Kamis, 28 September 2017 19:40

Pelindo bangun lapangan penumpukan di kali mas,buruh dan pengusaha ancam demo

Suara Mandiri .com -(  Surabaya)  Rencana PT.Pelindo III Cabang Tanjung Perak membangun Gudang barang yang telah di bongkar rata dengan tanah tahun lalu,kini pelindo kembali berencana melanjutkan pembangunan gudang tersebut. Puluhan gudang ini sebelumnya sempat terlantar dan dan kemudian di maamfaatkan menjadi lahan parkir Truk ,trailer dan Container. Bisa di lihat setiap malam bekas gudang ini di penuhi ratusan kenderaan yang parkir dengan  system bayaran perbulan dengan tariff berfariasi diduga berkisar antara Rp.200,000 (dua ratus ribu) untuk truk biasa dan Rp.400.000 (empat ratus ribu ) untuk truk truk trailer dan container.

Selama iniBisnis ini di kelola oleh mandor buruh dan waker yang sebelumnya mereka  bekerja  sebagai mandor dan buruh pada gudang ketika gudang belum di bongkar. Namun ketikagudang  di bongkar mereka  kehilangan pekerjaan yang sudah mereka  jalani puluhan tahun,tetapi ketika gudang di bongkar PT.Pelindo Cabang Tg.Perak  belum memberikan solusi buat mereka apakah itu berupa pengalihan kerja atau kompensasi atas hilangnya  sumber nafkah mereka sebagai buruh dan mandor pada kegiatan bongkar muat barang di gudang sebelum di bongkar.

Menurut pak Si  nama saran“Yang membuat kami  resah adalah rencana pelindo untuk mengosongkan gudang yang selama  ini di jadikan lahan parkir,karena sejak bulan lalu  Pelindo III telah memasang sepanduk  yang berbunyi pengosongan terhitug mulai 1 oktober. otomatis dengan pengosongan ini jelas menghilangkan  sumber nafkahkami  satu satunya,selama kami mengelola parkir disini kami tidak makan sendiri ada aturan mainnya,uang yang kita tarik dari sopir sebagian untuk uang jaga kendaraan yang pengelola parkir,sebagian kita serah ke orang orang tertentu,gak usah saya sebut nama nya dan instansinya tapi yang jelas mereka dari instansi yang terkait dengan pengamanan  dan pengawasan di pelabuhan,kalau Pelindo masih  semena mena  sama kita orang kecil ya mau gak mau,kita akan berjuang memperjuangkan hak hak kita yang sudah puluhan tahun kita jalani sebagai buruh di gudang tersebut. Dari beberapa kali pertemuan dengan Pelindo nampaknya kita ini akan di suruh  hengkang begitu saja ini yang gak bisa kita terima. Maka untuk itu kita para buruh dan waker ini sudah melakukan pertemuan membahas langkah langkah yang harus diambil,termasuk demo atau kita tempuh jakur hukum dengan pendampingan lembaga bantuan hukum, dan sudah kita tunjuk yang bertugas untuk itu” tambahnya.

Protes keras juga di lakukan para pemilik gudang  di kalmias,salah satu pengusaha yang di hubungi wartawan Suara Mandiri beberapa hari lalu,mengungkapkan “PT.Pelindo harus konsisten dengan rencana pembangunan gudang yang terlanjur di bongkar,sebagai mana di jelaskan kepada pengusaha ketika sosialisai,bahwasannya gudang itu di bongkar untuk di perbaiki dibangun lebih baik dan fungsi dan peruntukannya tetap sebagai gudang  dan katanya dulu kita bisa kontrak lagi. Tapi belakangan ini timbul gelagat lain dari pelindo sepertinya mereka mau merubah peruntukan lahan kalmias ini,maka nya sebagian dari pengusaha  pemilik gudang yang telah mengelola gudang  puluhan tahun  melakukan perlawanan dengan menempuh jalur hukum, yang sampai saat ini masih berjalan proses hukum nya.

Memang di akuinya ada sebagian pemilik gudang  yang sudah pasrah gudangnya di bongkar, karena menurut mereka melawan Pelindo terlalu besar untuk di lawan. Tapi kita berharap dengan proses hukum yang kita tempuh bisa memberikan keadilan dan menjadi bahan evaluasi bagi kita semua pihak terkait di pelabuhan tidak bertindak semena mena karena pengelolaan pelabuhan tidak semata mata bisnis malainkan lebih kepada kepentingan hajat hiduporang banyak dan rakyat kecil” Jelasnya.

Terkait dengan rencana pengosongan dan pembangunan bekas gudang di pelabuhan kali mas, Greneral Manager PT.Pelindo III Cabang Tanjung Perak  Joko  Noerhuda belum bisa dikonfirmasi,bapak sedang keluar silahkan bapak ke Manager Properti saja pak ungkap salah satu stafnya.

Heri Bertus Manager Properti membenarkan rencana pembangunan gudang di kalimas akan dilangsungkan sesuai rencana “pembangunan kita mulai pertanggal 1 oktober seperti yang telah kita sosialisasikan kepada pihak pihak pengelola parkir di sana beberapa bulan lalu  agar segera mengosongkan lahan dan mengeluarkan semua kenderaan serta kegiatan lain yang selama ini berlangsung liar di sana,lahan itu akan kita bangun untuk lahan penumpukan  barang maupun gudang  sesuai kebutuhan dilapangan  dan kita akan siapkan lahan parkir tersendiri untuk truk dan kenderaan  di luar kali mas,kita fokuskan didalam pelabuhan  jadi  penumpukan barang dan fasilitas lain yang terkait dengan aktifitas di pelabuhan,Penataan Pelabuhan kali mas ini telah sesuai dengan rencana awal revitalisasi yang telah bergulir sejak beberapa tahun lalu” ungkapnya ketika di temui di ruang kerjana beberapa waktu lalu .

Ketika di cek di dalam pelabuhan pembangunan  telah berlangsung  di ujung pelabuhan petekan kalimas,disana rencananya  di persiapkan untuk tempat  taman dan pujasera, Sementara  di bekas gudang masih berlangsung kegiatan parkir liar.

 Ketika di konfirmasi terkait dengan pendapatan parkir liar yang  jumlahnya fantastis  dari bekas gudang kalimas,Heri Bertus membantah pihaknya Pelindo menerima kucuran dana parkir liar,kalau pun ada itu perilaku oknum katanya,dan jangan kaget nanti kalau ada yang terbukti terima upeti dari san siap siap aja mempertanggung jawabkannya,tegasnya. (Saragih/Fud)        

Read 214 times Last modified on Kamis, 28 September 2017 19:47

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

3862596
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
2389
2429
29398
3862596

Your IP: 54.83.122.227
Server Time: 2017-12-14 22:01:31