Rabu, 12 April 2017 10:34

Wagub Jatim: “Survey Dijadikan Sebagai Indikator Pelayanan Publik”

Rate this item
(0 votes)

Suaramandiri .com  (Malang )   Ada Masalah? tidak ada, apa ibu waktu mencari kamar apakah sulit langsung dijawab tidak, terus siapa yang membayari ibu, dijawab semua ditanggung oleh BPJS. Apa ibu diperlakukan dengan baik disini, langsung dijawab baik, ada masalah, tidak ada. “Jadi, saya gembira sekali  jawaban secara langsung dari pasien ini. karena Survey  merupakan salah satu alat atau indikator untuk mengukur sebuah pelayanan. Karena sekarang ini, tidak hanya pilkada saja  yang membutuhkan survey, pelayanan publikpun juga perlu dan butuh  survey sebagai indikator keberhasilan pelayanan.

“Untuk itu, saya minta kepada Pimpinan RSSA Malang setiap tiga bulan sekali hendaknya selalu membuat atau melakukan survey  di bidang pelayanan publik. Bidang pelayanan mana yang harus segera diperbaiki dan bidang pelayanan publik apa yang harus segera  ditingkatkan,” pinta Gus Ipul panggilan akrap Wagub Jatim.

Perttanyaan-pertanyaan tersebut, disampaikan secara langsung  Wakil Gubernut Jawa Timur  Drs. Saifullah Yusuf yang sekaligus beliau selaku Katua Umum Satgas  Pencegahan dan Pemberantasan Pungli Jatim, kepada para pasien  saat  melakukan Sidak Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber) di lingkungan RSSA Malang, Selasa (11/4) siang.

Dikatakan, untuk mengetahui baik-buruknya atau berhasil- tidaknya  pelayanan kita kepada masyarakat, salah satu caranya adalah  lembaga atau rumah sakit ini harus mau terbuka  kepada publik. Dan sekaligus  lembaga ini harus mau menerima kritik, saran  atau penilaian dari konsumen. Dengan begitu, institusi ini bisa mengetahui dengan segera  pelayanan- pelayanan mana yang harus segera diperbaiki dan dibidang apa lagi yang harus segera  ditingkatkan.

Selanjutnya Gus Ipul mengatakan, Rumah Sakit ini yakni  RSSA Malang   merupakan Rumah Sakit Rujukan makanya harus yang terbaik. Dan Rumah sakit seperti ini, pasti jumlah pasiennya pun berlebih, kalau sudah begitu untuk melayani pasienpun tidak gampang. Karena perbandingan antara jumlah pasien dan jumlah kamar sudah  tidak  seimbang. Sebab, jumlah kamarnya hanya sedikit dan tidak mencukupi, tapi jumlah permintaan kamar untuk  pasien yang akan menginap lebih banyak atau besar.

Dan RSSA Malang ini lanjutnya, merupakan Rumah Sakit Penyangga  wilayah Jawa Timur bagian selatan, kalau Soetomo itu untuk di tengah, dan wilayah barat RS Soedono Madiun serta wilayah Timur adalah Rumah Sakit Soebandi yang ada di Jember. Nah, rumah sakit-rumah sakit tersebut merupakan rumah sakit milik provinsi yang menjadi penyangga kita.  “Untuk meng-antisipati melubernya pasien yang datang rumah sakit, kita sudah menggunakan sistem rujukan. Tapi yang namanya masyarakat itu belum puas kalau belum dibawa ke Rumah sakit,”jelas Gus Ipul.

Nah itulah yang kadang-kadang menjadi masalah, sementara Bapak Gubernur sudah mengeluarkan kebijakan yang harus dan wajib dipraktekkan di semua rumah sakit. Siapapun dan dari manapun pasien yang datang ke Rumah Sakit Provinsi tidak boleh ditolak, tapi harus tetap dilayani dengan baik  dan diobati sampai tuntas.

Padahal, ada pasien yang cukup primer yang semestinya  cukup ditangani oleh puskesmas saja. Tapi karena pasien tersebut merasa belum puas kalau belum dibawa ke rumah sakit  hal seperti inilah  yang menjadikan pelayanan kita overlote atau kelebihan.” RSSA ini sudah merupakan Puskesmas raksasa dan tempatnyapun sudah terbatas. Ya sistem rujukan itu yang salah satu kita pakai dan yang kedua adalah cara berfikir atau mental dari karyawan rumah sakit yang harus dirubah. Maksudnya harus disamakan pola pikirnya yaitu jangan membeda-bedakan pasien, sebab kadang-kadang masih ada keluhan dari pasien tapi tidak banyak.

Tapi, Alhamdulillah Syaiful Anwar dan Dr. Soetomo, merupakan rumah sakit yang mendapat Akreditasi Paripurna jadi pelayanannya sudah bagus. Tapi namanya manusia sekali-sekali kalau masih ada kekuarangan ya mohon maaf dan kita selalu akan memperbaiki terus. Tapi prinsipnya rumah sakit tidak boleh menolak pasien, dan RSSA ini juga ada kotak aduan atau kotak pelayanan.

Kaitannya  saya survey ini dengan Saber Pungli, itu sebabnya tadi saya menanyakan langsung ke pasien tentang  rawat inap atau rawat jalan dan masalah tarikan uang atau apa yang menyangkut dengan pasien di RSSA ini. Semua itu harus  ditanyakan langsung ke pasien karena ini adalah survey dan hal  seperti ini akan terus menerus dilakukan. Tujuannya, agar mendapat rujukan atau acuan  yang bisa dijadikan indikator sebagai keberhasilan di dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat yang bersih tanpa pungli.

Syaiful Anwar adalah salah satu rumah sakit yang akan dijadikan model, kalau Syaiful Anwar bagus, ini akan menginspirasi  rumah sakit-rumah sakit  yang lain. Dan saya ditugasi oleh Bapak Gubernur untuk mengecek Saber  Pungli yang ada di provinsi (dibentuk provinsi) bukan saber Pungli yang ada di Pusat (yang dibentuk Presiden).Kalau Saber yang dibentuk Presiden itu ketuanya langsung Polisi, Kalau saya ini Ketua Umum Saber Pungli Jatim bersama Pak Asisten Administrasi dan Umum, Pak Nur dan yang lain ditugasi untuk melakukan pencehan atau promotive preventive di RSSA ini.

Kami datang kesini ini  dengan tujuan untuk mengingatkan dan pencegahan jangan sampai kita-kita ini yang mempunyai tugas pelayanan publik ini melakukan hal-hal yang kurang baik atau tidak sesuai dengan aturan. “Yaitu memberikan pelayanan publik dengan tidak memenuhi aturan yang ada demi untuk mendapatkan tambahan atau pungli. Itu jangan sampai terjadi di RSSA ini,” jelasnya.

“ Selama  Saber Pungli dibentuk oleh bapak Gubernur, saya sudah  mendapat  dua  pengaduan masalah perijinan yang ada di Kab/Kota. Jadi, kedua pengaduan tersebut kami serahkan kepada Kab/Kota,” kata Wagub. Jatim yang sekaligus selaku Ketua Umum Saber Pungli jatim.

Sebelum mengakhiri Sidak Saber Pungli di RSSA ini Gus Ipul, berkenan mendatangi ruang rawat inap  khusus untuk penyakit dalam, tumor dan kanker untuk  melihat dan berwawancara langsung dengan pasien. Agar mendapat jawaban dan masukan langsung dari pasien tentang bagaimana  pelayanan  RSSA kepada pasien dan keluarga.(Humas Pemprov. jatim/dilla dan Erwin/fud/amel)

Read 668 times

Foto Galeri

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

3254841
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
1847
10406
186358
3254841

Your IP: 107.22.97.23
Server Time: 2017-08-24 08:19:15