Jumat, 27 Mei 2016 19:29

Demo Buruh Berlanjut, Pelabuhan Kalimas Lumpuh

Ismail Koordinator Aksi Saat Memberikan Statmen Pada Wartawan di Dampingi  AKP M Sigombing  Pengamanan Dari Polres tanjung perak Ismail Koordinator Aksi Saat Memberikan Statmen Pada Wartawan di Dampingi AKP M Sigombing Pengamanan Dari Polres tanjung perak

Suara Mandiri.com (Surabaya) – Aktifitas diPelabuhan Kalimas lumpuh selama tiga hari akibat demo yang di lakukan para pekerja tenaga bongkar muat barang di pelabuhan (buruh) mereka protes sikap arogansi PT.Pelabuhan Indonesia  III Cabang Tanjung Perak Surabaya,yang dianggap semena mena terhadap Buruh yang bekerja sebagai tenaga angkut barang dari gudang ke kapal di mana Gudang Perusahaan Bongkar Muat (PBM) tepat mereka bekerja di bongkar secara paksa oleh Pelindo msejak awal mei lalu,otomatis dengan pembongkaran Gudang gudang di kalimas mengacam kelangsungan aktifitas buruh pelabuhan hingga akhirnya  para buruh melakukan Aksi Mogok kerja,karena Pelindo Belum memberikan penjelasan tentang kelangsungan hidup para buruh ini. Semenjak di mulai pembongkaran Gudang pada awal bulan mei lalu Pekerja pelabuhan yang ada di kalimas belum mendapat kepastian apakah keberadaan buruh ini akan di tiadakan atau mau di relokasibelum jelas dan belum ada solusi.Hal ini yang membuat mereka resah. Sementara pembongkaran gudang masih terus berlangsung semua gudang yang ada di kalimas tampaknya mau di ratakan dengan tanah sebagian besar gudang yang masih berdiri baik yang aktif di operasikan sebagai tempat penumpukan barang sudah di cawang merah Cawang merah yang di pasang Satpam Pelabuhan ini pertanda gudang akan di bongkar.

Ismail kordinator aksi minta Pelindo tidak semena mena,karena di pelabuhan ini banyak pihak yang berkepentingan ada buruh,PBM dan Pelayaran. “kita tidak menolak Rencana Pelindo untuk me-Refitalisasi Kali Mas kalau memang itu yang terbaik,tapi kita ini kasi kepastian tidak akan di gusur begitu saja,bahkan kita dengar informasinya setelah pembongkaran Gudang selesai maka PBM (perusahaan bongkar muat) milikPT.Pelabuhan Indonesia III akan menghandel kegiatan bongkar muat di kalimas lantas PBM yang sudah ada di sini mau di apakan,kita perlu kejelasan dan kepastian”jelasnya di hadapan para Media yang hadir di kalimas pada jum,at (27)  Aksi damai mogok kerja ini di amankan lebih kurang satu pleton anggota kepolisian Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang di komandani AKP.M.Sihombing,keberadaan petugas disini bentuk antisi pasi timbulnya hal hal yang tidak di inginkan ungkap nya. Memang aksi ini kita harapkan aksi damai sampai selesai rencana mereka aksi ini berjalan selama 3 hari yaitu mulai tanggal 26,27,dan 28 selama ini akan kita pantau terus sesuai perintah Kapolres tambah Sihombing.

Pelabuhan kalimas yang di kenal sebagai pelabuhan yang memiliki aktifitas terpadat ini pun mendadak menjadi lengan tidak ubahnya seperti lapangan kosong tidak ada aktifitas bongkar muat barang di kapal maupun di darat selama aksi terpantau pelabuhan Lumpuh total. Akibat dari aksi ini pengusaha pelayaran,PBM dam buruh merugi tapi demi perbaikan kita pun rela dan kompak untuk sama sama berjuang Ungkap simon tapi yang paling di rugikan adalah masyarakat di luar pulau hususnya pelabuhan di pulau terpencil karena pengiriman bahan pokok dan keperluan rumah tangga lainnya yang selama ini mengandalkan kapal kalimas ter sendat,jika tidak segera di atasi tidak tertutup kemungkinan aksi mogok berlanjut yang berakibat pada kelangkaan kebutuhan di luar pulau. Dalam kasus seperti ini peran pemerintah harus lebih dominan dan mencari solusi yang terbaik untuk Kepentingan Rakyat,tapi anehnya kita bertanya ke Pemerintah dalam Hal ini Otoritas Pelabuhan tidak tau tentang rencana Pelindo ini bahkan kantor Syahbandar Utama Tanjung perak Juga belum di ajak Bicara Oleh Pelindo,ketika perwakilan pengusaha meng konfirmasi rencana pengembangan Kalimas ke kantor Syahbandar kantor Syahbandar juga belum di ajak Kordinasi.

Terkait kasus pembongkaran sepihak ini General Manager PT.Pelindo Cabang Tanjung Perak Joko Noerhudha tidak bisa di konfirmasi tidak berkenan,silahkan bapak tunggu saja di bawah pak GM sudah mau pulang ungkap Imam dan Ganjar di penjagaan bawah. Upaya konfirmasi juga di lakukan ke esokan harinya tidak berhasil menurut salah satu Staf GM “Bapak lagi keluar bersama Deputy mendampingi Pak Orias Petrus Moedak Dirut Baru PT.Pelabuhan III berkunjung ke JIIP Manyar” jawabnya singkat.

Akibat aksi ini pengusaha Pelayaran (pemilik Kapal) mengaku merugi karena belakangan ini angkutan laut mengalami masa sulitn selai volume kiriman barang yang terus mengalami penurunan karena perekonomian yang masih lesu di tambah aksi mogok kerja buruh dan PBM membuat kita semakin merugi. Dampak nya ke pemberangkatan kapal yang tadinya satu bulan kapal baru bisa penuh sekarang bisa bisa dua bulan baru berangkat,memang muatan masih sepi ungkap nya seraya mewakili rekan Pelayaran di kali Mas.(Saragih)

Read 1028 times Last modified on Jumat, 27 Mei 2016 19:47

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

3822347
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
457
1532
46814
3822347

Your IP: 54.196.47.128
Server Time: 2017-11-25 06:55:52