Jumat, 04 Agustus 2017 09:55

Niko Wiradinata Bantu Kepolisian Inggris Selidiki Kasus Cyber Crime

Rate this item
(1 Vote)
Suaramandiri .com (Surabaya)   - Tak disangka, selain dikenal sebagai pengusaha dan juga Public Figure, Niko Wiradinata juga sering menangani kasus cyber crime semenjak masih mahasiswa dan berada di bangku kuliah sampai sekarang ini. 
“Mulai dari kasus cyber crime sederhana seperti Hacking media sosial, pembajakan website sampai dengan cyber crime penipuan dan pembajakan uang beserta data bernilai jutaan dolar yang di alami perusahaan baik lokal maupun perusahaan dari luar negeri," ungkap Niko.
 
Menurut Niko, penanganan kasus cyber crime harus serius dan juga cepat karena apabila terlalu lambat ditangani, bukti seringkali bisa susah untuk didapatkan atau sang pelaku bisa kabur terlebih dulu.
 
 “Di kasus terbaru yang saya tangani, penipu berasal dari Inggris dan Swedia. Namun sang klien baru menemui saya ketika sudah lewat 6 bulan lebih. Akibatnya meskipun saya berhasil melacak teknik dan modus yang digunakan pelaku, sang pelaku sudah kabur duluan. Akhirnya saya serahkan pada pihak polisi internasional untuk melakukan pemburuan terhadap pelaku sesuai dengan bukti – bukti yang saya temuka,” ujar Niko.
 
Saat ditanya kasus cyber crime apa yang paling sering ditangani, Niko menjawab bahwa biasanya paling banyak adalah kasus penipuan berupa email dan data spoofing juga money fraud. 
 
“Memang tidak menyalahkan banyak perusahaan yang terkena modus cyber crime seperti ini, terutama perusahaan besar namun masih bersistem kekeluargaan yang masih sangat minim dalam kesadaran teknologi. Sangat disayangkan ratusan juta sampai milyaran kerugian dapat dialami oleh perusahaan- perusahaan model tersebut.” Kata Niko.
 
Disisi lain,  developer IT ini juga mengatakan bahwa kasus pembajakan situs online adalah nomor urut ketiga yang paling sering ditanganinya. “Kalau yang ini murni terjadi akibat lemahnya pertahanan firewall provider hosting lokal di Indonesia, paling banyak yang mengalami pembajakan adalah situs lokal yang menggunakan provider hosting di Indonesia,” jelasnya.
 
Niko berharap bahwa masyarakat khususnya para pelaku bisnis tidak menganggap sepele apabila terjadi indikasi cyber crime pada bisnis mereka masing-masing. Karena lambatnya penanganan akan membuat pelacakan lebih sulit dilakukan karena hilangnya jejak digital seiring dengan waktu. (amel/fud)

 

 
 
Read 229 times

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

3711970
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
1279
6491
137151
3711970

Your IP: 54.224.13.210
Server Time: 2017-10-20 03:07:00