Selasa, 21 November 2017 18:15

Wow..Ada Satwa Liar Ilegal di Villa Pejabat !

Suaramandiri .com  (Surabaya)  -Sebuah majalah nasional menurunkan berita liputan khusus tentang koleksi satwa liar di lindungi di pelihara di Villa mewah pejabat tinggi negara.

 
Siapa saja pejabat yang hobby pelihara satwa liar yang dilindungi ?
 
Diantaranya Bambang Soesatyo, Ketua Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat ini berada di Desa Cilember, Cisarua, Bogor, Jawa Barat.
 
Tepat di sebelah Villanya, ada Villa Farras milik Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan.
 
Kedua vila ini sama-sama memelihara burung. Zulkifli memeliharanya di dalam satu kandang baja setinggi enam meter dan panjang lima meter.
 
"Vila Zulkifli dan Bambang memang bersebelahan,” ujar Rahmat Hidayat, Sekretaris Desa Cilember, seperti dikutip Tempo.
 
Hampir semua burung di vila Zulkifli dan Bambang adalah satwa liar berkategori dilindungi. 
 
Saat ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama kepolisian tengah getol mengumpulkan lagi satwa-satwa ilegal yang berserakan di masyarakat.
 
Di sisi lain, penegakan hukum di Indonesia masih tebang pilih.
 
Awal Oktober lalu, 15 petugas gabungan Kementerian Lingkungan Hidup pernah ke vila Zulkifli dan Bambang untuk menyita satwa liar tersebut.
 
Namun para petugas balik kanan setelah mengetahui pemilik kedua vila ternyata petinggi di Senayan. 
 
Zulkifli pun pernah menjadi bos mereka saat ia menjabat Menteri Kehutanan periode 2009-2014.
 
“Rombongan langsung pulang setelah kepala tim menerima telepon dari ajudan seorang pejabat,” kata seorang petugas yang ikut dalam operasi itu.
 
Bambang Soesatyo seharusnya mengantongi izin spesial karena memelihara Cenderawasih.
 
Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar, ada 11 satwa yang izinnya hanya bisa dikeluarkan oleh presiden karena kelangkaannya.
 
Di antaranya harimau Sumatera, orang utan, dan cenderawasih. Populasi cenderawasih pada tahun 2000 diperkirakan hanya tinggal 12 ribu spesies.
 
Untuk diketahui, proses izin 11 satwa itu sangat ketat, sulit mengurusnya. "Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1999 mencantumkan kedua model izin satwa dilindungi hanya dikeluarkan menteri," papar pengamat satwa Singky Soewadji menanggapi pemberitaan di majalah Tempo tersebut.
 
Nama Bambang Soesatyo tak tercantum di dalamnya. Nama Zulkifli pun tak ada. Zulkifli mengaku mengantongi izin atas nama Supardi.
 
Supardi tercatat memiliki alamat yang sama dengan vila milik Zulkifli. Ternyata Supardi adalah penjaga vila milik Zulkifli yang biasa disapa Joko. Ia wafat tahun lalu.
 
Izin itu diberikan kepada penangkaran reptil, mamalia, dan burung yang tidak dilindungi.
 
Izin dari Kementerian Kehutanan lewat Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam yang dikeluarkan pada 10 Februari 2014.
 
Sebaliknya, burung-burung yang berkategori dilindungi yang ada di kandang vila Zulkifli justru tak tercantum di dua izin tersebut.
 
Izin dikeluarkan saat Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu masih menjabat Menteri Kehutanan. Ia lengser pada 1 Oktober 2014.
 
Peraturan mewajibkan para pemilik izin penangkaran dan lembaga konservasi melaporkan perkembangan satwanya ke BKSDA setiap tahun. 
 
Tiap tahun pula izin itu dievaluasi. Jika tak mengantongi atau menyalahi izin, para pemilik satwa dilindungi akan dijerat Undang-Undang Nomor 50 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda hingga Rp 100 juta.
 
PENYIDIK Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta kepolisian mengaku sering menemui jalan buntu saat menelusuri hasil sitaan satwa dilindungi.
 
Ironisnya, Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya juga punya koleksi satwa yang dilindungi.
 
Diantaranya Burung Kaka Tua yang dipajang di taman depan rumah pribadinya di Legenda Wisata, Gunung Putri, Bogor.
 
Selain memiliki Kaka Tua, Siti memelihara Merak Hijau. 
 
Ada juga dua Nuri Bayan. Ia juga memiliki anjing dan monyet, semuanya di dalam kandang yang mudah diakses pengunjung.
 
Kaka Tua itu juga bisa disentuh karena tak dikerangkeng, melainkan hanya diikat di batang kayu.
 
Bambang Dahono Direktur Konservasi dan Keragaman Hayati (KKH) seperti yang dilansir Majalah Tempo, menyebutkan Merak hijau yang dilindungi itu milik putri Siti Nurbaya, dan suami Siti Nurbaya hobi memelihara satwa. 
 
Burung-burung itu adalah hasil tangkapan dalam satu operasi yang kemudian ditampung di taman itu.
 
Namun nama dan alamat rumah Siti tak tercantum di daftar penangkaran resmi di Jawa Barat. 
 
Mendapatkan izin termasuk sulit karena Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1999 menerapkan syarat yang ketat bagi individu atau badan hukum yang ingin mengajukan izin penangkaran.
 
"Penangkar harus memiliki tenaga ahli dan memiliki berbagai fasilitas penangkaran, seperti kandang yang disesuaikan dengan habitatnya, fasilitas kesehatan satwa, perlindungan dari predator dan spesies lain, serta kontrol makanan yang baik," imbuh mantan atlet berkuda ini.
 
Ditambahkannya, rumitnya prosedur itu membuat banyak orang menempuh jalan pintas. 
 
Para pejabat lain menempatkan burung-burung langka itu di kandang kecil dan mudah diakses manusia.
 
Zulkifli bahkan menyatukan berbagai jenis burung dalam satu sangkar. Di sana, satwa liar itu hidup berdesakan, mungkin sampai mati.
 
Sesuai aturan dan undang-undang, satwa liar yang dilindungi adalah milik negara.
 
"Jadi, sebagai pejabat negara boleh memelihara satwa liar dilindungi, asal berijin dan ijin juga diterbitkan oleh pejabat negara terkait ?" Tanya Singky dengan nada sedih.
 
Hebat ! Itulah pejabat negara jaman now.
 
Jadi, jangan heran kalau 420 satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS) dijarah, tapi faktanya justru yang mengungkap kasus tersebut dipidana dan dipenjara 18 hari, walau akhirnya divonis bebas.
 
"Demi mengungkap kebobrokan ini, saya siap dipenjara lagi bahkan 18 tahun sekalipun," pungkas Singky. (pandu/fud)
Read 324 times

Glovy Cat Care

 

 

Pengunjung

3868930
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Total
480
2052
35732
3868930

Your IP: 107.20.120.65
Server Time: 2017-12-18 06:16:34