Senin, 20 November 2017 19:14

Kementerian Perhubungan Lakukan Efisiensi,Pembayaran Tunjangan uang makan Syahbandar Perak tertunda 4bulan

Suaramandiri .com (Surabaya)  - Pembayaran uang makan pegawai Syahbandar Tanjung Perak  sempat tertunda selama  empat bulan,hampir semua jajaran staf tidak menerima tunjangan uang makan semenjak bulan juli lalu,hal ini membuat suasana di kantor Syahbandar memanas.

Menurut sejumlah pegawai Syahbandar yang enggan disebut jati dirinya,mengungkapkan  pembayaran tunjangan uang makan  sebesar Rp.700.000 per orang terlambat selama empat bulan mempengaruhi semangat kerja, kalau di total maka jumlahnya jatuh  pada angka  Rp.2.800.000 per orang/Pegawai tunjangan terendah.

 Sementara jumlah pegawai di Kantor Syahbandar di perkirakan berjumlah 520 orang  yang terbagi di tiga bidang Yakni Bidang Penjagaan Patroli dan penyidikan,Bidang Keselamatan berlayar,Bidang status hukum  sertifikasi kapal ditambah staf  di jajaran TU/Tata usaha.

Jika di kalkulasi jumlah pegawai dan rata rata tunjangan uang makan Rp.700.000, selama empat bulan maka jumlah  anggaran uang makan yang sempat  ngendap  selama empat mencapai Rp.1.456.000.000.-  angka yang pantastis. Untungnya situasi ini tidak berlangsung berlarut larut. Namun hal ini merupakan pelajaran berharga bagi pengelola anggaran keuangan Negara di kantor Syahbandar tanjung Perak maupundi kementerian Perhubungan agarhal serupa  tidak terulang lagi sebab uang makan itu adalah hak dari pegawai,yang di atur oleh pemerintah.

Terkait dengan kasus ini, Kepala Syahbandar belum bisa di konfirmasi “pak Amiruddin lagi keluar kantor” ungkap salah satu stafnya,silahkan wartawan ke pak Suwadji Sentot Kepala bagian Tata Usaha (Ka.TU).

 Suwadji sentot ketika di temui di ruang kerjannya senin sore(20/11) di damping Fatoniah dan sejumlah staf lain nya, dalam perbincangan singkat, beliau menjelaskan bahwa tertundanya Pembayaran Uang makan pegawai Syahbandar itu di sebabkan kebijakan dari pusat,kantor kementerian  Perhubungan melakukan program efisiensi angaran, akibatnya pembayaran tertunda,namun setelah itu kita urus sesuai prosedur kekantor kementerian,kita uber tidak sendiri mungkin ada dari kementerian lain juga” jelasnya.namun ketika di tanya kok kantor Otoritas dan Distrik Navigasi tidak mengalami dan tidak terkena efisiensi,ia menjelaskan bahwa “di kementerian itu ada satuan kerja ada sebagian yang kena dan ada juga yang tidak kena ungkapnya singkat.

Berdasarkan informasi yang di himpun di lapangan ,Kronologis penundaan pembayaran uang makan ini terjadi mulai sekitar bulan juli  hingga 0ktober 2017,ketika itu Kepala Syahbandar Tanjung Perak dijabat Hari Setyobudi dan Kabag TU nya di jabat Sri Sukesi (kini sama sama  Pensiun). Menurut beberapa sumber di kantor Syahbandar,mereka sempat mempertanyakan kepada Sri Sukaesi menjelang ahir jabatannya sebelum pensiun, namun tidak mendapatkan penjelasan yang memuaskan. Lalu tidak berapa lama pergantian Pejabat Syahbandar dan Kabag TU pun berlangsung dari Hari Setyobudi ke pejabat baru Amiruddin kemudian di susul pergantian Kabag TU Sri Sukaesi ke Swadji Sentot, tanpa ada realisasi pembayaran uang makan yang tertunda.

Setelah memasuki  bulan oktober para pegawai mengancam akan melakukan demo agar hak mereka segera di realisasikan. Dan hal ini pun terdengar kepada para petinggi di kantor Syahbandar Utama Tanjung Perak. Untuk mengantisipasi situasi  maka Syahbandar Amiruddin menugaskan Kepala Bagian TU untuk mengurusi masalah ini.

Hingga tidak berselang  berapa lama, pada awal bulan November  Kepala Syahbandar secara mendadak memerintahkan semua Pegawai melakukan apel di lapangan kantor Syahbandar sekitar jam 3 sore. Pada saat itulah Syahbandar memberitahukan kepada semua jajaran yang hadir Apel Pasukan sore itu di beritahukan bahwa uang makan yang sudah empat bulan belum di bayarkan “besok sudah bisa di ambil,ungkap nya dan seketika itu pula bendahara maju ke depan dan member tahukan kepada Kepala Syahbandar bahwa “pengambilan bukan besok bahkan hari ini sudah bisa di ambil”katanya, sambil berpesan kepada bawahannya agar menyerahkan uang tunjangan uang makan ini langsung   kepada keluarga masing masing pesan Amir. Sambil mendapat sambutan hangat dari para pegawai saat itu. Tak lupa pula pada ahir acara Amiruddin menyampaikan permintaan  maaf pada jajarannya atas penundaan pembayaran uang makan tersebut.(Fud/Sar)   

 

Read 140 times Last modified on Senin, 20 November 2017 19:24

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

3868940
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
490
2052
35742
3868940

Your IP: 107.20.120.65
Server Time: 2017-12-18 06:18:35