Senin, 23 Oktober 2017 19:13

Menteri Perhubungan Inspeksi Kapal Tol Laut di Tanjung Perak

Menhub Budi Karya Sumadi Saat Inspeksi Kapal Tol Laut Di Dermaga Jamrud Menhub Budi Karya Sumadi Saat Inspeksi Kapal Tol Laut Di Dermaga Jamrud

Suara Mandiri.com (Surabaya) – Tol laut benar-benar menjadi perhatian pemerintah pusat dalam rangka memperkecil disparitas (perbedaan) harga di Pulau Jawa dengan kawasan Indonesia Timur, khususnya Papua. Nyaris seluruh aspek dalam pengoperasian kapal yang menjalankan misi tol laut dipastikan tidak bermasalah. Sebagaimana dibuktikan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat menginspeksi Kapal Mesin (KM) Curug Mas menjelang pelayarannya ke wilayah timur (Sulawesi Tenggara dan Papua). “Biasanya kapal itu tidak dilengkapi dengan crane kapal, sehingga membuat waktu bongkar muat menjadi lebih lama. Tapi, kapal ini sudah cukup baik,” ujarnya kepada wartawan, di sisi kapal yang sandar di Dermaga Jamrud, Tanjung Perak.

Selain fasilitas kapal, Menhub juga ingin memastikan muatan kapal. Katanya, “Barangnya ini milik siapa? Jenis barangnya apa? Ini perlu kita teliti. Bisa ndak memberikan harga yang cukup baik?” paparnya didampingi jajaran Kantor Kesyahbandaran Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur dan PT Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Perak.

Lebih jauh dijelaskan, harga-harga di kota-kota tujuan kapal tol laut secara umum sudah turun cukup signifikan. Namun Menhub masih menginginkan harga yang lebih rendah lagi. Untuk mencapai tujuan tersebut tidak ada cara lain, kecuali dengan mengontrol pemilik barang serta jenis barangnya. Dan melalui peninjauan langsung ini pula Menhub menyatakan akan mendiskusikan berbagai temuan yang terkait dengan angkutan barang melalui tol laut ini.

Pihak swasta pun akan dilibatkan pada waktu-waktu mendatang. Karena selama ini yang diangkut adalah barang-barang milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). Untuk yang milik swasta, Menhub berjanji akan mengikutsertakan kemudian.

Dan selanjutnya nanti, akan terus dilakukan pemeriksaan setiap kapal, khususnya barang-barang yang langsung berpengaruh pada mekanisme harga-harga ini di pelabuhan tujuan. Katanya, “Harga-harga disana, khususnya untuk kota di tingkat kota pertama saat ini sudah turun sebesar 20 persen. Kemudian yang penting lagi, sekarang sudah tidak ada lagi kelangkaan jenis barang tertentu.”

Namun demikian Budi Karya Sumadi masih perlu menyempurnakan lagi angkutan tol laut agar harga yang sudah turun di tingkat pertama ini dapat berpengaruh pula di kota tingkat kedua. Perlu waktu berapa lama untuk mengirimnya ke sana? Serta mengontrol para pedagang yang membawa barang-barang dengan menggunakan tol laut. “Komitmen para pedagang ini bagaimana dengan penurunan harga?” tegasnya.

Usai meninjau KM Curug Mas, Menteri Perhubungan bersama jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melakukan diskusi dengan pihak swasta, diantaranya para pedagang, perusahaan pelayaran, perusahaan bongkar muat dan pihak terkait lainnya di ruang VIP di gedung Gapura Surya Nusantara. Sesi tanya jawab yang berlangsung selama sekitar 1 jam diikuti pula jajaran Kementerian Perdagangan. (iwan/mahfud)

 

Read 215 times Last modified on Senin, 23 Oktober 2017 19:16

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

3868925
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
475
2052
35727
3868925

Your IP: 107.20.120.65
Server Time: 2017-12-18 06:16:00