Rabu, 21 Februari 2018 14:20

ACT Kirimkan 10 Ribu Ton Beras Ke Palestina

Pembacaan doa sebelum dilepasnya Kapal Kemanusiaan Palestina di Terminal Petikemas, Tanjung Perak, Surabaya, Rabu (21/2/2018). Pembacaan doa sebelum dilepasnya Kapal Kemanusiaan Palestina di Terminal Petikemas, Tanjung Perak, Surabaya, Rabu (21/2/2018).

Suaramandiri .com (surabaya)    Keputusan sepihak terkait pemindahan ibu kota Israel ke Yerussalem atau Al - Quds pada Desember lalu, meruncingkan kembali krisis kemanusiaan di Palestina.

Ikhtiar bangsa Indonesia untuk membantu perjuangan rakyat Palestina pun berlanjut.

Melibatkan seluruh elemen bangsa Indonesia, Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali melayarkan Kapal Kemanusiaan.

Kali ini, 10 ribu ton beras dikirim secara bertahap menuju Palestina melalui Terminal Petikemas, Tanjung Perak, Surabaya, Rabu (21/2/2018) siang.

Pelepasan Kapal Kemanusiaan menuju Palestina dihadiri oleh Presiden ACT, Ahyudin, Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Kementerian Uar Negeri RI, Salman Alfarisi, Ustadz Bachtiar Nasir, GM Pelindo III, Surabaya, Direktur PT Samudera Indonesia, Wakapolres Tanjung Perak, dan sejumlah anggota ACT yang ada di kota Surabaya.

Presiden ACT, Ahyudin dalam kesempatan tersebut mengatakan, berlayarnya Kapal Kemanusiaan menandakan besarnya kepedulian bangsa Indonesia dalam merespon krisis kemanusiaan yang menimpa rakyat Palestina.

"Apa yang kita berikan untuk Palestina, memperluhatkan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang baik, kita tidak akan kekurangan narasi kebaikan. Bangsa ini tidak boleh sepi dari ikhtiar- ikhtiar kebaikan untuk kehidupan," kata Ahyudin.

Untuk diketahui, ribuan ton beras yang dikirim ke Palestina dikumpulkan dari beberapa Kabupaten yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Beras tersebut kami kumpulkan dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah, diantaranya, Bojonegoro, Ponorogo, Ngawi, Sragen, Purwodadi, Rembang dan Blora, yang mulai kita kumpulkan sejak panen raya, awal februari lalu," jelas Ahyudin.

Lebih lanjut Ahyudin menjelaskan, seluruh kegiatan panen hingga pengemasan beras berpusat di Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) binaan ACT yang ada di Desa Jipang, Blora, Jawa Tengah.

Menurut Koordinator LPM, Harun Susanto mengatakan, lebih dari 200 relawan yang terlibat dalam proses panen hingga pengangkutan beras menuju ke Kapal Kemanusiaan Palestina.

"Kalau dihitung, sudah ada lebih dari 200 relawan yang berpartisipasi membantu proses panen, dari menggiling gabah, mengemas, hingga mengangkut beras ke truk- truk kecil maupun kontainer," ujar Harun.

Harun menjelaskan, beras yang dikirim ke Palestina merupakan beras berkualitas terbaik, yang dipanen oleh petani Indonesia, yang sengaja didonasikan bagi saudara kita yang ada di Palestina.

"Beras yang dikirim memiliki kualitas terbaik, dan diangkut menggunakan sekitar 80 truk kontainer, menuju ke pelabuhan Petikemas, Surabaya mulai 16 Februari kemarin," jelas Harun.

Kapal Kemanusiaan Palestina akan menempuh jarak 9270 kilometer, dan diperkirakan akan sampai di Palestina 40 hari kedepan.

Pengiriman bantuan kemanusiaan ini, terselenggara berkat kerjasama ACT dengan PT Samudera Indonesia.  (hery/fud)

Read 316 times

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

4383629
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
3389
3521
103024
4383629

Your IP: 23.20.7.34
Server Time: 2018-05-25 23:28:03