Kamis, 12 Oktober 2017 11:59

Rencana Induk Pelabuhan Tanjung Perak Disosialisasikan

Rate this item
(0 votes)
Ka OP Tanjung Perak Mauritz S Menyerahkan RIP ke Peserta Sosialisasi (dok. OP - Andry). Ka OP Tanjung Perak Mauritz S Menyerahkan RIP ke Peserta Sosialisasi (dok. OP - Andry).

Suara Mandiri.com (Surabaya) Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Utama Tanjung Perak bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III serta Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik menyosialisasikan Rencana Induk Pelabuhan (RIP), Rabu (11/10). Sebuah cetak biru tentang pengembangan dan pembangunan kawasan pelabuhan dengan wilayah daratan seluas 2.046,01 hektare dan perairan 79.484,6 hektare. Mengintegrasikan Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Pelabuhan Gresik dan 2 terminal di Kabupaten Bangkalan, yakni Tanjung Bulupandan dan Socah. Pengembangan dan pembangunan fasilitasnya berlangsung selama 19 tahun (2016 sampai 2035).

Sosialisasi dibuka Kepala Kantor OP Utama Tanjung Perak, Ir Mauritz H.M. Sibarani, DESS, ME. Dalam paparannya dijelaskan bahwa RIP Tanjung Perak dan sekitarnya ini sinkron dengan kebijakan penataan pelabuhan berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 901 tentang Rencana Induk Pelabuhan Nasional. “Perlu diberitahukan kepada seluruh instansi terkait, baik pemerintah maupun non pemerintah, bahwa sekarang pelabuhan Tanjung Perak dan Gresik ini sudah punya dokumen perencanaan. Baik untuk pembangunan, pengembangan maupun pengoperasian pelabuhan ke depan. Jadi kita semua sudah punya buku yang sama untuk mengembangkan Tanjung Perak ini,” katanya.

Untuk wilayah Tanjung Perak, lanjutnya, pelabuhan rakyat Kalimas termasuk di dalamnya karena pelabuhan tradisional ini merupakan terminalnya Tanjung Perak. Sementara, terkait dengan permasalahan atau sengketa  di wilayah yang hendak dikembangkan, misalnya di Terminal Socah, ditegaskan sebagai tanggung jawab mutlak investor. “Mereka bisa bermohon kepada Menteri Perhubungan yang selanjutnya akan dikaji pemanfaatannya nanti seperti apa,” ujar Mauritz.

Di dalam dokumen RIP, pelabuhan Tanjung Perak sampai tahun 2035 membutuhkan berbagai fasilitas diantaranya untuk area penumpukan general cargo (36,6 hektare), curah kering (4 hektare), curah cair non BBM (1,23 hektare), curah cair BBM (7,9 hektare), petikemas (78,7 hektare) dan terminal penumpang (4 hektare). Diikuti Terminal Teluk Lamong, untuk dermaga curah cair (500 hektare), dermaga petikemas (1.080 hektare), dermaga LPG (750 hektare) dan dermaga LNG (250 hektare). Direncanakan pula di sana dermaga sepanjang 330 meter untuk tambatan kapal-kapal negara milik Kesyahbandaran Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai, OP dan KSOP, Navigasi, Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) dan lainnya.

Sedang pengembangan pelabuhan Gresik memerlukan dermaga general cargo (1.395 hektare), dermaga curah kering (490 hektare), curah cair (470 hektare) serta dermaga penumpang (35 hektare). Terminal Manyar membutuhkan area 3.528 hektare untuk dermaga general cargo, dermaga curah kering, dermaga curah cair dan fasilitas lapangan penumpukan (multi purpose). Dan di Terminal Socah kebutuhannya 1.713,55 hektare untuk dermaga petikemas dan lapangan penumpukan petikemas. Serta Terminal Tanjung Bulupandan tidak kurang dari 1.426,22 hektare untuk dermaga petikemas, dermaga curah kering, dermaga curah cair, fasilitas lapangan penumpukan petikemas dan multipurpose.

Sosialisasi RIP ini dihadiri tak kurang dari 100-an undangan. Perwakilan lembaga pemerintah dan non pemerintah, termasuk pula jajaran anak dan cucu perusahaan PT Pelindo III. (iwan/mahfud)              

                             

      

    

 

Read 161 times Last modified on Kamis, 12 Oktober 2017 12:04

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

3726533
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
5326
10516
151714
3726533

Your IP: 54.166.199.178
Server Time: 2017-10-21 15:34:20