Rabu, 27 September 2017 12:04

PPSA, Sentral Pelayanan Kantor Syahbandar Tanjung Perak

Rate this item
(0 votes)
Suasana PPSA Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Suasana PPSA Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak

Suara Mandiri.com (Surabaya) Sebagai salah satu instansi penyelenggara pelayanan publik di pelabuhan, Kantor Kesyahbandaran Pelabuhan Utama Tanjung Perak memusatkan seluruh kegiatan pelayanannya di gedung baru. Seluruh pelayanan di gedung ini dijalankan oleh perangkat otomatis (on-line), serta fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di pojok luar. Empat produk pelayanan terkait dengan perjalanan kapal beserta kelengkapannya dapat diurus disana, antara lain Surat Persetujuan Berlayar (SPB), Buku Pelaut, Sertifikat Kapal dan Masa Layar. Dan setiap hari, tak kurang dari ratusan pengguna jasa memadati ruangan yang diperkirakan dapat menampung dua ratusan orang tersebut. Sebagian besar diantaranya adalah pelaut (anak buah kapal/ ABK) yang mengurus dokumen kelengkapan berlayarnya.

Menurut salah satu petugas di bagian SPB, Giatno Hari, sejak pelayanan dipusatkan di PPSA, kegiatan pengurusan dokumen menjelang kapal berangkat itu sekarang berjalan lebih tertib dan lancar. Kalau sebelumnya, para Dinas Luar –istilah untuk pengguna jasa di sana—harus kesana kemari untuk memenuhi kelengkapan persyaratannya, kini mereka tinggal menunggu dokumennya diproses di satu tempat sesuai nomer antrian. “Setelah menyerahkan seluruh berkas, mereka tidak usah kemana-mana. Tinggal duduk sambil nonton televisi yang disediakan. Sebentar kemudian akan dipanggil untuk mengambil SPB nya yang sudah jadi,” tuturnya menceritakan proses pengurusan SPB di Loket 1.

Demikian pula pengalaman 3 sekawan dari Akademi Pelayaran Pelni (APP) yang datang ke Loket 2 untuk mengurus Buku Pelaut. Para pelajar kelas tiga yang sedang menempuh tugas praktik di sekitar Pelabuhan Tuban ini mengatakan, ada 2 pilihan untuk mengurus Buku Pelaut yakni di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang atau Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Tanpa alasan jelas ketiganya mengabaikan mengurus di Pelabuhaan Gresik kendati lebih dekat dengan lokasi tempat praktik.

Di Pelabuhan Tanjung Emas, ungkap Richard –salah satu dari 3 pelajar APP— selain biayanya lebih mahal juga urusannya terlalu ribet (merepotkan). Misalnya saja dalam hal mendapatkan surat keterangan sehat. “Surat itu harus diperoleh dari rumah sakit yang cukup ternama disana. Untuk ke rumah sakit yang ditentukan tersebut itu kan perlu waktu, selain lebih mahal bayarnya . Berbeda dengan disini (maksudnya, Tanjung Perak – red) lebih murah biayanya dan prosesnya pun mudah. Padahal kita ngurus kesini ini tidak ada petunjuk atau informasi sama sekali,” kata pelajar asal Ngawi ini.   

Sentralisasi pusat pelayanan Syahbandar Tanjung Perak ini memang belum terlalu lama. Lebih kurang 6 bulan berjalan. Oleh karenanya masih dapat ditolerir apabila terdapat kekurangan di sana sini. Sebagaimana dikemukakan karyawan sebuah perusahaan pelayaran, bahwa perjalanan pengurusan setiap dokumen seharusnya dapat dipantau oleh yang mengurus. Ia mencontohkan pelayanan di Bandara, dimana setiap penumpang dapat mengetahui keberadaan pesawat yang bakal ditumpangi. “Kalau begini ini kita ndak tahu sudah sampai dimana prosesnya. Seharusnya disini ada layar monitor yang dapat menjelaskan perjalanan berkas pengurusan. Sekarang ada di bagian mana dan habis itu mau kemana. Semua harus tampak di layar monitor,” ungkapnya. Meski kemudian ia menyadari, bahwa untuk menyediakan fasilitas semacam itu diperlukan tambahan sarana kelengkapan, anggaran serta sistem otomatisasi yang lebih kompleks.

Melengkapi fasilitas juga disarankan Solikin, salah satu Dinas Luar yang telah puluhan tahun berurusan di Syahbandar Tanjung Perak. Gedung megah ini akan lebih lengkap apabila di dalamnya ada area untuk menjual minuman atau snack yang diperlukan para pengurus sambil menunggu panggilan nomor antrian masing-masing. “Tempatnya nggak usah terlalu besar. Di pojok gitu biasanya. Saya mau kok ngisi kalau memang disediakan,” ujarnya sembari menunjuk salah satu sudut di dalam gedung PPSA.(iwan/mahfud)

 

Read 117 times

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

3726480
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
5273
10516
151661
3726480

Your IP: 54.166.199.178
Server Time: 2017-10-21 15:28:03