Selasa, 30 Januari 2018 18:48

Ketua DPW APBMI Jatim 2017-2022 Terpilih Aklamasi

Suara Mandiri.com (Surabaya) – Kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Jawa Timur yang dipimpin Capt. Prijanto H SH berakhir melalui Musyawarah Wilayah (Muswil) III, di Hotel Garden, Selasa (30/1). Penggantinya, Capt. Haryono SE MM terpilih secara aklamasi setelah 2 kandidat lainnya –Capt. Marzuki dan Dr Drs Dicky Kandou MM—menyatakan mundur. “Saya setuju untuk memberi mandat pada Capt. Haryono sebagai Ketua periode 2017-2022. Sebagai calon tunggal. Ini demi APBMI. Agar tetap solid, bersatu padu dan mau saling tolong menolong,” demikian pernyataan Marzuki, yang spontan disambut sorakan peserta. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi antiklimaks, karena sebelumnya Muswil diperkirakan berlangsung alot akibat tampilnya beberapa kandidat.

Hadir dalam kegiatan 5 tahunan tersebut Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Jawa Timur Dr Ir Wahid Wahyudi MT, Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jatim Ir Dedy Suharyadi, Ketua DPC Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Surabaya Steven H Lesawengen, Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Impor (GPEI) Isdarmawan Asrikan dan beberapa lagi.

Dalam sambutannya Wahid berpesan agar pengurus APBMI mampu membuktikan eksistensinya sehingga para anggota tetap respek dan merasa diuntungkan. Selain itu diuraikan upayanya memaksimalkan sistem transportasi logistik melalui laut dengan membentuk zonasi-zonasi diataranya membangun pelabuhan Banyuwangi, Brondong, Paciran. “Itu semua bukan untuk menyaingi pelabuhan Tanjung Perak. Tetapi sebagai pelengkap, agar perusahaan-perusahaan besar yang ada di sekitarnya dapat dilayani disana. Tidak perlu lagi ke Tanjung Perak,” ujarnya.

Sementara Dedi Suharyadi dari Kadin Jatim menegaskan bahwa Muswil sebagai mekanisme organisasi harus terus dijaga kelangsunganannya. Dan agar kondisi pelabuhan Tanjung Perak tetap kondusif, ia minta 7 asosiasi dibawah Kadin yang berkegiatan disana selalu memegang konstitusi organisasi masing-masing. “Karena lebih dari 90 persen angkutan barang ke Indonesia Timur itu dikirim melalui pelabuhan Tanjung Perak. Pelabuhan ini juga mencerminkan wajah Surabaya dan Jawa Timur. Perak masuk dalam 50 pelabuhan berpengaruh di dunia. Karena itu tidak boleh kisruh disini,” tegasnya.

Dan Capt Prijanto sebelum kepengurusannya demisioner berpesan pada pengurus terpilih, agar para pengusaha bongkar muat sadar atas situasi belakangan yang sangat sulit bagi APBMI. Selain karena persoalan  menjalankan organisasi juga lantaran menurunnya volume pekerjaan. “Pekerjaan saudara kan banyak yang diambil Pelindo. Intinya harus bijak menyikapi hal itu. Melalui komunikasi,” pesannya.

Lantas, apa kata Ketua terpilih Capt. Haryono? Ia menyampaikan terimakasih atas kepercayaan para anggota, dan minta agar Ketua sebelumnya Capt. Prijanto sebagai penasehat. Sedang para anggota APBMI diminta agar tetap solid. “Karena pasti saya tidak mungkin kerja sendirian,” jelasnya.(iwan/mahfud)

Read 556 times Last modified on Selasa, 30 Januari 2018 19:13

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

4504156
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
2333
4789
101691
4504156

Your IP: 54.224.133.152
Server Time: 2018-06-25 14:41:26