Rabu, 01 Februari 2017 19:12

Nissan “Cetak” Gamers Jadi Pembalap Mobil Profesional

Suara Mandiri.com (Surabaya) – Program yang diluncurkan PT Nissan Motor Indonesia (NMI) –produsen mobil Nissan, Infinity dan Datsun-- ini merupakan “jalan pintas” untuk menghasilkan pembalap mobil handal di negeri ini. Tak kurang dari 25.000 peserta mendaftarkan diri pada tahun 2016 lalu. Mereka berasal atau memiliki latar belakang para pemain video games (gamers) yang mahir mengoperasikan permainan balap mobil di dunia maya. Bukan para pembalap yang sejak awal memang khusus mengikuti pendidikan atau latihan adu cepat mobil di sirkuit. Sebagaimana dikemukakan General Manager Marketing Strategy NMI Budi Nur Mukmin, event ini merupakan upaya untuk menginspirasi generasi muda Indonesia mewujudkan bakat-bakat terpendam dalam motorsport, yang dilanjutkan pembinaan di dunia balap mobil. “Ini sebagai wujud kontribusi kita pada masyarakat, khususnya generasi muda menjadi pembalap mobil yang professional. Nissan GT Academy memberikan inspirasi tidak hanya bagi para gamers, namun juga yang bercita-cita menjadi pembalap professional untuk bersaing di ajang balap internasional,” katanya saat membuka acara “Media Gathering Premire Screening Reality Show Nissan GT Academy 2016, Rabu (1/2) siang.

Lebih lanjut dikatakan, program yang sudah berlangsung selama 2 tahun –2015 dan 2016—tersebut tidak cuma diselenggarakan di Indonesia. Tetapi merupakan event Nissan secara global di beberapa negara seperti Filipina, Meksiko, Thailand, Australia, Aljazair, Mesir dan Maroko. Para pemenang di masing-masing negara itu selanjutnya mengikuti final di lintasan balap legendaris Silverstone di Inggris. “Para pembalap mobil asal Indonesia ini terbukti mampu bersaing dengan mereka. Bahkan selama dua tahun berturut-turut berhasil menduduki posisi Runner Up Best Driver (pembalap terbaik kedua – red) pada Oktober 2016 lalu,” ujarnya didampingi Runner Up Best Driver 2016, Raditya Indera serta Mentor Nissan GT Academy Indonesia 2016, Diandra Gautama.

Menjelaskan tentang proses seleksi, Budi mengatakan, dari ribuan pendaftar terpilih secara nasional 20 orang yang selanjutnya mengikuti seleksi selama 3 hari di Sirkuit Sentul, Jawa Barat. Mereka harus berkompetisi kembali di bidang video games, latihan fisik, berkomunikasi dengan media massa dan menjalani tes mengemudikan mobil. Bahkan, kata Diandra, ada peserta tahun 2015 lalu yang baru mengurus SIM (Surat Izin Mengemudi) nya seminggu setelah dinyatakan masuk ke seleksi nasional tersebut. Selanjutnya, enam orang Juara Nasional ini mengikuti International Race Camp di Silverstone Inggris. Kembali mereka harus melalui berbagai macam tes seperti kemampuan fisik, skill balap mengemudi Nissan GT-R dan Mirror Circuit Gymkhana. “Nggak nyangka kalau latihan fisiknya di sana seperti militer. Kita benar-benar dilatih ketahanan seperti melampaui berbagai rintangan, masuk ke sungai, medan berlumpur kayak latihan tentara,” ungkap Raditya.

Rangkaian tahap seleksi Nissan GT Academy 2016 ini dapat diikuti secara nasional melalui tayangan di RCTI setiap minggu, pukul 13.00-14.00 selama 6 episode. Menurut Budi Nur Mukmin, event tersebut merupakan reality show motorsport pertama di Indonesia. Untuk tahun ini Surabaya dipilih menjadi kota penyelenggaraan penayangan ekslusif reality show Nissan GT Academy 2016, karena banyaknya peserta dari sini.(mahfud/iwan/amel)    

Read 1279 times Last modified on Sabtu, 04 Februari 2017 08:26

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

3822411
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
521
1532
46878
3822411

Your IP: 54.196.47.128
Server Time: 2017-11-25 07:04:55