Kamis, 26 Oktober 2017 16:55

Tol Laut Ditata, Ditjenhubla Kumpulkan Data Featured

Plt. Dirjenhubla Bay M Hasani (baju putih dua kanan)  Memimpin Dialog Tol Laut di GSN. Plt. Dirjenhubla Bay M Hasani (baju putih dua kanan) Memimpin Dialog Tol Laut di GSN.

Suara Mandiri.com (Surabaya) – Jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjenhubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka dialog dengan pihak swasta terkait pengelolaan Tol Laut yang sudah berjalan selama lebih kurang 2 tahun. Keluhan, informasi maupun usulan mengalir silih berganti dari para pelaku bisnis, diantaranya pedagang/ pemilik barang, perusahaan pelayaran, perusahaan bongkar muat, asosiasi dan berbagai pihak yang terlibat di dalam program bersubsidi ini.

Dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Hubla, Bay M Hasani didampingi Kepala Sub Direktorat Angkutan Laut Dalam Negeri Ditjenhubla, Wisnu, berbagai permasalahan yang dikemukakan berhasil mendapatkan solusi. Sementara, yang aspek persoalannya cukup rumit menjadi catatan Dijenhubla untuk penyempurnaan dan evaluasi program Tol Laut pada tahun anggaran 2018 mendatang.

Tatkala sesi dialog dibuka, seorang peserta menginformasikan adanya jual beli delivery order (DO) jatah pengiriman barang yang terjadi sampai sekarang. “Ini terjadi pada DO yang tidak terpakai. Misalnya dapat 10 DO, yang dipakai cuma 6 DO. Maka sisa 4 DO ini dipakai untuk pengiriman berikutnya. Ini yang dijualbelikan. Karenanya kita usulkan sisa DO itu menjadi hangus saja, pak,” ujarnya.

Sementara Dewan Pengurus Cabang (DPC) Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Surabaya menggaris-bawahi kendala pada pelaksanaan program Tol Laut, antara lain kekurangan kontainer dan skedul kapal yang berlayar dua minggu sekali. “Waktu menghadap bapak Menteri beberapa waktu lalu kami mengusulkan, pihak swasta diikut-sertakan dalam program ini. Yang dipilih adalah pelayaran yang subsidinya paling rendah,” kata Slamet Raharjo.

Ada lagi yang menyampaikan, penerima barang di daerah-daerah tujuan Tol Laut seharusnya distandarisir sesuai perusahaan pada umumnya. “Misalnya penerima barang itu harus punya SIUP (maksudnya, Surat Izin Usaha Perdagangan) disana. Selama ini, syarat tersebut tidak ada, pak. Asal terima-terima saja,” ungkap seorang pedagang menyeritakan situasi bongkar muatan di pelabuhan-pelabuhan Wasior, Nabire, Manokwari, Timika dan beberapa lagi. Juga mengenai kuota muatan yang jauh lebih rendah dari kebutuhan turut dikeluhkan.   

Plt Dirjenhubla selanjutnya minta peserta dialog menyampaikan usul/ saran atau konsep untuk menurunkan harga sesuai arahan Menteri Perhubungan, bahwa pihak swasta dituntut untuk memegang komitmen dalam rangka mengatasi kesenjangan harga dan suplai barang ke wilayah Indonesia Timur.    

Program Tol Laut memang menempatkan Ditjenhubla, khususnya  Sub Direktorat Angkutan Laut Dalam Negeri sebagai “tulang punggung” pelaksana. Dan pelabuhan Tanjung Perak khususnya, menjadi sentra sebagian besar trayek kapal ke berbagai jurusan di kawasan Indonesia Timur.

Dan sebagaimana diungkap Wisnu, program Tol Laut memang masih perlu terus disempurnakan. Pada awalnya, kuota yang diberikan kerap kali tidak terpenuhi. Tetapi kini, seiring dengan banyaknya peminat, jatah untuk subsidi yang diberikan menjadi rebutan. “Dulu waktu mulai Tol Laut itu kita nggak mikir kuota. Sekarang ini menjadi rebutan karena sudah melebihi jatah. Makanya kedepan nanti mulai kita tata, karena masyarakat itu maunya kapalnya nambah-nambah terus,” ujarnya.

Inilah yang dimaksud penataan program Tol Laut tadi. Bahwa untuk mengarahkan subsidi dengan tepat diperlukan pengaturan trayek kapal, jenis dan kuantitas barang yang diangkut. Supaya daerah-daerah tersebut lebih cepat berkembang sehingga tidak lagi menerima subsidi. “Daerah di sana itu harus hidup. Kalau Jawa sebagai kawasan industri, maka disana harusnya sebagai penghasil bahan pokok. Masak sekarang ini beras saja dari sini. Padahal di sana itu lahannya masih luas,” demikian Wisnu menyeritakan kait mengkait Tol Laut dengan sektor lainnya.(iwan/mahfud)

 

Read 200 times Last modified on Kamis, 26 Oktober 2017 18:23

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

3868936
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
486
2052
35738
3868936

Your IP: 107.20.120.65
Server Time: 2017-12-18 06:17:48