Sabtu, 24 Juni 2017 13:42

Sambut Pemudik 2017, Pelindo III Utamakan Layanan Terbaik

Rate this item
(0 votes)
Daru Wicaksono Deputy GM Daru Wicaksono Deputy GM

Suara Mandiri.com (Surabaya) – Puncak arus mudik penumpang moda transportasi laut sudah terlampaui pada Rabu (21/6) sampai Jumat (23/6) lalu. Berdasarkan catatan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Tanjung Perak sampai hari Kamis (22/6), jumlah lalu lintas pemudik di pelabuhan utama ini mencapai 59.618 orang. Terdiri dari 9.216 penumpang naik dari pelabuhan Tanjung Perak menuju kota-kota di luar Jawa, dan 50.402 pemudik yang turun dari kapal-kapal yang berlabuh dari berbagai jurusan dari luar Jawa. Demikian dikemukakan Deputy General Manager, Daru Wicaksono, usai Rapat Koordinasi dengan jajaran Direksi Pelindo III.

Menurutnya, jumlah penumpang pada saat mudik dan balik tahun 2017 ini diperkirakan naik lebih kurang 8,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Untuk itu, pihak Pelindo III sebagai operator terminal penumpang di Gapura Surya Nusantara (GSN) dan dermaga kapal-kapal Roll On Roll Off (Roro) telah menempuh sejumlah langkah strategis terkait dengan prediksi penumpukan penumpang di pelabuhan Tanjung Perak. Yakni berkoordinasi dengan para pihak terkait dalam pelayanan pemudik antara lain PT Pelayaran Indonesia (Pelni) –Badan Usaha Milik Nasional (BUMN) bidang angkutan penumpang. Juga dengan operator kapal-kapal swasta dibidang jasa tranportasi laut seperti PT Dharma Lautan Utama (DLU), PT Primavista dan Gerbang. Dan bersama PT Damri –BUMN penyedia moda transportasi darat—dalam rangka penyelenggaraan “Mudik Gratis.”

“Semua yang kita tempuh ini tujuannya untuk memberikan pelayananan terbaik kepada para pemudik. Baik yang turun disini maupun yang akan naik kapal dari pelabuhan Tanjung Perak,” ujarnya di ruang kerjanya.

Lebih lanjut Daru menjelaskan, layanan bagi penumpang kapal juga dilanjutkan dengan penyelenggaraan “Mudik Gratis,” yang pada 1 Syawal 1438 H ini berupa angkutan transportasi darat ke berbagai kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Tidak kurang dari 20 unit bus dikerahkan untuk mengangkut 988 penumpang menuju 15 kota antara lain ke jurusan Trenggalek, Jember, Madiun, Blitar dan Cepu. Begitu pun dengan angkutan penumpang dari pulau-pulau terpencil di Kabupaten Sumenep (Masalembu) sudah terlayani dengan mengerahkan KM Selvi Pratiwi --milik salah satu perusahaan pelayaran swasta. “Sudah terangkut sebanyak 150 penumpang kemarin,” ungkapnya.

Sebelumya, upacara pemberangkatan penumpang “Mudik Gratis” dilepas Direktur Utama (Dirut) Pelindo III I.G.N. Ashkara, Minggu (18/6). Enam belas unit bus milik PT Damri masing-masing mengangkut 48 penumpang diberangkatkan dari halaman gedung GSN. Para penumpang ini sebelumnya turun dari KM Labobar yang bertolak dari pelabuhan Balikpapan. Sayangnya, 4.593 penumpang ini turun dari kapal masih dengan menggunakan cara tradisional, yakni melalui tangga kapal. Bukannya melewati Garbarata (belalai gajah) sebagai salah satu fasilitas di GSN, yang kerap disebut-sebut sebagai terminal penumpang kapal laut termodern di Indonesia.

Kata Dirut Ashakara, untuk hari itu Garbarata yang dibeli dengan dana milyaran ini belum akan dioperasikan bagi penumpang kapal KM Labobar. “Besok (maksudnya, Senin –red), baru kita pakai Garbarata ini,” ujarnya di sela-sela bertanya jawab dengan salah satu penumpang yang ikut dalam rombongan bus “Mudik Gratis.”

Sementara Humas Direksi Pelindo III, Widyaswendra menyatakan, pelaksanaan “Mudik Gratis” tahun 2017 ini untuk yang ketiga kalinya. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, pelaksana kegiatan  dipercayakan pada event organizer Aperindo –anak perusahaan Koperasi Pegawai Pelindo III (Kopelindo). “Biaya penyelenggaraannya untuk tahun ini sekitar 1 milyar rupiah. Sama seperti dua tahun sebelumnya,” ujarnya usai seremoni pelepasan rombongan bus “Mudik Gratis.”

Saat itu berangkatlah sebanyak 768 orang bersama 20 bus “Mudik Gratis.” Lantas bagaimana dengan nasib ribuan penumpang yang masih keleleran di halaman gedung GSN? Yang tak terangkut dalam rombongan armada bus. Ujar salah satu penumpang yang mau mudik ke Banyuwangi, Gatot (32), “Naik bus umum saja karena kalau ikut rombongan tersebut malah tambah lama sampai di rumah.” Sementara Yanto (28) yang kampung halamannya di Ngawi beralasan tidak jauh berbeda. Dia juga mengaku terlambat mendaftar ikut “Mudik Gratis.” Rombongannya tak kurang dari 5 orang yang terhitung sebagai sanak keluarga. (iwan/saragih)

Read 250 times Last modified on Sabtu, 24 Juni 2017 13:51

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

3697434
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
5394
11291
122615
3697434

Your IP: 54.166.232.243
Server Time: 2017-10-18 10:47:50