapi bisa menggunakan vertikultur, polybag atau teknik menanam minimalis lainnya," terangnya.

 Tidak hanya menghijaukan lingkungan, kegiatan tani kota juga dapat menjadi salah satu bentuk ketahanan pangan dari masyarakat. Sebab, seluruh tanaman yang dibudidayakan merupakan tanaman pangan yang tinggi kebutuhannya.

 "Karena itu kita pilih cabe sebagai unggulan program ini, karena bukan cuma konsumsinya tinggi, cabe juga mahal kalau dijual. Apalagi perawatan, mulai dari sebar benih, tanam sampai panen itu gampang. Asalkan disiram setiap hari dan matahari yang cukup, tiga bulan bisa panen," ungkapnya.

 Sementara PPL ARUM Tri Utami SP menambahkan, guna mendukung program tersebut pihaknya telah menyediakan sebanyak 1500 media tanam, plastik polybag dan bibit.

Sehingga, lanjutnya, apabila seluruh bibit dapat tumbuh dan sukses dikembangkan, akan dapat menopang kebutuhan sehari-hari warga sekitar.

 Kelompok Tani Maskot Sumber Makmur berfokus pada pertanian rumah tangga dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Salah satu tujuan utama yakni menyokong ketahanan pangan berupa sayur-mayur dan buah di rumah tangga.

 “Program ini bukan soal menanam saja, tetapi adanya hubungan harmonis dengan alam dan keberlanjutan dalam hidup. Kami pakai pupuk organik,” ujar Gapoktan Marno SH.  (Kapenrem 084/BJ Mayor Inf Drs. Sutadji/fud)

 

Read 185 times

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

2331296
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
4854
10321
183700
2331296

Your IP: 54.225.42.99
Server Time: 2017-04-23 22:55:05