Jumat, 08 September 2017 18:54

DJPL Surati PT Pelindo III Soal Gedung Mangkrak di Gudang Api

Rate this item
(0 votes)
Gedung  Pangkalan  PLP yang Terbengkalai di Gudang Api Gedung Pangkalan PLP yang Terbengkalai di Gudang Api

Suara Mandiri.com (Surabaya) – Keberadaan gedung terbengkalai yang rencananya ditempati kantor Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Perak - Surabaya, masih belum ada kepastian. Bahkan surat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DJPL) kepada PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III beberapa bulan lalu pun, hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban pasti. Demikian dikemukakan Kepala Sub Seksi Operasional Pangkalan PLP, Djumari mengenai jawaban surat yang tak kunjung datang. “Waktu Komandan (maksudnya, Kepala Pangkalan PLP Wawan, SE – red) menghadiri rapat di Jakarta, sampai berpesan supaya saya selalu stand by apabila sewaktu-waktu diundang rapat oleh Pelindo III,” tuturnya mengenai harapan turunnya izin dari PT Pelindo III.

Kepala Pangkalan PLP, Wawan SE yang kembali dari menghadiri rapat di DJPL juga menceritakan masalah tersebut. Sampai Sekretaris DJPL Ir Dwi Budi Sutrisno MSc ikut pula menanyakan kejelasan status gedung yang sudah mangkrak sekitar 7 tahunan itu.

Terbengkalainya gedung di ujung Jalan Nilam Barat itu memang tidak cuma masalah izin. Ada persoalan hukum terkait dengan asal usul pembangunannya. Yakni dugaan terjadinya mark up pada anggaran pembangunan beberapa tahun lalu. Bahkan mantan Kepala Pangkalan PLP beserta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) nya sudah ditahan. “Bulan ini (maksudnya, September – red) pasti sudah disidangkan,” tegas Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak, Lingga Nuarie SH MH.

Lamanya waktu pelimpahan perkara dugaan korupsi ini memang disebabkan oleh banyaknya saksi yang mesti dipanggil untuk dimintai keterangan seputar pembangunan gedung. Bahkan sumber di pelabuhan Tanjung Perak yang diduga terkait dengan pengadaan tanah urugnya sampai khawatir kalau pihaknya sampai dipanggil sebagai saksi. “Yang dipanggil itu termasuk yang ngurug, ya pak?” tanyanya sewaktu mendengar banyak pihak yang dipanggil sebagai saksi.

Area gedung mangkrak ini memang dulunya merupakan lahan pembuangan sampah, yang posisinya lebih rendah dari permukaan laut. Waktu air laut dalam keadaan pasang tinggi, lokasi yang sekarang ditempati bangunan tersebut tergenang air. Sehingga, sebelum pembangunan dilaksanakan perlu dilakukan pengurugan terlebih dulu untuk meninggikan posisinya.  

Lebih jauh Wawan memaparkan, bahwa hasil-hasil pemeriksaan baik yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Perhubungan –Laporan Hasil Audit (LHA)-- maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) –Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP)-- sama sekali tidak mengindikasikan kejanggalan dalam proses pembangunan gedung tersebut.

Persoalan juga semakin rumit tatkala ditemukan di halaman gedung pipa yang melintang dari dermaga menuju ke lahan gudang api (depo LNG). Beberapa tahun lalu, terutama saat gedung dibangun, pipa tersebut masih belum ada. (iwan/mahfud)              

                              

Read 175 times Last modified on Jumat, 08 September 2017 19:01

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

3726468
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
5261
10516
151649
3726468

Your IP: 54.166.199.178
Server Time: 2017-10-21 15:26:18