Rabu, 04 Oktober 2017 17:52

Tarif Baru APBS Diberlakukan Mulai 1 Oktober 2017

Rate this item
(0 votes)
Manajer Komersial & Operasional PT APBS, Dadan Darmawan di Ruang Kerjanya. Manajer Komersial & Operasional PT APBS, Dadan Darmawan di Ruang Kerjanya.

Suara Mandiri.com (Surabaya) – Pemberlakuan tarif baru Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) dipercepat dari rencana semula, tanggal 11 Oktober 2017. PT APBS –“cucu” perusahaan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III—menetapkan Minggu (1/10/2017) sebagai hari pertama penarikan tarif berbasis muatan kapal. Demikian dikemukakan Manajer Komersial dan Operasional PT APBS, Dadan Darmawan terkait dengan pemberlakuan tarif baru. Bahwa keputusan untuk mempercepat pemberlakuannya adalah instruksi langsung dari PT Pelindo III. “Kita (maksudnya PT APBS – red) tinggal melaksanakan saja. Karena sebenarnya pemberlakuan tarif APBS sudah merupakan hasil kesepakatan yang tertunda sejak 4 tahun lalu,” ungkap mantan General Manager Pelabuhan Bima ini.

Lebih jauh dijelaskan Dadan, mekanisme pembayaran tarif APBS secara otomatis masuk dalam perhitungan Cash Management System (CMS) PT Pelindo III. Artinya, deposito masing-masing perusahaan pelayaran akan langsung terpotong manakala kapalnya melintasi chanel (alur) untuk melakukan kegiatan bongkar maupun muat di pelabuhan Tanjung Perak dan Gresik. Pihak Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) pun sudah sepakat sistem penagihannya dengan menggunakan manifest masing-masing kapal. Dan untuk mendapatkan kepastian kuantitas kapal yang melintas, PT APBS membuat laporan konsolidasi setiap hari dengan Pelabuhan Indonesia III dan Gresik. “Konsolidasi ini kita lakukan setiap hari. Paling lambat pada pukul 17.00,” katanya.

Sebagaimana diketahui, tarif APBS mulai dipungut sejak Desember 2015. Latar-belakangnya adalah, alur sepanjang 35 kilometer itu harus tetap terpelihara kedalamannya – 13 meter (minimal) dengan lebar antara 150-200 meter. Supaya kapal-kapal dengan draft 8,5 meter dapat masuk ke kolam pelabuhan Tanjung Perak. Untuk itulah konsesi diberikan kepada PT Pelindo III selama 25 tahun, dengan kewajiban mengeruk alur setiap tahun. Namun besaran tarif yang dihitung berdasarkan panjang kapal ini dinilai memberatkan perusahaan pelayaran, sehingga diturunkan sampai 50 persen. Sampai akhirnya tercapai kesepakatan tarif baru yang ditetapkan berdasarkan muatan kapal.

Pengelolaan APBS selanjutnya dialihkan PT Pelindo III ke PT APBS –anak perusahaan PT Pelindo Marine Service (PMS), dimana PT PMS adalah anak perusahaan PT Pelindo III. Sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Kerjasama Nomor: 05011/125/P.III-2015 tanggal 20 Mei 2015 tentang Penyediaan dan Pelayanan Jasa Penggunaan APBS, PT APBS diwajibkan mengelola dan memelihara alur beserta sarana bantu navigasinya.

Dan untuk tarif, Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor PM 72 Tahun 2017 tentang Jenis, Struktur Golongan dan Mekanisme Penetapan Tarif Jasa Kepelabuhanan tanggal 11 September 2017 menetapkan sebagai berikut: petikemas domestik ukuran 40 feet sebesar Rp 75 ribu dan 20 feet Rp 50 ribu. Sedang setiap kontainer internasional 40 feet (Rp 220.500) dan 20 feet (Rp 120.750). Tarif juga dikenakan untuk jenis muatan bulk (serbuk/ bubuk/ curah kering), liquid (cair/ curah cair) dan general (campuran), yaitu untuk domestik Rp 1.500 per ton dan internasional Rp 3.500 per ton. (iwan/mahfud)              

                              

       

     

 

Read 99 times Last modified on Rabu, 04 Oktober 2017 17:55

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

3726523
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
5316
10516
151704
3726523

Your IP: 54.166.199.178
Server Time: 2017-10-21 15:33:00