Jumat, 25 Mei 2018 21:44

Tantangan Pengelolaan Keuangan Haji

Suaramandiri .com (surabaya)     ~ Bertempat di Hotel Bumi Surabaya, Jum’at, 25 Mei 2018, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bekerjasama dengan Ikatan Sarjana Ekonomi lndonesia (ISEI) Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) mengenai ‘Wantangan Pengelolaan Keuangan Haji".

 Kegiatan ini selain dihadiri Pengurus ISEI Cabang Surabaya, Pengurus MES (Masyarakat Ekonami Syariah) Jawa Timur, dihadiri juga oleh sekitar 150 undangan dari Bank Penerima Seforan (BPS) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dihadiri juga oleh PH. Kepala Badan Pelaksana BPKH, Dr. Anggito Abimanyu dan anggafa Badan Pelaksana BPKH Bapak Rahmat Hidayat. Hadir juga dalam kegiatan ini Asosiasi Travel, Akademisi di Jawa Tumur, OJK (Otoritas Jasa Keuangan), Bank Indonesia serta para Undongan media.

 FGD ini diselenggarakan dalam rangka melaksanakan pegelolaan keuangan haji. Sebagaimana undang-undang, Pengeloiaan Keuangan Haji harus berasaskan pada: Prinsip Syariah; Prinsip Kehati~hatian ; Memberi Manfaat; Prinsip Nirlaba; Transparan; Akuntabel. Pengelolaan Keuangan Haji bertujuan unfuk meningkatkan: (1) Kualitas Penyelenggaraan Ibadah Haji (2) Rasionalitas dan Efisiensi penggunaan BPIH {3) Manfaat Bagi Kemaslahafan umat Islam.

 Forum Group Discussion (FGD) ini diawali dengan pemaparan mengenai Kajian Tantangan Pengelolaan Keuangan Haji. Saat ini terdapat beberapa tantangan daiam pengeblaan keuangan haji, antara Iain: (1) Selisih antara biaya operasiona! haji dengan penerimaan oieh Jemaah.

(2) Selisih biaya operasional ditutupi dengan subsidi nilai manfaat Jamaah tunggu (3) Kenaikan biaya operasional dan mismatch nilai tukar antara pendaparan dan biaya operasional haji (4} lnstrumen penempatan/ investasi keuangan haji di pasar keuangan/ invesfasi syariah yang relatif terbatas.

 Terkair hal tersebut. beberapa Iangkah Prioritas Jangka Pendek yang perlu dilaksanakan oleh BPKH yaitu: ( 1) Invesfasi pada instrumen yang aman. optimal dan likuid (2) Meningkarkan Dana Kelolaan BPS-BPIH (3) Kerjasama dalam lnvestasi di Arab Saudi (4) Melakukan upaya efisiensi pelayanan dan (5) Desain virtual account uang kredibel.

 BPKH telah mendukung Kemenag untuk melakukan Pembayaran operasiona! Haji dan Pengembalian BPIH Khusus kepada travel-Travel Haji. BPKH juga ditugaskan melakukan Pengadaan mata uang Reyal untuk Operasional Haji di Arab Saudi.

 Saar ini. BPKH sedang melakukan penjajagan lnvestasi di Surat Berharga Syariah Negara dan Invesrasi Langsung di Hotel dan Katering di Arab Saudi.

 Pada even ini. BPKH juga akan bekerjasama dengan ISEI Surabaya dan MES Jawa Trmur serra dengan dunia Akademik dan Ormas dalam hal melaksanakan kajian-kajian tentang keuangan haji, pelaksanaan program-program kemaslahatan pemberdayaan umat dengan dukungan salah sarunya dari prodi keuangan syariah yang online dengan program BPKH tersebut. Plt.Kepala Badan Keuangan Haji, Dr. Anggiro Abimanyu menyambuf gembira kerjasama untuk “Kajian Keuangan Haji". Kerjasama kajian dan hasil dari Kajian tersebut dapat digunakan dalam rangka meningkatkan kualitas Pengelolaan Keuangan Haji dan mampu memperkaya wawasan akademik di bidang Keuangan Syariah dan invesfasi Syariah.

 "Targetnya tahun ini bisa meningkatkan nilai manfaat dari 4,5 Triliun tahun 2017 dan 2018 sebesar 6,1 Triliun. Pembagiannya 80 persen untuk operasional haji dan 20 persen dikembalikan ke jamaah dalam bentuk virtual account." Jelas Anggito.   (amel/fud)

Read 635 times Last modified on Jumat, 25 Mei 2018 21:50

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

4468517
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
1795
3281
66052
4468517

Your IP: 54.92.150.98
Server Time: 2018-06-18 10:51:20