Jumat, 12 Mei 2017 16:57

Wagub Buat Program Jangka Pendek dan Jangka Panjang Tangani Kasus Limbah B3 di Lakardowo

Rate this item
(0 votes)
Suaramandiri .com  (Mojokerto)   -Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf membuat program jangka pendek dan jangka panjang untuk menangani kasus limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang terjadi di Desa Lakardowo, Kab. Mojokerto.  Program itu penting dilakukan karena adanya laporan dampak air sumur yang digunakan untuk keperluan keseharian warga diduga  telah tercemar oleh limbah B3 dari PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA).
 
“Prioritas program jangka pendeknya ialah kebutuhan air bersih untuk warga harus dibantu oleh pemerintah hingga masalahnya bisa terselesaikan,” ungkap Gus Ipul-sapaan lekat Wagub Jatim saat melakukan kunjungan dan berdialog dengan warga di Desa Lakardowo, Kec. Jetis, Kab. Mojokerto, Jumat(12/05).
 
Gus Ipul menambahkan, program jangka pendek yang kedua yakni pengecekan masal kesehatan warga yang banyak mengalami dermatitis atau iritasi kulit, khususnya anak-anak. Pengecekan kesehatan tersebut nantinya akan dilakukan langsung oleh tim Dinas Kesehatan Prov. Jatim. 
 
“Berdasarkan informasi dalam satu bulan satu dusun mengeluarkan biaya sekitar R. 4,5 juta untuk kebutuhan air bersih. Air ini digunakan untuk masak dan minum, sedangkan untuk mandi warga masih menggunakan air sumur yang ada,” terangnya.
 
Untuk program jangka panjang, Gus Ipul menjelaskan, akan segera dilakukan penelitian ulang yang melibatkan tim independen misalnya dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Menurutnya, penelitian dari tim independen merupakan langkah tepat karena  bisa menjadi pembanding hasil penelitian sebelumnya. Dengan demikian diharapkan hasil yang diperoleh lebih obyektif. “Saya nanti yang akan membantu biaya penelitiannya, karenanya tolong segera dibuat kajian dan proposalnya,” ujarnya disambut tepuk tangan warga.
 
Lebih lanjut disampaikan, permasalahan limbah termasuk salah satu masalah utama di Jatim pasalnya setiap tahun ada 170 ton limbah B3 yang harus dikelola secara khusus. Namun, berdasarkan data dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Prov. Jatim saat ini baru 39 persen limbah B3 yang dibuang ke Cileungsi Bogor. Sedangkan 61 persen sisanya masih diteliti lewat manifestnya. Dicontohkan beberapa waktu lalu telah dilakukan penggrebekan pada salah satu pabrik pengolahan limbah B3 yang bermasalah di Surabaya. “Salah satu pabrik pengolahan limbah B3 di Jatim adalah PT. PRIA, jadi sebenarnya keberadaannya dibutuhkan,” tukasnya.
 
Gus Ipul juga memberikan apresiasi atas aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat Desa Lakardowo, bahkan masalah tersebut telah dibicarakan di tingkat pemerintah pusat. Ia berpesan agar warga menghormati dan menghargai proses yang masih berlangsung. Apalagi, yang ditugaskan menangani masalah tersebut adalah para ahli yang mengerti tentang kaidah ilmiah.
 
“Dalam masalah ini kita tidak mencari siapa yang salah tapi mengungkap fakta sebenarnya. Oleh sebab itu mari kita tunggu dan hargai prosedur yang sedang berlangsung,” terangnya.
 
Turut mendampingi Kepala BLH Prov. Jatim Bambang Sadono,  basis band Slank Ivan Kurniawan Arifin yang mengaku ikut perduli terhadap isu pencemaran lingkungan yang terjadi di Desa Lakardowo.  
 
Usai berkunjung dan berdialog secara langsung dengan warga Desa Lakardowo, Wakil Gubernur Jatim Drs.H. Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA), Kab. Mojokerto, yang lokasinya tidak jauh dari pemukiman warga.
Saat bertemu dengan jajaran direksi PT. PRIA, Gus Ipul menjelaskan, pemerintah khususnya Pemprov akan mengikuti peraturan yang ada dalam menyikapi dugaan pencemaran limbah B3. Disamping itu, Ia berharap hubungan antara perusahaan dengan warga sekitar bisa harmonis. “Jika hubungan antara perusahaan dan masyarakat baik maka pemerintah akan tenang,” ungkapnya.
Gus Ipul menambahkan, pemerintah akan melakukan pendampingan dan klarifikasi kepada masyarakat bila terjadi kesalahpahaman. 
 
Namun jika data-data hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat benar, maka pemerintah juga yang wajib membela. “Posisi pemerintah disini sudah jelas sebagai pengayom dan membantu menyelesaikan setiap masalah yang terjadi di masyarakat,” pungkasnya.  (fud/pandu)

 

Read 77 times

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

2568451
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
2513
5107
187331
2568451

Your IP: 54.161.8.205
Server Time: 2017-05-23 12:00:10