Selasa, 18 Juli 2017 20:03

Gudang PT.Pelindo di Kalimas di Terlantarkan,Pengusaha Menjerit.

Rate this item
(1 Vote)

Suaramandiri .com (Surabaya) -Rencana penataan pelabuhan Pelra Kalimas yang di gagas Pelindo dengan konsep Revitalisasi ternyata belum berjalan sesuai rencana,gudang penimbunan barang yang sebelumnya berdiri kokoh sudah di bongkar sejak se tahun silam tapi gudang  yang telah  rata dengan tanah ini tidak langsung di bangun sesuai  peruntukan nya  yaitu tempat penumpukan barang.  Saat ini lahan Pelindo eks gudang ini tidak terlihat kegiatan bongkar muat  atau penumpukan barang muatan kapal sebagai mana kegiatan rutin sebelum pembongkaran dulu, banyak pihak menuding pelindo tidak siap dengan konsep  penataan kalmias setelah di bongkar puluhan gudang kini diterlantarkan.

Lahan yang kini di pagari  seng warna biru  tersebut,telah di terobos oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab serta mengelola secara sepihak dengan mengalih fungsikan lahan ini secara illegal menjadikannya  sebagai  tempat Parkir kendraan truk dan trailer container  berjejer di lahan tersebut. Selain parker liar di sana juga berdiri gubuk gubuk darurat berupa warung dan bengkel truk dan tempat pengelasan lengkap dengan mesin diselnya.

Menurut sejumlah pengusaha yang berhasil  di hubungi wartawan di lapangan rata rata mereka  menyesalkan Pembongkaran gudang ini, “kita melakukan perlawanan dengan  menempuh jalur hukum dengan  menggugat Pelindo ke Peradilan Negri Surabaya.  Hasilnya gugatan pun di menangkan salah satu pengusaha pemilik gudang. Dengan gugatan ini Pelindo tidak jadi melanjutkan pembongkaran gudang Penggugat,buktinya sampai sekarang masih berdiri  tegak,namun yang jadi masalah bagaimana dengan gudang yang sudah terlanjur dibongkar  oleh  PT.Pelindo III Cabang Tanjung Perak  yang kini diterlantarkan,  siapa yang bertanggung jawab,kita minta kalau dalam kasus ini ada kesalahan atau kesewenang wenangan harus  ada yang bertanggung jawab sebab Negara kita ini Negara hukum. Untuk saat ini juga pihak pengusaha yang jadi korban di kalmias masih menunggu putusan pengadilan di pengadilan Negeri Surabaya,sidang kasus yang sama objeknya beda dan penggugat beda,siding terahir sudah sampai pada pemeriksaan saksi saksi pada bulan maret lalu tinggal sidang  putusan,  namun hingga kini  belum putusan. Kita masih menunggu dan kita coba telusuri kenapa sampai bulan juli kok belum dengar sidang  putusannya ?   akibat yang lebih fatal lagi adalah,  akibat pembongkaran  gudang ini,PT.Pelindo  III sebagai BUMN (badan  usaha milik Negara) di rugikan karena lahan yang sudah dibongkar dan diterlantarkan jelas tidak ada hasil dari sewa  HPL (hak pengelolaan lahan) pada hal sebelum  gudang ini di bongkar para pemilik gudang punya kewajiban membayar sewa dan sampai sekarang pengusaha di kalmias siap untuk membayarkan sewa  lahan dan gudang , tapi Pelindo memilih lahan gudang ini terlantar” Komentar salah satu pengusaha yang enggan di sebut identitasnya.

Saat di cek di lapangan kelihatan  parker parker Truk dan trailer Container  yang mendominasi di lahan eks gudang dan di jalan lini satu maupun lini dua kalmias.ratusan truk trailer terlihat mulai dari pos tiga pas empat dan pos lima. Menurut informasi di lapangan bahwa para sopir bias parkir di dalam pelabuhan kalmias hingga berminggu minggu bahkan berbulan bulan,karena mereka sudah membayar parkir berkisar RP.200 ribu hingga Rp.400 ribu perbulan kepada penjaga lahan kemudian hasil yang di pungut dari pemilik truk dan kenderaan sebagian di setorkan ke oknum oknum penguasa di pelabuhan dan yang sebagian lagi sebagai untuk penjaga parkir. Sepintas terlihat ratusan truk parkir di dalam lahan maupun di jalan lini satu dan lini pada sore hari  ratusan truk parkir ,mereka masuk dari  pintu masuk Pos III yang di Jaga oleh Securyty Pelindo,sebenarnya truk yang di bolehkan masuk kedalam pelabuhan adalah truk pengirim barang maupun pengangkut barang keluar dari pelabuhan tapi anehnya truk container,trailer dan truk kosong yang mau parkir  bermalam di dalam pelabuhan sengaja di biarkan masuk.karena di duga kuat pungutan dari parkir illegal ini juga mengalir ke penjaga pintu masuk. Anehnya lagi petugas di dalam  pelabuhan tidak menertibkan pelanggaran ini walau pun terlihat para Security Pelindo III  berpatroli sampai lima kali satu hari namun parkir liar ini tidak ter sentuh sejak 6 bulan terakhir.

Terkait dengan penyimpangan pengalihan  lahan yang tidak sesuai peruntukan di pelabuhan ini,Joko Noerhuda General Manager PT Pelindo cabang  Tanjung Perak  tidak  bisa di konfirmasi,  “Bapak  Lagi Keluar” ungkap salah satu staf nya.  Demikian Pula halnya dengan Candra Irawan Kepala Otoritas Pelabuhan sebagai  wakil  pemerintah yang melakukan pengawasa terhadap operrasional di  pelabuhan juga tidak ada di  tempat.

Jadi beban pengusaha pembongkjaran gudang ini pula salah satu factor penyebab sepinya muatan kapal yang di kirim melalui kapal kapal kalmias sebab kondisi ini menimbulkan biaya tambahan penumpukan dermaga  sebelum barang naik ke kapal,di samping itu tingginya biaya jasa jasa kepelabuhan yang terus mengalami  kenaikan membuat pengusaha di kalmas tidak bisa bersaing sementara mereka  juga harus menghadipi  persaingan dengan moda tranportasi Tol laut yang mendapatkan subsidi dari pemerintah padahal Pelayaran di kalmias ini juga melakukan  fungsi yang sama sebagai sarana alat angkut antar pulau khususnya  ke pelabuhan terpencil,namun tidak dapat perlakuan yang sama karena tol laut dapat subsidi dan dapat priyoritas  order  muatan proyek proyek pemerintah,sementara pelayaran kalmias ini harus menanggulangi sendiri biaya operasional dan bayar PNBP seta Jasa jasa kepelabuhanan  dan uang lain nya yang terus menghimpit pergerakan mereka. Belum bagi para pengusaha pelayaran ini di pusingkan dengan aturan yang aneh aneh dari penguasa pelabuhan seperti aturan yang di keluarkan Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak yang membatasi Ukuran Kapal  GT500 kebawah yang bisa di ijinkan masuk ke kalimas, pada hal dermaga dan kolam kalmias tidak berubah tetap seperti dulu tapi kok bisa bisanya ukuran GT kapal di kurangi Tanya nya lagi heran… (Saragih/Fud)

 

Read 115 times

Foto Galeri

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

3254817
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
1823
10406
186334
3254817

Your IP: 107.22.97.23
Server Time: 2017-08-24 08:18:32