Minggu, 18 Maret 2018 22:22

Pemerhati Satwa Ancam Turun Ke Jalan Bila Bonita Terbunuh

Suaramandiri .com (Surabaya)  -Hingga hari minggu (18/03/2018) ini Bonita, Harimau yang memangsa 2 warga di kebun Sawit Dusun Danau, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, belum berhasil di tangkap.
 
Padahal diketahui Bonita selalu berkeliaran di sekitar kebun Sawit dekat perkampungan penduduk.  Hal tersebut membuat warga merasa takut dan mengancam akan memburu dan membunuh Bonita.  Polisi Hutan (Polhut) dan Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) tidak berhasil menangkap Bonita.
 
"Tidak mampu atau tidak berhasil ?  Sudah optimalkah upaya yang dilakukan ?" Tanya pengamat satwa dari Surabaya Singky Soewadji.
 
Yang pasti, Singky menilai tidak tampak keseriusan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK,) dalam kasus Bonita.
 
"Konflik antara Harimau dengan manusia ini bukan hal baru, dan selalu Harimau sebagai mahluk Tuhan yang dilindungi oleh undang-undang ini, justru yang jadi korban dan dikorbankan," imbuhnya.
 
Dua hari lagi, lanjut Mantan atlet berkuda ini, tepatnya Selasa tanggal 20 Maret adalah tenggat waktu seminggu yang diberikan warga pada BBKSDA untuk menangkap Bonita hidup atau mati.
 
Bila langkah BBKSDA itu tidak berhasil, maka warga akan berbondong-bondong memburu dan membunuh Bonita.  "Kalau ini terjadi, salah siapa ?   Habitat Harimau dan satwa dilindungi lainnya makin sempit," keluh Singky.
 
Hutan berubah menjadi kebun Sawit, salahkah mereka bila berada dan berkeliaran di sekitar kebun Sawit dan pemukiman yang tadinya nota bene adalah habitat mereka ?
 
"Bila kali ini nasib Bonita harus sama dengan kerabatnya terdahulu, dibantai dengan keji. Maka, inilah saatnya para pemerhati dan pecinta satwa turun dan bergerak," ungkap Singky.
 
Dirinya mengajak semua elemen masyarakat satukan tekad melakukan demo besar-besaran di depan Istana Presiden.
 
"Prediden Jokowi tidak boleh lepas tangan, harus bertanggung jawab, minimal mencopot Menteri LHK Siti Nurbaya Abu Bakar," pungkas Singky. (pandu/fud)
Read 623 times

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

4497986
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
952
7395
95521
4497986

Your IP: 54.158.15.97
Server Time: 2018-06-24 04:25:01