Selasa, 21 November 2017 12:41

Gubernur Minta Buruh Pahami Turunnya Produksi dan Daya Beli Masyarakat

Suaramandiri .com (surabaya)     Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo meminta buruh atau pekerja untuk memahami turunnya  produksi perusahaan serta daya beli masyarakat.  Untuk itu agar buruh atau pekerja melihat dan mengecek ke perusahaan di Jatim terkait kapasitas produksi yang terus turun dan saat ini kapasitasnya tinggal 60%.

 Hal tsb disampaikannya saat menghadiri acara Cangkrukan Kapolda Jatim dengan Forkompimda,  Apindo, dan Para Ketua Serikat Pekerja/Serikat Buruh Jatim di Rumah Dinas Kapolda Jatim Jl. Bengawan, Surabaya, (20/11) malam.

 Pakde Karwo-sapaan akrabnya menggambarkan, turunya produksi dan daya beli masyarakat terlihat a.l. dari realisasi penanaman modal asing (PMA) yang hingga saat ini baru mencapai Rp. 14.79 trilliun. Sementara , penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp. 36.81 trilliun sedangkan non fasilitas sebesar Rp. 52.80 trilliun.

 Terkait UMR, Pakde Karwo menjelaskan,  pemerintah daerah tidak diperkenankan lagi membuat diskresi policy tentang pengupahan. Gubernur, bupati maupun walikota tidak boleh membuat aturan yang bertentangan dengan kebijakan Menteri Tenaga Kerja. "Kami tidak memiliki otoritas, melainkan dewan pengupahan," imbuhnya.

 Ditambahkan, kenaikan UMR L didasarkan pertumbuhan ekonomi dan laju inflasi sudah menjadi formula yang tepat. "Kita telah sepakat dengan keputusan Menteri Tenaga Kerja RI yang menetapkan kenaikan UMK sebesar 8.71%," jelasnya.

 Terkait dengan disparitas upah, Pakde Karwo menerangkan bahwa akan dilakukan penyesuaian agar disparitas upah tidak terlalu lebar. "Disparitas upah yang ada seperti Surabaya dan Lamongan akan diselesaikan antara Apindo dan buruh dengan difasilitasi oleh pemerintah," tegasnya.

 Dalam kesempatan sama, Pakde Karwo menilai pertemuan dan dialog antara Kapolda, Pangdam dan Gubernur bersama buruh maupun serikat pekerja ini menunjukkan adanya pendekatan humanis. "Pendekatan humanis seperti ini, yang dilakukan oleh Kapolda dan Pangdam, adalah ciri khas kebiasaan Jawa Timuran yang mengedepankan dialog dan musyawarah," ujarnya.

 Jaga Kondusifitas Jatim

 Dalam sambutannya, Kapolda Jatim Irjen Pol Mahcfud Arifin meminta, agar semua pihak baik pemerintah, buruh maupun pekerja bisa menjaga kondusifitas Jatim. Menurutnya, perselisihan selalu terjadi, akan tetapi cara maupun penyampaian aspirasi haruslah sesuai aturan aturan yang ada. "Saya yakin ada ruang ruang publik untuk melakukan dialog dan komunikasi dalam menyampaikan aspirasi baik dari pekerja maupun dari pengusaha. Terpenting tugas kita adalah menjaga Jatim tetap kondusif," ujarnya.

 Sementaranitu, Ketua DPD Konfederasi SPSI Jatim, Achmad Fauzi berharap agar disparitas upah yang ada di Jatim tidak terlalu jauh dan tinggi. Ia mencontohkan, daerah Gresik dan Jember UMK yang ada sangatlah jauh berbeda. "Saya meminta kepada pemerintah untuk memangkas disparitas upah ini. Kami berjanji akan meningkatkan kualitas dalam bekerja," tutupnya. (Humas Pemprov Jatim/ nif) (Humas Pemprov Jatim / nif/amel/fud).

Read 201 times

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

3868949
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
499
2052
35751
3868949

Your IP: 107.20.120.65
Server Time: 2017-12-18 06:19:48